JAKARTA - Perdebatan tentang siapa pemain paling berpengaruh di lapangan hijau hampir selalu bermuara pada satu posisi kunci, yakni gelandang.
Di sektor inilah ritme pertandingan diatur, keseimbangan dijaga, dan kreativitas dibangun. Tanpa sosok sentral yang cerdas serta bernas, sebuah tim kerap kehilangan arah.
Tak terbantahkan lagi memang, peran gelandang sangat penting dalam sebuah tim, baik di level klub terlebih lagi di tim nasional. Sering dikatakan, siapa yang punya gelandang cerdas dan bernas cenderung memenangkan pertandingan. Lebay? Tentu saja tidak.
Tatkala Prancis menjuarai Piala Dunia 1998, banyak yang bilang karena Les Bleus punya sosok pengatur serangan bernama Zinédine Zidane. Jauh sebelumnya, Argentina tak terbendung pada 1986 berkat peran magis Diego Maradona di lini tengah.
Argentina kembali mengulang sukses di Qatar, di Piala Dunia 2022. Meski ada Lionel Messi, semua orang tahu Tim Tango bisa kembali menjadi juara berkat kontribusi dan sensasi Enzo Fernandez selaku playmaker. Fakta-fakta ini mempertegas betapa krusialnya lakon seorang gelandang.
Moises Caicedo Bangkit Dari Tekanan Besar
Give Me Sport punya parameter terkait lima gelandang terbaik saat ini. Kelimanya dinilai dari performa terkini, trofi yang diraih, dan peran sentral di klub dan timnas. Salah satu nama yang masuk daftar adalah Moises Caicedo dari Chelsea dan Timnas Ekuador.
Moises Caicedo menerima banyak kritik selama musim debutnya bersama Chelsea. Sebagai pemain termahal dalam sejarah liga hingga musim panas 2025, ekspektasi besar diletakkan di pundaknya yang masih muda untuk segera memperbaiki lini tengah The Blues yang rapuh.
Tentu saja, ia berusaha sebaik mungkin, tetapi misi sendirian itu seringkali gagal. Meskipun mengalami awal yang sulit di Stamford Bridge, gelandang asal Ekuador ini meningkatkan performanya secara signifikan musim lalu dan terus terlihat sangat bagus musim ini.
Saat kemenangan 1-0 atas Tottenham pada bulan November, legenda Liverpool Jamie Carragher menggambarkan Caicedo sebagai "monster sejati di lini tengah". Kini ia tampak berada di jalur yang tepat untuk membalas kepercayaan sebesar £115 juta yang dibayarkan untuknya.
Jude Bellingham Tetap Bersinar Di Madrid
Nama berikutnya adalah Jude Bellingham, motor Real Madrid dan andalan Timnas Inggris. Jude Bellingham beradaptasi dengan sangat baik di Borussia Dortmund sebelum akhirnya pindah ke Real Madrid dengan nilai transfer besar.
Bellingham bersinar di musim pertamanya di ibu kota Spanyol. Ia mengakhiri musim sebagai juara La Liga dan juga kampiun Eropa setelah mengalahkan mantan klubnya, Dortmund, di final Liga Champions di Wembley.
Mengingat ia masih memiliki lebih dari satu dekade karier yang tersisa dan masa puncaknya belum tercapai, ada kemungkinan gelandang ini bahkan bisa masuk dalam nominasi Ballon d'Or. Meski belum mencapai performa terbaiknya musim lalu, ia tetap menjadi satu dari sedikit pemain yang bersinar di tengah kesulitan Los Blancos.
Ia baru saja pulih dari cedera bahu dan terlihat lebih baik dari sebelumnya. Performa tersebut akan sangat penting bagi manajer sementara Alvaro Arbeloa dalam upayanya meraih gelar La Liga musim ini.
Vitinha Motor Tenang Paris Saint Germain
Di posisi berikutnya ada Vitinha, gelandang Paris Saint-Germain dan Timnas Portugal. Terlepas dari prestasi mencetak gol tim ini, kesuksesan PSG tidak akan sebesar ini tanpa gelandang Portugal tersebut.
Kehadirannya yang tenang di jantung permainan serta kecerdasannya dalam ruang sempit memungkinkan rekan-rekan setimnya berkembang. Tanpa Vitinha, PSG tidak akan sekompak saat ia berada di lini tengah.
Perkembangannya dari sekadar pemain cadangan di Wolverhampton Wanderers menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia sungguh luar biasa. Kerja keras dan tekadnya mengesampingkan kesulitan yang pernah dialaminya.
Kini setelah memenangkan UEFA Nations League bersama Portugal dan mengangkat Piala Super Eropa, tempat di podium Ballon d'Or menjadi kemungkinan yang sangat nyata. Ia membuktikan bahwa konsistensi dan kecerdasan taktik sangat berharga.
Declan Rice Dominan Bersama Arsenal
Declan Rice juga tak kalah menonjol bersama Arsenal dan Timnas Inggris. Setelah mendapatkan transfer besar ke Arsenal pada musim panas 2023 dan membuktikan dirinya di panggung dunia, ia muncul sebagai salah satu gelandang tengah terbaik di Liga Inggris.
Bintang Inggris ini membantu West Ham mengangkat trofi Liga Europa di akhir musim terakhirnya di London Stadium. Ia kemudian menikmati musim debut yang bagus di Emirates Stadium saat Arsenal nyaris meraih gelar juara.
Rice masih memiliki beberapa tahun lagi di puncak kariernya dan akan optimistis meraih trofi tambahan. Sebagai pemain kunci di lini tengah Arsenal dan Inggris, ia bisa menjadi gelandang bertahan terbaik atau gelandang box to box terbaik di dunia.
Namun, semuanya akan bergantung pada apakah ia berada di puncak performanya. Konsistensi akan menjadi penentu dalam persaingan ketat di level tertinggi.
Pedri Simbol Masa Depan Barcelona
Di puncak daftar terdapat Pedri dari Barcelona dan Timnas Spanyol. Mereka mungkin telah mencari selama bertahun-tahun, tetapi Barcelona akhirnya menemukan penerus jangka panjang Andres Iniesta.
Dibeli dari Las Palmas pada 2019, Pedri telah muncul sebagai pemain terbaik berikutnya di Spanyol. Dampak yang ia berikan membuat antusiasme publik terasa sangat beralasan.
Pelatih Barcelona Hansi Flick mengklaim Pedri tidak dapat dibandingkan dengan siapa pun di posisinya saat ini. Kemampuan mengolah bola yang halus dan umpan progresifnya membuatnya terasa seperti produk La Masia.
Sebelum mengalami cedera, Pedri adalah pemain kunci saat Spanyol menjuarai Euro 2024. Ia pulih tepat waktu untuk menjadi bagian integral tim Hansi Flick dan berperan penting saat Los Cules merebut kembali gelar La Liga musim lalu.