JAKARTA - Pergerakan pasar saham pada awal perdagangan Kamis menunjukkan sentimen positif yang cukup kuat.
Dalam waktu singkat, sejumlah saham langsung melesat tajam bahkan menembus batas auto rejection atas (ARA), menandakan minat beli investor yang sangat tinggi di pasar modal domestik.
Kondisi ini terjadi bersamaan dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak signifikan sejak pembukaan perdagangan. Sejumlah saham yang mengalami kenaikan drastis pun langsung masuk dalam daftar top gainers pada sesi awal perdagangan hari tersebut.
Berdasarkan data IDX, IHSG hari ini melonjak sebesar 132,02 poin (1,74%) ke level 7.709,08 dan bergerak menghijau di rentang 7.681 – 7.765. Kenaikan tersebut mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia pada awal perdagangan hari ini.
IHSG Menguat Signifikan pada Sejam Awal Perdagangan
Performa IHSG yang menguat cukup tajam menjadi perhatian utama investor. Dalam waktu satu jam sejak perdagangan dibuka, indeks utama pasar saham Indonesia itu langsung mencatatkan kenaikan yang cukup besar dibandingkan posisi sebelumnya.
Berdasarkan data IDX, tercatat sebanyak 11,74 miliar lembar saham telah diperdagangkan pada sejam perdagangan IHSG hari ini. Dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,17 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 712.564 kali transaksi.
Tingginya aktivitas transaksi ini menunjukkan bahwa pasar sedang bergerak aktif. Banyak investor melakukan aksi beli maupun jual, sehingga frekuensi perdagangan meningkat cukup pesat dalam waktu relatif singkat.
Selain itu, pergerakan saham juga didominasi oleh penguatan. Ada 596 saham mengalami kenaikan, 98 saham diperdagangkan menurun. Sedangkan 109 saham stagnan. Kondisi tersebut menandakan mayoritas emiten di bursa bergerak di zona hijau pada sesi awal perdagangan.
Saham LQ45 Turut Menguat Mengikuti Tren Positif Pasar
Kenaikan IHSG juga diikuti oleh saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45. Kelompok saham unggulan ini turut memberikan kontribusi terhadap penguatan indeks secara keseluruhan.
Pada sejam perdagangan, saham-saham blue chip yang tergabung dalam LQ45 melesat 1,65%. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa investor juga memburu saham-saham besar yang dianggap memiliki fundamental kuat.
Pergerakan saham blue chip sering kali menjadi indikator penting bagi arah pasar. Ketika saham-saham besar ikut menguat, biasanya hal tersebut mencerminkan sentimen positif yang lebih luas di kalangan investor.
Penguatan sektor saham besar juga membantu menjaga stabilitas IHSG. Dengan kapitalisasi pasar yang besar, pergerakan saham-saham LQ45 memiliki pengaruh signifikan terhadap arah indeks secara keseluruhan.
Bursa Asia Ikut Menghijau Mengiringi Optimisme Pasar
Sentimen positif di pasar saham Indonesia juga sejalan dengan tren penguatan yang terjadi di sejumlah bursa Asia. Pada waktu yang sama, beberapa indeks utama di kawasan Asia tercatat kompak bergerak di zona hijau.
Pada sejam perdagangan IHSG, indeks saham Asia juga kompak menghijau. Hang Seng (Hong Kong) melejit 1,8%, Straits Times (Singapura) menanjak 0,75%, Shanghai (China) naik 0,93%, dan Nikkei (Jepang) melesat 2,71%.
Kenaikan di berbagai bursa Asia ini turut memberikan dorongan psikologis bagi investor domestik. Sentimen global yang positif biasanya meningkatkan kepercayaan pelaku pasar untuk melakukan aksi beli.
Pergerakan indeks regional yang menguat sering kali mencerminkan optimisme terhadap kondisi ekonomi global maupun regional. Hal ini kemudian ikut mempengaruhi pergerakan pasar saham di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sejumlah Saham Melonjak hingga Menyentuh Batas Auto Rejection Atas
Di tengah penguatan IHSG, beberapa saham bahkan berhasil mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Saham-saham tersebut langsung masuk ke dalam daftar top gainers pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, sejumlah saham cetak cuan maksimal hingga mentok batas auto rejection atas (ARA) dan masuk daftar top gainers. Harga sahamnya melonjak di atas 24%.
Saham-saham ARA tersebut adalah PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melonjak 25% menjadi Rp 1.425 dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) melejit 24,56% menjadi Rp 710.
Kenaikan tersebut menunjukkan adanya lonjakan minat beli yang cukup besar terhadap saham-saham tersebut. Ketika harga saham menyentuh batas ARA, perdagangan biasanya menjadi sangat aktif karena permintaan lebih tinggi dibandingkan penawaran.
Selanjutnya saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) melesat 24,47% menjadi Rp 2.060 dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik 24,41% menjadi Rp 530.
Beberapa Saham Justru Masuk Daftar Top Losers
Di tengah dominasi saham yang menguat, sejumlah emiten justru mengalami penurunan tajam pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut tercatat masuk ke dalam daftar top losers di Bursa Efek Indonesia.
Sebaliknya, ada lima saham jatuh terparah dan masuk daftar top losers, yaitu PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) ambles 11,64% ke Rp 334, PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) ambrol 9,85% ke Rp 2.380, dan PT Arthavest Tbk (ARTA) jatuh 8,23% ke Rp 3.010.
Penurunan harga saham tersebut menunjukkan adanya tekanan jual dari pelaku pasar. Faktor teknikal maupun sentimen tertentu bisa menjadi penyebab turunnya harga saham dalam waktu singkat.
Ada pula saham PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) anjlok 8,07% ke Rp 410 dan PT Hillcon Tbk (HILL) turun 7,69% ke Rp 24.
Meskipun beberapa saham mengalami koreksi, secara keseluruhan pasar tetap menunjukkan tren positif. Lonjakan IHSG serta dominasi saham yang menguat menjadi indikasi bahwa sentimen pasar pada awal perdagangan hari ini masih cukup optimistis.