Saham

Rekomendasi 6 Saham Layak Koleksi Saat IHSG Melemah Pagi Ini

Rekomendasi 6 Saham Layak Koleksi Saat IHSG Melemah Pagi Ini
Rekomendasi 6 Saham Layak Koleksi Saat IHSG Melemah Pagi Ini

JAKARTA - Tekanan di awal perdagangan menjadi perhatian pelaku pasar pada Kamis, 26 Februari 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak fluktuatif sebelum akhirnya berada di zona merah. Kondisi ini memunculkan peluang sekaligus kewaspadaan bagi investor jangka pendek.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG berada di posisi 8.351,361. Namun mengacu data RTI hingga pukul 09.41 WIB, indeks sempat naik sebelum akhirnya turun 21,074 poin atau setara 0,25 persen ke level 8.301,153. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang masih mencari arah.

Sebanyak 324 saham emiten tercatat menurun pada perdagangan pagi ini. Sementara 232 saham lainnya menguat dan 168 saham stagnan. Komposisi ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.41 WIB mencapai Rp7,324 triliun. Volume saham yang diperdagangkan sebesar 12,364 miliar lembar. Aktivitas ini menandakan likuiditas pasar tetap terjaga meski indeks melemah.

IHSG Berpeluang Lanjut Naik Namun Waspadai Koreksi

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengungkapkan bahwa IHSG hari ini masih akan mencoba melanjutkan kenaikan. Sentimen tersebut didorong oleh penguatan indeks saham di Amerika Serikat. Meski demikian, ruang koreksi tetap terbuka.

"Tapi hati-hati sepanjang belum break di atas 8.450, IHSG masih berpeluang kembali koreksi. Diperkirakan support IHSG 8.250-8.270 dan resist IHSG 8.380-8.450," jelas Fanny dalam analisis hariannya. Pernyataan ini menjadi acuan pelaku pasar dalam menentukan strategi.

Pada perdagangan kemarin (25/2), IHSG ditutup naik 0,5 persen. Kenaikan itu disertai net buy asing sebesar Rp1,18 triliun. Arus dana asing menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan tren.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, UNTR, ADRO, dan ASII. Aktivitas beli investor asing kerap menjadi indikator kepercayaan terhadap pasar domestik. Namun investor tetap perlu memperhatikan level teknikal penting.

Sentimen Global Dorong Optimisme Pasar

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (25/2). Kenaikan dipimpin saham teknologi dan menyentuh level tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,63 persen.

S&P 500 menguat 0,81 persen, sedangkan Nasdaq Composite melesat 1,26 persen. Penguatan ini memperpanjang tren positif di pasar Amerika Serikat. Sentimen global tersebut turut memengaruhi psikologi investor di kawasan Asia.

Di sisi lain, pasar saham Asia juga menguat pada Rabu (25/2). Kenaikan dipimpin saham produsen chip Korea Selatan. Optimisme investor terhadap sektor kecerdasan buatan atau AI kembali meningkat.

Pelaku pasar juga menanti pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump di Washington. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,2 persen dan Topix naik 0,7 persen. Di Korea Selatan, KOSPI melesat 1,9 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,7 persen, CSI300 China menguat 0,6 persen. Indeks S&P/ASX200 Australia naik 1,2 persen meskipun inflasi Januari yang lebih tinggi meningkatkan risiko kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia.

Enam Saham Rekomendasi Trading Hari Ini

Disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan trading idea hari ini, yaitu PANI, JPFA, BULL, EMAS, ENRG, dan RAJA. Berikut ini rekomendasi trading sahamnya. Strategi disesuaikan dengan pergerakan teknikal masing-masing saham.

PANI direkomendasikan buy if break Rp9.950. Target dekat berada di Rp10.075-Rp10.200. Cutloss di bawah Rp9.850 untuk membatasi risiko.

JPFA disarankan spec buy dengan area beli di Rp2.390-Rp2.410. Cutloss di bawah Rp2.380 dan target dekat di Rp2.470-Rp2.530. Strategi ini mempertimbangkan potensi rebound jangka pendek.

BULL juga masuk kategori spec buy dengan area beli Rp520-Rp535. Cutloss di bawah Rp520 dan target dekat Rp550-Rp570. Pergerakan saham ini dinilai memiliki momentum teknikal.

EMAS direkomendasikan buy on weakness dengan area beli Rp8.225-Rp8.300. Cutloss di bawah Rp8.150 dan target dekat Rp8.400-Rp8.550. Strategi ini memanfaatkan potensi pantulan harga.

ENRG disarankan spec buy pada area Rp1.530-Rp1.545. Cutloss di bawah Rp1.510 dan target dekat Rp1.570-Rp1.620. Sementara RAJA direkomendasikan spec buy dengan area beli Rp4.640-Rp4.720, cutloss di bawah Rp4.630, dan target dekat Rp4.800-Rp4.850.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index