JAKARTA - Perubahan pola layanan kelistrikan nasional kini tidak lagi bertumpu pada kantor pelayanan fisik.
Di tengah percepatan digitalisasi, PT PLN Persero menghadirkan transformasi nyata melalui aplikasi PLN Mobile yang berkembang menjadi pusat layanan terpadu bagi jutaan pelanggan di Indonesia.
Transformasi digital di tubuh PT PLN Persero menemukan wajah paling nyatanya pada aplikasi PLN Mobile. Dari sekadar kanal layanan dasar, aplikasi ini beranjak menjadi super apps yang memayungi hampir seluruh kebutuhan pelanggan, termasuk layanan kendaraan listrik yang kini menjadi tulang punggung transisi energi nasional.
Dalam gelaran Indonesia International Motor Show IIMS 2026, PLN menegaskan kembali posisi strategisnya sebagai mitra utama ekosistem EV melalui platform tersebut. Momentum ini sekaligus menegaskan peran PLN Mobile sebagai garda depan inovasi layanan berbasis digital.
Executive Vice President EVP Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal, mengungkapkan bahwa perjalanan PLN Mobile merupakan lompatan besar dalam pelayanan publik.
“Dulu pengunduhnya hanya sekitar 500 ribu, sekarang sudah di atas 50 juta. Rating aplikasi juga melonjak dari 2,5 menjadi 4,9. Ini bukti kepercayaan pelanggan,” ujarnya.
Dari Layanan Konvensional Menuju Super Apps
Menurut Nayusrizal, hampir seluruh urusan kelistrikan kini dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor PLN. Pasang baru, perubahan daya, sambungan sementara, hingga pengaduan gangguan tersedia dalam satu genggaman.
“Pelanggan tidak perlu lagi pakai ‘ordal-ordalan’. Cukup lewat PLN Mobile. Mau mengajukan apa pun ada di sana,” tegasnya.
Fitur aplikasi juga melampaui layanan kelistrikan konvensional. Terdapat layanan internet Iconnet, marketplace, hingga fitur swacam untuk foto meter mandiri pelanggan pascabayar. Semua terintegrasi sehingga tindak lanjut permohonan bisa lebih cepat dan terukur.
Integrasi berbagai layanan tersebut memperlihatkan bagaimana PLN tidak hanya mendigitalisasi proses, tetapi juga membangun ekosistem layanan berbasis kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis.
Lonjakan Pengguna Kendaraan Listrik
Lonjakan pengguna kendaraan listrik di Indonesia, di mana kini telah melampaui 100 ribu unit menjadi alasan PLN memperkuat fitur EV di aplikasinya. PLN Mobile diposisikan sebagai UAV Partner atau Your EV Partner bagi seluruh pemilik kendaraan listrik.
“Apapun jenis dan mereknya, mau ngecas di mana saja, semuanya bisa lewat PLN Mobile,” kata Nayusrizal.
Salah satu fitur unggulan adalah Trip Planner. Melalui fitur ini, pengguna dapat merencanakan perjalanan jauh, mengetahui lokasi SPKLU, kapasitas baterai yang dibutuhkan, hingga titik pengisian paling efisien.
“Misalnya perjalanan Jakarta–Surabaya, pengguna sudah bisa merencanakan harus berhenti di mana, berapa lama mengecas. Ini sangat memudahkan,” ujarnya.
Pada IIMS 2026, PLN hadir dengan konsep komprehensif. Di area luar ruangan disediakan enam nozzle SPKLU fast dan ultra fast charging yang digunakan berbagai pabrikan, sementara di area dalam dipamerkan layanan Home Charging Ultima, simulator Formula E, hingga showcase kendaraan hidrogen.
“Kalau beli mobil listrik apa pun dan ingin pasang home charging, tinggal integrasi lewat layanan Ultima. Ada diskon tarif pada jam malam yang sangat menguntungkan,” jelasnya.
Antusiasme pengunjung pun tinggi. Tidak hanya bertanya soal cara mengisi daya, banyak pelaku usaha yang tertarik menjadi mitra pengembangan SPKLU.
PLN Sebagai Enabler Transisi Energi
Bagi Nayusrizal, PLN memandang dirinya bukan sekadar penyedia listrik, melainkan pionir ekosistem EV.
“Kami sangat siap mendukung. Tidak perlu ragu menggunakan kendaraan listrik karena PLN hadir di mana pun,” tegasnya.
Saat ini lebih dari 5.000 SPKLU telah tersebar di Indonesia. Bahkan PLN memiliki unit SPKLU Mobile yang dapat mendatangi pengguna jika kehabisan daya di tengah perjalanan.
Momentum IIMS 2026 juga berdekatan dengan periode mudik Ramadan–Idul Fitri. PLN telah menyiapkan langkah antisipatif berupa penambahan SPKLU di jalur mudik, posko siaga 24 jam, serta dukungan konektivitas dari Iconnet.
“Kami menyiagakan ribuan personel. Kalau ada kendala, harus segera diatasi. Bahkan di rest area kami buka posko khusus,” ungkapnya.
Layanan Cepat Dan Responsif Di Mata Pelanggan
Kehadiran booth PLN Mobile di IIMS 2026 disambut positif oleh para pengunjung. Rata-rata mereka tertarik memasang home charging untuk kendaraan listrik dan mencari informasi seputar peningkatan kapasitas daya listrik rumah.
Salah satu pengunjung, Ivan Riyadi, mengaku datang untuk mengajukan penambahan daya listrik dari 2.200 VA menjadi 7.700 VA. Ia pun menilai layanan pemasangan charging mobil listrik yang ditawarkan PLN sebagai langkah positif.
“Ke depan orang akan beralih ke mobil listrik. Menurut saya, promo dan kampanye PLN ini bagus. Pelayanannya juga cepat dan responsif,” ujar Ivan.
Pengunjung lainnya, Adel dan Giovani, menyebutkan booth PLN Mobile memberikan banyak informasi. Mulai dari penambahan daya, promo, hingga aspek keamanan pemasangan charging di rumah.
Mereka mengaku telah menggunakan PLN Mobile satu tahun terakhir, dan merasakan kemudahan dalam pengelolaan kebutuhan listrik sehari-hari.
“Sekarang lebih praktis, tinggal pakai aplikasi sambil rebahan pun bisa. Harapannya ke depan makin banyak promo menarik di aplikasi,” kata Adel.
Dengan capaian lebih dari 50 juta pengunduh serta rating yang meningkat signifikan, PLN Mobile tidak hanya menjadi simbol transformasi digital PLN, tetapi juga fondasi penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional. Digitalisasi layanan, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan memperlihatkan arah baru pelayanan kelistrikan yang semakin modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.