Korps Marinir

Korps Marinir Siapkan Fasilitas Terbaik Latih ASN Jadi Komcad Nasional

Korps Marinir Siapkan Fasilitas Terbaik Latih ASN Jadi Komcad Nasional
Korps Marinir Siapkan Fasilitas Terbaik Latih ASN Jadi Komcad Nasional

JAKARTA - Pembentukan komponen cadangan dari kalangan aparatur sipil negara kini memasuki tahap persiapan yang semakin matang. 

Korps Marinir memastikan seluruh sarana dan konsep latihan telah dirancang secara komprehensif agar proses pembinaan berjalan optimal. Fokus utama bukan hanya pada kedisiplinan, tetapi juga keamanan serta kenyamanan peserta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program Kementerian Pertahanan dalam membentuk ASN sebagai Komponen Cadangan atau Komcad. Dengan kesiapan fasilitas dan tenaga pelatih, diharapkan pelatihan mampu berjalan efektif tanpa mengesampingkan karakteristik peserta yang berasal dari unsur sipil.

Fasilitas Lengkap Disiapkan Marinir

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas terbaik untuk melatih aparatur sipil negara (ASN) menjadi komponen cadangan (Komcad).

Kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, Rana mengatakan beberapa fasilitas yang disiapkan di antaranya barak, lapangan tempat latihan, ruang kelas, fasilitas kesehatan serta dapur lapangan.

Fasilitas tersebut dirancang mengikuti standar latihan Korps Marinir yang selama ini digunakan untuk mendidik prajurit. Namun demikian, pendekatan pelatihan tetap mempertimbangkan latar belakang ASN yang bukan berasal dari militer aktif.

Dengan dukungan sarana tersebut, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan pembinaan secara maksimal. Ketersediaan fasilitas kesehatan dan dapur lapangan juga menjadi bagian penting untuk menjamin kelancaran kegiatan selama pelatihan berlangsung.

Pelatih Dan Kurikulum Disesuaikan Peserta

Selain fasilitas fisik, Rana menyampaikan pihaknya juga menyiapkan pelatih, staf, petugas medis hingga personel terbaik dari Marinir untuk mendampingi proses latihan komcad.

"Kita juga telah lakukan penyusunan kurikulum dan jadwal latihan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta ASN (non-militer aktif), sehingga tetap proporsional dan aman," kata Rana.

"Kita juga sudah siapkan prosedur pengamanan dan keselamatan latihan, termasuk standar mitigasi risiko selama kegiatan berlangsung," tambah dia.

Penyesuaian kurikulum menjadi langkah penting agar materi kemiliteran dapat diterima dengan baik oleh peserta. Meski berbasis standar militer, metode penyampaian dirancang proporsional sehingga tetap aman dan relevan bagi ASN.

Penyesuaian Kenyamanan Dan Keamanan Peserta

Walau seluruh konsep latihan dan sarana yang digunakan merupakan standar dari Korps Marinir, Rana memastikan pihaknya akan tetap menyesuaikan pola pelatihan untuk para ASN.

"Akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil," jelas Rana.

Ia berharap seluruh fasilitas dan materi pelajaran yang telah disediakan Korps Marinir dapat mendukung proses pelatihan komcad ASN sehingga dapat berjalan dengan maksimal.

Penyesuaian ini menjadi bentuk perhatian terhadap latar belakang peserta yang berbeda dengan prajurit aktif. Dengan demikian, proses pembentukan disiplin dan wawasan kebangsaan dapat dilakukan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Ribuan ASN Ikuti Pelatihan Bertahap

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyebut 2.000 ASN yang akan mengikuti pelatihan sebagai komponen cadangan (komcad) akan dilatih di lima lokasi pelatihan TNI.

"Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain di Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Rico mengatakan para ASN akan dilatih tentang dasar-dasar pelatihan kemiliteran baik secara praktik maupun materi.

Proses pelatihan gelombang tersebut, lanjut Rico, akan dimulai sejak April 2026 dan berjalan berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan.

Rico melanjutkan Kemhan sendiri memberikan kuota sebanyak 4.000 orang untuk seluruh kementerian dan lembaga yang ingin mengirimkan ASN-nya mengikuti pelatihan menjalani komcad.

Pelatihan gelombang pertama direncanakan sebanyak 2.000 ASN dan gelombang ke dua dengan jumlah yang sama akan digelar pada pertengahan 2026.

Per hari Kamis, tercatat ada 987 ASN yang sudah terdaftar untuk mengikuti pelatihan sebagai komcad gelombang pertama.

Dia mengatakan angka tersebut kemungkinan akan bertambah menjelang pelatihan gelombang pertama pada April 2026.

Dia mengharapkan dengan adanya pelatihan ini, seluruh ASN dapat memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index