JAKARTA - Keberhasilan proyek hulu migas di wilayah lepas pantai kembali mencatatkan capaian penting bagi industri energi nasional.
Di tengah tantangan cuaca dan kompleksitas operasional tinggi, proyek strategis mampu diselesaikan tepat waktu. Capaian ini tidak hanya menegaskan kapabilitas teknis, tetapi juga konsistensi standar keselamatan kerja. Hasilnya menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan eksplorasi migas nasional.
PT Elnusa Tbk (ELSA) menyelesaikan proyek Survei Seismik 3D OBN Zulu North untuk klien Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas eksplorasi bawah laut. Penyelesaiannya dilakukan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Standar operasional tetap dijaga sepanjang pelaksanaan.
Survei yang dilaksanakan di perairan Kepulauan Seribu dengan total luasan surface survey mencapai 70,6 km² ini berhasil diselesaikan dengan standar operational excellence, menghasilkan data berkualitas baik, serta mencatatkan zero Lost Time Injury (LTI). Capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan proyek. Keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. Kualitas data pun memenuhi ekspektasi klien.
Capaian tersebut diraih meskipun proyek Survei Seismik Offshore 3D dijalankan dalam kondisi cuaca yang menantang dan tingkat kompleksitas operasional yang tinggi. Tantangan tersebut tidak menghambat progres pekerjaan. Koordinasi tim berjalan efektif di lapangan. Manajemen risiko diterapkan secara disiplin.
Peran Strategis Survei Seismik Offshore 3D
Sebagaimana diketahui, Survei Seismik Offshore 3D merupakan metode akuisisi data bawah permukaan laut untuk memperoleh gambaran tiga dimensi struktur geologi. Metode ini penting dalam memahami potensi cadangan migas. Data yang diperoleh membantu proses analisis lebih presisi. Hasilnya mendukung pengambilan keputusan eksplorasi.
Data ini memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas secara lebih akurat dan berkelanjutan. Informasi bawah permukaan menjadi dasar perencanaan produksi. Akurasi data berpengaruh langsung pada efisiensi investasi. Karena itu, kualitas survei menjadi krusial.
Dalam proyek ini, ELSA mengimplementasikan teknologi Ocean Bottom Nodes (OBN), yaitu receiver seismik yang ditempatkan secara presisi di dasar laut dengan mempertimbangkan mitigasi risiko dari berbagai objek bawah permukaan yang teridentifikasi. Teknologi ini memungkinkan pengumpulan data optimal. Penempatan dilakukan dengan perhitungan detail. Risiko gangguan diminimalkan sejak awal.
Teknologi ini terbukti efektif untuk area dengan infrastruktur padat seperti platform dan jaringan pipa bawah laut, sehingga kualitas dan cakupan (fold coverage) data tetap terjaga. Area kerja memang memiliki kepadatan infrastruktur tinggi. Karena itu, pendekatan teknis harus presisi. Hasilnya menunjukkan performa yang sesuai harapan.
Kompleksitas Operasi dan Tantangan Lapangan
Kegiatan survei dilakukan di wilayah dengan sepuluh platform produksi yang berdekatan, sehingga memerlukan perencanaan yang matang, eksekusi yang detail, serta pengawasan ketat terhadap aspek operasional, keselamatan, dan keamanan. Koordinasi antarunit menjadi sangat penting. Pengawasan dilakukan secara berlapis. Setiap tahapan mengikuti prosedur ketat.
Operasi dimulai pada akhir Desember 2025 dan berhasil diselesaikan pada akhir Januari 2026 sesuai target. Jadwal tersebut tergolong singkat untuk proyek offshore. Efisiensi waktu menjadi pencapaian tersendiri. Target penyelesaian terpenuhi tanpa insiden kerja.
Party Chief Elnusa Fahzul MH Siregar menyampaikan, tantangan terbesar dari operasi ini adalah banyaknya obstacle seperti platform, pipa bawah laut, bangkai kapal, dan lainnya yang berada di area survei. Hambatan tersebut meningkatkan kompleksitas navigasi dan akuisisi data. Perencanaan jalur survei dilakukan sangat hati-hati. Mitigasi risiko diterapkan secara disiplin.
"Namun, melalui kerja sama tim yang solid, kami berhasil menyelesaikan operasi ini dengan aman dan selamat,” kata Fahzul dalam keterbukaan informasi, Rabu. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi tim. Keselamatan menjadi prioritas utama. Proyek berjalan tanpa kecelakaan kerja.
Apresiasi Manajemen dan Klien
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo menambahkan, keberhasilan pelaksanaan Survei Seismik 3D OBN Zulu North ini merupakan bukti nyata kapabilitas operasional ELSA dalam menangani proyek offshore dengan tingkat kompleksitas tinggi. Capaian ini memperkuat reputasi perusahaan. Kompetensi teknis diuji langsung di lapangan. Hasilnya menunjukkan kesiapan operasional.
Manajemen ELSA mengapresiasi dedikasi, disiplin, dan kolaborasi seluruh tim yang mampu menjaga standar operational excellence dan memastikan kualitas data tetap optimal sepanjang proyek berlangsung. Sinergi tim menjadi kunci keberhasilan. Pengendalian mutu dilakukan secara konsisten. Hasil survei memenuhi standar tinggi industri.
"Pencapaian ini menjadi fondasi bagi Elnusa untuk terus mengembangkan peluang pekerjaan berikutnya, khususnya pada area platform dan wilayah dengan tantangan operasional serupa,” ujar Andri. Pernyataan tersebut menegaskan kesiapan ekspansi proyek serupa. Pengalaman ini menjadi modal penting. Kompetensi perusahaan semakin teruji.
Dukungan Armada dan Ketahanan Energi Nasional
Seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh 100% tenaga kerja nasional dengan dukungan sembilan kapal berbendera Indonesia yang beroperasi secara simultan. Kompleksitas tersebut menuntut kemampuan manajemen program dan koordinasi armada yang presisi. Tantangan utama selama operasi meliputi kondisi cuaca ekstrem dengan kecepatan angin tertinggi mencapai 30 knots dan tinggi gelombang hingga 2,5 meter, serta keberadaan berbagai obstacle di area survei.
Ketika menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem tentunya ELSA tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja. Field Supervisor Pertamina Hulu Energi Permana Citra Adi menyatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja tim ELSA. Seluruh program dilaksanakan dengan baik dan aman meskipun terdapat berbagai tantangan keselamatan di area survei.
"Kami puas dengan kualitas data seismik yang diperoleh," imbuhnya. Keberhasilan ini semakin menegaskan kesiapan ELSA sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung kegiatan hulu migas secara terintegrasi. Dengan kompetensi yang lengkap, ELSA terus menghadirkan solusi menyeluruh yang mengedepankan keselamatan, keandalan operasi, efisiensi, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi terkini. Komitmen tersebut memperkuat peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional.