JAKARTA - Sistem desil menjadi acuan utama Kemensos dalam penyaluran bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako.
Dengan pengelompokan masyarakat menjadi 10 kelompok kesejahteraan, desil membantu menentukan siapa yang berhak menerima bansos.
Data desil ini disusun oleh BPS dan dihimpun dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem ini memudahkan pemerintah menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, sekaligus memantau perubahan status sosial-ekonomi masyarakat secara berkala.
Data Desil Bersifat Dinamis dan Terus Diperbarui
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Kemensos Joko Widiarto, data desil bersifat dinamis dan diperbarui setiap tiga bulan oleh BPS. Artinya, seseorang yang sebelumnya termasuk kategori desil 1–5 bisa saja berubah statusnya ke desil 6–10.
Perubahan ini memengaruhi hak penerima bantuan, karena desil 1–5 menjadi prioritas penerima PKH, sembako, dan BPJS Kesehatan PBI. Sementara kelompok desil 6–10 umumnya tidak lagi menerima bansos. Pemahaman terhadap mekanisme ini penting agar masyarakat dapat menyesuaikan hak dan kewajiban mereka secara tepat.
Alasan Perubahan Data Desil
Perubahan data desil bisa terjadi karena fluktuasi ekonomi individu atau keluarga. Misalnya, adanya tambahan penghasilan atau pengeluaran yang signifikan dapat mengubah peringkat kesejahteraan seseorang.
Selain faktor ekonomi, ketidakakuratan data awal juga bisa menjadi penyebab. Oleh karena itu, Kemensos menyediakan mekanisme untuk memperbarui data desil agar sesuai kondisi nyata masyarakat. Pendekatan ini memastikan bantuan sosial tetap tepat sasaran dan mengurangi ketimpangan distribusi.
Jalur Formal Memperbarui Data Desil
Masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dapat mengajukan pembaruan melalui jalur formal. Proses ini melibatkan petugas Pendamping Sosial yang akan melakukan survei ke rumah untuk memverifikasi kondisi aktual.
Langkah pertama adalah mendaftar pada aplikasi resmi pemerintah. Setelah pengajuan diajukan, pendamping sosial akan mengecek data dan menilai apakah perubahan desil layak disetujui. Dengan sistem ini, setiap pembaruan diawasi agar akurat dan transparan.
Memperbarui Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos
Kemensos menyediakan aplikasi “Cek Bansos” sebagai jalur mandiri untuk memperbarui data. Pengguna Android dapat mengunduhnya melalui PlayStore. Setelah menginstal aplikasi, masyarakat perlu mendaftar dan membuat akun untuk mengakses fitur pembaruan.
Setelah login, pengguna cukup menekan tombol “Usulkan Pembaruan” dan mengisi formulir yang tersedia. Data yang dimasukkan akan menjadi dasar kunjungan survei oleh petugas. Dengan cara ini, proses pembaruan bisa diawasi secara digital dan lebih cepat.
Langkah Proses Survei dan Verifikasi
Setelah pengajuan melalui aplikasi, petugas Pendamping Sosial akan mengunjungi rumah untuk memverifikasi data. Survei ini bertujuan memastikan kondisi sebenarnya sesuai dengan informasi yang diajukan.
Hasil verifikasi akan menentukan apakah perubahan desil disetujui. Prosedur ini penting untuk menjaga integritas program bantuan sosial dan memastikan hanya masyarakat yang benar-benar membutuhkan yang menerima haknya.
Kesimpulan dan Pentingnya Memahami Data Desil
Memahami sistem desil dan mekanisme pembaruan data menjadi kunci agar masyarakat tetap menerima bansos yang layak. Dengan jalur formal maupun aplikasi “Cek Bansos”, masyarakat memiliki akses untuk memastikan data mereka akurat.
Ketersediaan layanan ini juga menunjukkan upaya pemerintah menjaga distribusi bantuan sosial tepat sasaran. Dengan demikian, masyarakat dapat merencanakan kebutuhan dan memanfaatkan program kesejahteraan secara maksimal.