JAKARTA - Kekalahan telak di laga tandang tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjuangan.
Bagi Persib Bandung, hasil pahit 0-3 di markas Ratchaburi FC justru dipandang sebagai awal ujian mental dan karakter. Di tengah kekecewaan yang menyelimuti tim dan pendukung, keyakinan untuk bangkit masih terjaga, terutama dari striker anyar Maung Bandung, Sergio Castel, yang percaya peluang comeback masih terbuka lebar.
Debut Sergio Castel bersama Persib memang tidak berjalan mulus. Bermain pada ajang AFC Champions League Two 2025, Persib harus mengakui keunggulan Ratchaburi FC di Ratchaburi Stadium, Thailand, Rabu. Namun, bagi Castel, kekalahan ini bukan alasan untuk menyerah sebelum leg kedua dimainkan.
Debut Sulit yang Jadi Pelajaran Awal
Laga pertama bersama Persib menjadi pengalaman yang tidak mudah bagi Sergio Castel. Datang dengan ekspektasi besar, striker asal Spanyol itu harus menerima kenyataan pahit ketika timnya gagal tampil maksimal. Persib kesulitan mengembangkan permainan dan tak mampu meredam agresivitas tuan rumah sepanjang pertandingan.
“Ini hal yang terburuk saya rasa, kami tidak bermain dengan sangat baik. Tapi tidak apa-apa, kami masih memiliki laga leg kedua dan mencoba untuk bisa lolos,” kata Sergio Castel, Kamis (12/2/2026). Pernyataan itu mencerminkan sikap realistis sekaligus optimistis dari pemain yang baru bergabung dengan Persib tersebut.
Menurut Castel, laga debut kerap menjadi proses adaptasi. Ia menilai kekalahan ini harus dijadikan bahan evaluasi, bukan untuk meruntuhkan kepercayaan diri tim. Fokus utama kini adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan penentuan di Bandung.
Harapan Besar pada Dukungan Bobotoh
Menjelang leg kedua yang akan digelar di Stadion GBLA, Kota Bandung, 18 Februari 2026, Sergio Castel menaruh harapan besar pada dukungan penuh Bobotoh. Ia menilai atmosfer kandang Persib bisa menjadi faktor pembeda dalam upaya membalikkan keadaan.
“Kami membutuhkan mereka semua. Saya menonton laga terakhir di kandang dan ada atmosfer yang fantastis,” ujar Sergio. Baginya, kehadiran ribuan Bobotoh bukan sekadar dukungan moral, tetapi energi tambahan yang mampu mengangkat performa tim di lapangan.
Castel percaya, bermain di hadapan publik sendiri akan memberikan tekanan berbeda bagi lawan. Ia berharap semangat tribun GBLA bisa mendorong Persib tampil lebih agresif dan percaya diri sejak menit awal.
Inspirasi Comeback ala Real Madrid
Keyakinan Sergio Castel tidak datang tanpa alasan. Ia terinspirasi dari banyak kisah comeback dramatis yang pernah terjadi di sepak bola Eropa, terutama yang dilakukan oleh Real Madrid, klub yang memiliki ikatan emosional dengannya.
“Saya yakin kami bisa mengalahkan mereka. Karena kalian tahu, saya dari Spanyol, saya berasal dari Madrid, Real Madrid juga pernah melakukan ‘comeback’ seperti itu jadi saya masih tetap percaya,” tambahnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa secara mental, Persib belum kalah meski tertinggal agregat tiga gol.
Menurut Castel, sepak bola selalu menyimpan ruang untuk kejutan. Selama masih ada pertandingan kedua, peluang itu tetap hidup. Yang dibutuhkan hanyalah kepercayaan, kerja keras, dan dukungan penuh dari semua elemen tim.
Kekecewaan Mendalam di Kalangan Bobotoh
Kekalahan telak di Thailand tak hanya memukul tim, tetapi juga meninggalkan luka bagi Bobotoh. Ribuan pendukung Persib yang setia mengikuti perkembangan tim merasakan kekecewaan mendalam melihat Maung Bandung tak berkutik di leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two 2025.
Bagi Bobotoh, perjalanan jauh dan pengorbanan waktu demi mendukung tim kebanggaan tentu bukan hal ringan. Hasil 0-3 terasa berat, namun harapan untuk melihat Persib bangkit di kandang sendiri masih tetap menyala.
Situasi ini menempatkan leg kedua sebagai laga emosional, bukan hanya bagi pemain, tetapi juga bagi seluruh pendukung. GBLA diprediksi akan dipenuhi semangat pembuktian dan harapan akan kebangkitan.
Permintaan Maaf dan Tanggung Jawab Pelatih
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyadari sepenuhnya beban kekecewaan yang dirasakan Bobotoh. Usai laga di Thailand, ia secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung, terutama mereka yang datang langsung memberikan dukungan.
“Saya meminta maaf karena ada banyak dari mereka yang datang ke sini. Tentu tidak mudah bagi mereka untuk bisa tiba di sini dengan berbagai cara dan tentu saja mereka selalu memberikan kami energi ekstra,” ujar Bojan Hodak. Bagi sang pelatih, dukungan Bobotoh adalah kekuatan yang sangat berarti bagi tim.
Bojan menegaskan bahwa tim akan berusaha membalas kepercayaan tersebut di leg kedua. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar Persib tampil lebih solid, disiplin, dan berani mengambil risiko demi mengejar defisit gol.
Leg Kedua sebagai Ujian Karakter
Pertandingan di Stadion GBLA nanti bukan sekadar soal taktik, tetapi juga ujian mental dan karakter Persib Bandung. Tertinggal agregat 0-3 memaksa Maung Bandung bermain agresif sejak awal, namun tetap disiplin agar tidak kembali kecolongan.
Bagi Sergio Castel, laga ini adalah kesempatan membuktikan kualitasnya sekaligus menunjukkan bahwa Persib layak bersaing di level Asia. Ia percaya, dengan dukungan penuh Bobotoh dan semangat pantang menyerah, comeback bukan hal mustahil.
Pada akhirnya, hasil akhir memang belum bisa dipastikan. Namun satu hal jelas, Persib Bandung belum menyerah. Leg kedua akan menjadi panggung pembuktian, apakah inspirasi comeback ala Madrid bisa benar-benar terwujud di Bandung, atau justru menjadi pelajaran mahal bagi Maung Bandung di pentas Asia.A