IAS Group

IAS Group Percepat Pemulihan Pascabanjir Aceh Lewat Program IAS Tanggap

IAS Group Percepat Pemulihan Pascabanjir Aceh Lewat Program IAS Tanggap
IAS Group Percepat Pemulihan Pascabanjir Aceh Lewat Program IAS Tanggap

JAKARTA - Upaya percepatan pemulihan pascabanjir di Aceh menjadi fokus utama InJourney Aviation Services atau IAS setelah bencana banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. 

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup serius akibat peristiwa tersebut. Situasi ini mendorong respons cepat dari jajaran manajemen dan seluruh entitas dalam grup.

Sebagai subholding dari InJourney, IAS langsung mengoordinasikan langkah tanggap darurat bersama anak usaha dan tim regional. Respons tersebut diwujudkan melalui program bertajuk IAS Tanggap yang dirancang untuk membantu masyarakat terdampak sekaligus mempercepat proses pemulihan fasilitas publik. Program ini menjadi bagian dari komitmen sosial perusahaan.

Melalui gerakan kolektif tersebut, IAS tidak hanya menyalurkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga melakukan revitalisasi sarana umum yang rusak akibat banjir. Pendekatan yang diambil bersifat terintegrasi dengan melibatkan berbagai lini usaha di bawah IAS Group. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya.

Kolaborasi Seluruh Entitas IAS Group

Dalam pelaksanaannya, seluruh entitas IAS Group turut ambil bagian secara aktif. Gapura, Angkasa Pura Support, IAS Support, IAS Hospitality, serta IAS Property bersama tim Regional 1 bekerja bahu membahu di lapangan. Kolaborasi ini menjadi kunci agar bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran.

Program IAS Tanggap dilaksanakan pada 13 hingga 16 Februari 2026. Kegiatan dipusatkan di empat lokasi utama yang terdampak langsung oleh banjir bandang. Lokasi tersebut meliputi Pondok Pesantren dan Masjid Da’rul Mukhlisin, Meunasah Asy-Syura, TPQ Al-Ihsan Al-Islamy, serta RSUD Aceh Tamiang.

Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan urgensi perbaikan fasilitas publik. Sarana pendidikan, tempat ibadah, dan layanan kesehatan menjadi prioritas karena memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.

Revitalisasi Fasilitas Pendidikan Dan Kesehatan

Kegiatan yang dilakukan dalam program ini mencakup perbaikan dan revitalisasi berbagai sarana pendidikan serta tempat ibadah. IAS Group juga melakukan pembenahan sistem drainase dan sanitasi guna mencegah dampak lanjutan pascabanjir. Penyediaan akses air bersih menjadi bagian penting dari langkah tersebut.

Selain itu, fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar turut diperkuat, termasuk peningkatan konektivitas digital. Upaya ini diharapkan mampu mendukung keberlangsungan proses pendidikan meski sebelumnya sempat terganggu akibat bencana. Perhatian terhadap sektor pendidikan menunjukkan orientasi jangka panjang program.

Di sektor kesehatan, tim melakukan pembersihan dan pengecatan fasilitas layanan kesehatan. RSUD Aceh Tamiang menjadi salah satu titik fokus perbaikan agar pelayanan medis dapat kembali berjalan optimal. Penyaluran bantuan sosial berupa obat-obatan juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Komitmen Sosial Terintegrasi Dan Berkelanjutan

Direktur Operasi IAS Danny Thaharsyah menyampaikan Program IAS Tanggap merupakan wujud komitmen nyata perusahaan dalam menghadirkan kontribusi sosial yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa program ini bukan sekadar respons sementara.

“Program ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari langkah konkret IAS Group untuk hadir secara aktif dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terpadu oleh lintas entitas IAS Group guna memastikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui pendekatan lintas entitas, IAS memastikan setiap kegiatan berjalan secara terpadu. Koordinasi yang solid memungkinkan dampak bantuan dirasakan lebih luas oleh masyarakat terdampak. Hal ini sekaligus memperlihatkan sinergi kuat di dalam struktur IAS Group.

Program IAS Tanggap Aceh Tamiang juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang berorientasi pada keberlanjutan sosial. Fokusnya tidak hanya pada pemulihan fisik bangunan, tetapi juga pada penguatan ketahanan sosial masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat bangkit lebih cepat.

Penguatan Ketahanan Sosial Masyarakat Aceh Tamiang

Melalui pelaksanaan program tersebut, IAS Group berperan aktif dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Revitalisasi fasilitas publik memastikan fungsi pendidikan, ibadah, dan layanan kesehatan tetap berjalan pascabencana. Dukungan kemanusiaan lainnya turut membantu meringankan beban warga.

Ke depan, IAS Group akan terus menjalankan inisiatif TJSL yang terintegrasi, terukur, serta berorientasi pada dampak berkelanjutan bagi masyarakat dengan selalu #MelayaniSepenuhHati. Komitmen ini menjadi landasan perusahaan dalam setiap langkah sosial yang diambil.

Dengan pengalaman dan jaringan yang dimiliki, IAS berupaya menjadikan setiap program tanggap bencana sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Perusahaan tidak hanya hadir saat krisis, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka panjang. Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan dampak yang lebih kokoh.

Kehadiran IAS melalui program IAS Tanggap di Aceh Tamiang menjadi bukti bahwa kolaborasi korporasi dapat memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Respons cepat, kerja terpadu, serta orientasi keberlanjutan menjadi fondasi utama gerakan ini. Upaya tersebut sekaligus mempertegas peran IAS dalam mendukung pemulihan pascabencana di Aceh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index