JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik memasuki pekan baru dengan tantangan yang tidak ringan.
Di tengah level indeks yang berada dekat rekor dan tekanan geopolitik global, pelaku pasar dituntut lebih cermat menyusun strategi. Volatilitas eksternal masih menjadi faktor dominan yang membayangi sentimen investor. Dalam situasi ini, pendekatan selektif dinilai lebih relevan dibanding agresif.
PT Indo Premier Sekuritas memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada periode 23-27 Februari 2026 masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang support 8.200 dan resistance 8.400. Di tengah rekor level indeks dan tekanan geopolitik global, IPOT merekomendasikan strategi selective and defensive dengan fokus pada saham berfundamental kuat dan likuiditas tinggi. Proyeksi ini mencerminkan kewaspadaan terhadap dinamika global. Investor diminta disiplin dalam manajemen risiko.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menjelaskan bahwa arah IHSG sepekan ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan finalisasi pembahasan antara Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan MSCI. Reformasi pasar modal yang telah dipaparkan kepada MSCI menjadi katalis penting dalam memulihkan kepercayaan investor global. Pasar menanti kejelasan implementasi kebijakan tersebut. Respons investor asing akan sangat menentukan arah indeks.
Langkah tersebut mencakup pembukaan data 28 kelompok investor hingga target kenaikan free float minimum 15 persen pada Maret 2026. Menurut David, pasar menunggu implementasi konkret dari komitmen tersebut sebagai sinyal perbaikan tata kelola dan transparansi bursa. Transparansi kepemilikan saham menjadi isu sentral dalam reformasi ini. Kepercayaan investor global diharapkan kembali meningkat.
"Jika transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen berhasil diimplementasikan dengan tegas, kepercayaan investor asing diprediksi akan kembali pulih," kata David, Senin 23 Februari 2026. Pernyataan ini menegaskan pentingnya reformasi struktural bagi pasar modal. Investor asing selama ini menjadi penopang likuiditas. Pemulihan arus dana asing berpotensi mendorong IHSG lebih stabil.
Strategi Selektif Dan Manajemen Risiko
Merespons dinamika pasar yang masih dibayangi ketegangan geopolitik Amerika Serikat dan Iran serta volatilitas harga minyak, IPOT menyarankan investor dan trader untuk tetap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko. Ketidakpastian global dinilai belum mereda sepenuhnya. Oleh karena itu, pendekatan defensif menjadi pilihan utama. Fokus diarahkan pada emiten dengan fundamental kuat.
"Untuk menghadapi pasar minggu depan, baik investor maupun trader sebaiknya bersikap selective and defensive dengan fokus pada emiten berfundamental kuat dan likuiditas tinggi di tengah rekor IHSG dan volatilitas global. Sementara trader perlu disiplin menerapkan stop loss serta sigap memanfaatkan rotasi sektor ke saham energi, jika tensi geopolitik AS Iran terus mengerek harga minyak," saran David. Strategi ini mengedepankan pengelolaan risiko yang ketat. Rotasi sektor juga menjadi peluang taktis.
Rekomendasi Saham Pilihan IPOT
PT Semen Indonesia Persero Tbk dengan kode saham SMGR dari sektor bahan bangunan dan semen direkomendasikan buy. Harga saat ini berada di level 3.070 dengan entry di 3.070, target price 3.300 atau potensi kenaikan 7,49 persen, serta stop loss di 2.990 atau risiko penurunan 2,61 persen. Risk to reward ratio tercatat 1 banding 2,9. Secara fundamental, volume penjualan semen tumbuh 11 persen pada Januari 2026.
Dari sisi teknikal, saham ini dinilai keluar dari area konsolidasi sehingga membuka peluang penguatan lanjutan. Rekomendasi berikutnya adalah PT Archi Indonesia Tbk dengan kode saham ARCI dari sektor pertambangan emas. Harga saat ini 1.810 dengan entry di 1.810, target price 2.000 atau potensi kenaikan 10,50 persen, serta stop loss di 1.710 atau risiko 5,52 persen. Risk to reward ratio sebesar 1 banding 1,9.
Rekomendasi ini didukung oleh pergerakan harga emas yang kembali ke level 5.100 serta posisi teknikal jangka pendek yang kembali bergerak di atas MA5. Selanjutnya, PT BFI Finance Indonesia Tbk dengan kode saham BFIN direkomendasikan buy on breakout. Harga saat ini 1.555 dengan entry di 1.570, target price 1.695 atau potensi kenaikan 7,96 persen, dan stop loss di 1.510 atau risiko 3,82 persen. Risk to reward ratio sebesar 1 banding 2,1.
Instrumen ETF Dan Prospek IHSG
Selain saham individual, IPOT juga merekomendasikan instrumen reksa dana saham Premier ETF Pefindo i Grade dengan kode XIPI. Produk ini dinilai menarik di tengah keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Februari 2026. Keputusan tersebut sesuai dengan proyeksi pasar dan konsensus ekonom. Stabilitas suku bunga menjadi faktor pendukung pasar saham.
Keputusan itu diambil dalam konteks tekanan nilai tukar Rupiah dan volatilitas aliran modal yang masih tinggi akibat sentimen eksternal, termasuk isu MSCI dan revisi outlook lembaga pemeringkat. Meskipun inflasi awal tahun sedikit meningkat, Bank Indonesia memilih sikap konservatif untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Secara teknikal, Premier ETF Pefindo i Grade berpotensi melanjutkan tren penguatan.
Dengan proyeksi IHSG bergerak di kisaran 8.200 hingga 8.400, IPOT menilai peluang tetap terbuka selama sentimen reformasi pasar modal mendapat respons positif dari investor asing. Namun volatilitas global masih menjadi risiko utama. Strategi selective and defensive dinilai paling relevan untuk menghadapi perdagangan 23-27 Februari 2026. Investor diharapkan tetap disiplin dan adaptif terhadap perubahan pasar.