AC Milan

AC Milan Dipermalukan Parma Rekor Tak Terkalahkan Musim Ini Terhenti

AC Milan Dipermalukan Parma Rekor Tak Terkalahkan Musim Ini Terhenti
AC Milan Dipermalukan Parma Rekor Tak Terkalahkan Musim Ini Terhenti

JAKARTA - Laga yang seharusnya menjadi momentum memperkuat posisi di papan atas justru berubah menjadi malam penuh kekecewaan bagi AC Milan. 

Bermain di kandang sendiri, harapan untuk memperpanjang tren positif pupus setelah Parma tampil mengejutkan dan membawa pulang kemenangan penting. Atmosfer San Siro yang biasanya menjadi benteng kokoh Rossoneri mendadak sunyi oleh hasil yang tidak diinginkan.

Kekalahan tersebut bukan sekadar kehilangan tiga poin dalam persaingan ketat Serie A musim 2025/2026. Hasil ini juga menghentikan catatan tidak terkalahkan Milan di kompetisi domestik. Dalam konteks perburuan gelar, situasi ini jelas menjadi peringatan serius bagi skuad asuhan pelatih mereka.

Gol penentu kemenangan Parma lahir melalui sundulan Mariano Troilo yang sempat memicu polemik. Protes sempat mengiringi momen tersebut sebelum wasit memastikan keabsahannya melalui tinjauan VAR. Keputusan akhir tetap mengesahkan gol, dan Milan harus menerima kenyataan pahit di depan publik sendiri.

Di tengah kekecewaan itu, situasi semakin berat karena salah satu pemain pilar mengalami cedera serius. Bek andalan, Matteo Gabbia, akhirnya angkat bicara terkait malam kelam yang dialami timnya.

Laga Dramatis Di San Siro

Pertandingan pekan ke-26 Liga Italia 2025/2026 yang digelar di San Siro pada Senin 23 Februari 2026 berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal. AC Milan berusaha menekan demi menjaga dominasi permainan, sementara Parma tampil disiplin dan efektif memanfaatkan peluang.

Meskipun tampil di kandang, Milan tidak mampu mengontrol laga sepenuhnya. Parma justru menunjukkan organisasi permainan yang rapi dan mampu meredam agresivitas lini depan tuan rumah. Ketegangan semakin terasa ketika pertandingan memasuki fase krusial di babak kedua.

Momen penentuan terjadi saat Mariano Troilo menyambut bola dengan sundulan tajam yang mengarah ke gawang Milan. Gol tersebut sempat diperdebatkan oleh para pemain tuan rumah sebelum akhirnya disahkan setelah wasit melihat tayangan ulang melalui VAR.

Keputusan itu memicu kekecewaan mendalam di antara pemain dan pendukung Milan. Upaya untuk mengejar ketertinggalan tak membuahkan hasil hingga peluit panjang berbunyi.

Gabbia Tak Bisa Sembunyikan Rasa Perih

Matteo Gabbia sejatinya diproyeksikan tampil sebagai starter untuk mengawal lini pertahanan AC Milan. Namun, bek berkebangsaan Italia itu mengalami nyeri otot saat pemanasan sehingga harus dicoret dari daftar susunan pemain.

Ketidakhadiran Gabbia memaksa lini belakang Milan melakukan perubahan mendadak sesaat sebelum laga dimulai. Ia pun hanya bisa menyaksikan perjuangan rekan setimnya dari pinggir lapangan dengan perasaan kecewa.

Kekalahan dari Parma bukan hanya soal kehilangan tiga poin yang sangat berharga bagi tim. Hasil ini juga berpotensi mengancam ambisi besar Milan dalam perburuan gelar juara musim ini.

Selepas pertandingan, Gabbia mengungkapkan rasa frustrasinya kepada media Sky terkait situasi tersebut. Ia menyebut malam itu dimulai dengan buruk dan diakhiri dengan kekalahan yang sangat menyakitkan.

Insiden Cedera Loftus Cheek Tambah Derita

Pertandingan ini juga diwarnai insiden mengerikan yang menimpa gelandang andalan, Ruben Loftus Cheek. Pemain asal Inggris tersebut terlibat tabrakan keras dengan kiper Parma, Edoardo Corvi, sesaat setelah sepak mula.

Wajah Loftus Cheek terkena hantaman tinju Corvi yang berniat menghalau bola di area kotak penalti. Akibat benturan tersebut, ia mengalami cedera wajah serius dan dilaporkan harus segera menjalani operasi.

Kehilangan Loftus Cheek menjadi pukulan telak tambahan bagi strategi permainan AC Milan. Selama ini, sang gelandang memegang peranan vital dalam menjaga keseimbangan lini tengah tim.

Absennya pemain kunci di laga penting seperti ini jelas memengaruhi stabilitas permainan. Milan tidak hanya kehilangan kreativitas di tengah, tetapi juga sosk pemimpin yang biasa mengatur ritme pertandingan.

Dukungan Moral Di Tengah Situasi Sulit

Matteo Gabbia secara terbuka memberikan dukungan moral kepada rekan setimnya yang tengah tertimpa musibah tersebut. Ia mewakili seluruh anggota tim mengirimkan doa terbaik agar Loftus Cheek bisa segera pulih dan kembali memperkuat skuad.

Ia menegaskan betapa pentingnya peran Loftus Cheek sebagai pemain andalan di dalam tim. Seluruh elemen skuad merasakan kehilangan besar dan berharap proses pemulihan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Kekalahan ini menjadi refleksi bahwa perjalanan menuju gelar tidak pernah mudah. Selain soal taktik dan strategi, faktor kebugaran pemain dan konsistensi mental juga memegang peranan penting dalam menjaga performa sepanjang musim.

Bagi AC Milan, hasil pahit di San Siro harus segera dijadikan pelajaran berharga. Tantangan berikutnya menuntut respons cepat agar mimpi besar musim ini tidak benar benar sirna akibat satu malam yang penuh luka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index