IHSG

Setelah Anjlok 4,57 Persen IHSG Hari Ini Diprediksi Berpeluang Bangkit Kembali

Setelah Anjlok 4,57 Persen IHSG Hari Ini Diprediksi Berpeluang Bangkit Kembali
Setelah Anjlok 4,57 Persen IHSG Hari Ini Diprediksi Berpeluang Bangkit Kembali

JAKARTA - Pergerakan pasar saham Indonesia diperkirakan memasuki fase pemulihan setelah mengalami tekanan tajam pada perdagangan sebelumnya. 

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mulai mencermati peluang technical rebound pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan hari ini.

Tekanan besar yang terjadi pada sesi sebelumnya memang sempat mengguncang pasar modal domestik. Namun sejumlah analis melihat adanya potensi pemantulan harga setelah penurunan signifikan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang mengalami technical rebound pada perdagangan hari ini setelah mengalami tekanan tajam pada sesi sebelumnya.

BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI), Kamis menyebutkan pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen global dan perkembangan geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah.

Tekanan Pasar Membuat IHSG Anjlok Tajam

Pada perdagangan sebelumnya, pasar saham domestik mengalami koreksi cukup dalam. Penurunan yang terjadi menjadi salah satu yang paling mencolok dalam beberapa waktu terakhir.

Pada perdagangan Rabu (4/3/2026), IHSG ditutup anjlok 4,57% ke level 7.577, sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia.

Koreksi yang cukup tajam tersebut dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap situasi global. Ketidakpastian geopolitik yang meningkat membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Tekanan terhadap pasar saham domestik dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran investor global.

Situasi tersebut menyebabkan banyak investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Sentimen Domestik Turut Menekan Pasar Saham

Selain faktor global, sentimen domestik juga memberikan tekanan tambahan bagi pergerakan pasar saham Indonesia. Kondisi ini membuat IHSG semakin tertekan pada perdagangan sebelumnya.

Selain itu, sentimen domestik juga turut menekan pasar setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat kredit tetap berada di level BBB.

Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian ekonomi serta kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan.

Keputusan lembaga pemeringkat tersebut menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi persepsi risiko terhadap perekonomian Indonesia dalam jangka menengah.

Di pasar valuta asing, tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kebijakan Transparansi Pasar Modal Dinilai Positif

Di tengah tekanan yang terjadi di pasar saham, terdapat pula perkembangan positif dari sisi kebijakan pasar modal. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas transparansi di pasar.

Di sisi lain, terdapat sentimen positif dari kebijakan pasar modal.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mulai menerapkan kebijakan keterbukaan data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, sebagai bagian dari penyesuaian standar MSCI.

Kebijakan ini dinilai dapat meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia. Namun dalam jangka pendek, langkah tersebut juga berpotensi membuat investor lebih berhati-hati.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki peluang rebound dengan level support di 7.516 dan resistance di 7.693.

Penguatan Bursa Global Jadi Sentimen Pendukung

Peluang pemulihan IHSG juga didukung oleh kondisi pasar global yang menunjukkan pergerakan positif. Penguatan indeks saham global memberikan dorongan optimisme bagi investor.

Peluang pemulihan ini juga didukung oleh penguatan bursa saham global, terutama di Wall Street.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama di Wall Street ditutup menguat.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,49% ke level 48.739,41, sementara S&P 500 menguat 0,78% menjadi 6.869,50.

Adapun indeks teknologi Nasdaq melonjak 1,29% ke level 22.807,48.

Penguatan pasar saham Amerika Serikat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham Asia, termasuk Indonesia.

Rekomendasi Saham yang Perlu Dicermati Investor

Selain memantau arah pergerakan IHSG, investor juga dapat memperhatikan sejumlah saham yang direkomendasikan oleh analis untuk perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi menarik untuk dicermati.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini, antara lain:

HRTA
AADI
ESSA

Rekomendasi saham tersebut menjadi referensi bagi investor dalam menyusun strategi perdagangan di tengah volatilitas pasar yang masih cukup tinggi.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Faktor eksternal maupun domestik masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham.

Investor tetap disarankan mencermati perkembangan konflik geopolitik global serta pergerakan nilai tukar rupiah yang masih berpotensi mempengaruhi arah pasar saham domestik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index