JAKARTA - Hubungan Indonesia dan Persatuan Emirat Arab kembali ditegaskan melalui pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung hangat di Abu Dhabi.
Momentum ini menjadi simbol kesinambungan diplomasi kedua negara yang terus berkembang dalam berbagai sektor strategis. Pertemuan tersebut sekaligus menandai komitmen memperluas kolaborasi jangka panjang.
Di tengah suasana Ramadhan yang penuh makna, dialog kedua pemimpin menghadirkan pesan kuat tentang persahabatan dan kerja sama saling menguntungkan. Agenda bilateral yang dibahas mencerminkan orientasi masa depan, khususnya pada penguatan energi, investasi, dan ekonomi.
Pertemuan Hangat Di Qasr Al Bahr
Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis waktu setempat.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Presiden Prabowo untuk mempererat kemitraan strategis Indonesia dengan Persatuan Emirat Arab yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagaimana keterangan yang diterima, Jumat, setibanya di Qasr Al Bahr, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden MBZ. Nuansa kehangatan langsung terasa sejak awal pertemuan yang berlangsung di taman terbuka istana.
Latar pepohonan palem dan cahaya senja Abu Dhabi menambah kesan akrab dan penuh kekeluargaan. Delegasi kedua negara duduk berhadapan dalam formasi melingkar, menciptakan suasana dialog yang setara, terbuka dan saling menghormati.
Delegasi Strategis Kedua Negara
Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha, serta Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P Santosa.
Sementara itu, Presiden MBZ didampingi oleh Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan, Penasihat Mahkamah Kepresidenan Mohamed bin Hamad Al Nahyan, Penasihat Urusan Strategis Ahmed Al Mazrouei, Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al Mazrouei, serta Duta Besar PEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri.
Kehadiran jajaran pejabat tinggi dari kedua negara menunjukkan bobot strategis pertemuan tersebut. Isu-isu yang dibahas tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh kepentingan konkret kedua bangsa.
Komposisi delegasi juga mencerminkan fokus kerja sama pada sektor energi, pertahanan, investasi, dan pembangunan infrastruktur. Hal ini memperlihatkan keseriusan kedua pihak dalam memperluas spektrum kolaborasi.
Momentum Ramadhan Pererat Persaudaraan
Rangkaian pertemuan dilanjutkan dengan iftar bersama yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Momentum Ramadhan tersebut semakin memperkuat nuansa persaudaraan antara kedua pemimpin.
Presiden Prabowo juga melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah bersama rombongan. Kebersamaan dalam ibadah menjadi simbol kedekatan personal sekaligus kesamaan nilai yang memperkuat hubungan bilateral.
Dialog kemudian berlanjut dalam pertemuan yang diperluas atau expanded meeting untuk membahas sejumlah agenda strategis. Topik yang diangkat mencakup penguatan kerja sama energi, investasi, hingga kemitraan ekonomi masa depan.
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memperdalam kolaborasi yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang. Hubungan yang terbangun tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga strategis dan berkelanjutan.
Dialog Empat Mata Dan Arah Masa Depan
Sebagai penutup, Presiden Prabowo dan Presiden MBZ menggelar pertemuan empat mata atau tête-à-tête dalam suasana terbuka dan konstruktif. Percakapan langsung kedua pemimpin mencerminkan kedekatan personal sekaligus tekad kuat memperkuat hubungan bilateral.
Pertemuan empat mata tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas isu-isu prioritas secara lebih mendalam. Kepercayaan yang terbangun antara kedua pemimpin menjadi fondasi penting dalam merumuskan langkah konkret ke depan.
Pertemuan ini memiliki makna istimewa karena tahun 2026 merupakan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan PEA. Setengah abad kemitraan tersebut menjadi fondasi kokoh bagi kedua negara untuk membuka babak baru kerja sama strategis.
Dengan pijakan sejarah yang kuat dan visi masa depan yang jelas, Indonesia dan PEA berkomitmen memperluas kerja sama yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih berdampak bagi kesejahteraan rakyat kedua bangsa. Momentum di Qasr Al Bahr menjadi penegas bahwa hubungan bilateral ini terus bergerak maju secara konstruktif.