Yusril

Yusril Buka Kajian Bebas Visa UEA Dorong Kerja Sama Strategis Indonesia

Yusril Buka Kajian Bebas Visa UEA Dorong Kerja Sama Strategis Indonesia
Yusril Buka Kajian Bebas Visa UEA Dorong Kerja Sama Strategis Indonesia

JAKARTA - Arus hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab terus menunjukkan dinamika positif dalam beberapa tahun terakhir. 

Arus hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab terus menunjukkan dinamika positif dalam beberapa tahun terakhirPeningkatan mobilitas masyarakat, perdagangan, hingga investasi menjadi penanda eratnya kerja sama kedua negara. Dalam konteks tersebut, pemerintah Indonesia membuka ruang baru untuk memperdalam hubungan bilateral. Salah satunya melalui peluang kajian pembebasan visa secara timbal balik yang dinilai dapat memberi dampak luas.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan peluang tersebut saat pertemuan bilateral dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia di Jakarta. Langkah ini dipandang strategis, terutama untuk mendukung kepentingan masyarakat kedua negara. Selain itu, kerja sama di sektor penerbangan juga menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.

Fokus Dukungan Layanan Jamaah Umrah

Dalam pertemuan itu, Yusril menegaskan bahwa kajian bebas visa timbal balik memiliki tujuan khusus. Salah satunya adalah mendukung peningkatan layanan bagi jamaah umrah Indonesia. Dengan kemudahan keimigrasian, proses perjalanan diharapkan menjadi lebih efisien dan nyaman. Hal ini sejalan dengan tingginya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

“Khususnya untuk mendukung peningkatan layanan jamaah umrah,” kata dia, dalam pertemuan bilateral dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia, di Jakarta, Selasa (10/2), seperti dikonfirmasi di Jakarta, Rabu. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aspek keagamaan juga menjadi bagian penting dari hubungan bilateral. Kerja sama keimigrasian dinilai dapat memperkuat pelayanan publik lintas negara.

Selain itu, Yusril juga menyambut baik meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia dan UEA. Di bidang keimigrasian dan transportasi udara, perkembangan ini dianggap sebagai sinyal positif. Mobilitas yang tinggi mencerminkan hubungan sosial dan ekonomi yang semakin erat. Pemerintah pun berupaya memastikan regulasi mampu mengimbangi perkembangan tersebut.

Apresiasi Kerja Sama Perdagangan Dan Energi

Dalam kesempatan yang sama, Yusril menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan UEA. Ia menyoroti sektor perdagangan serta energi minyak dan gas sebagai fondasi penting hubungan bilateral. Kerja sama di sektor ini telah memberikan kontribusi signifikan bagi kedua negara. Hubungan yang stabil dinilai menjadi modal untuk pengembangan sektor lain.

Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya penguatan kerja sama bilateral. Presiden menekankan perlunya sinergi di berbagai sektor strategis. Dengan potensi besar yang dimiliki kedua negara, kolaborasi dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang. Arahan tersebut menjadi pijakan dalam setiap pembahasan kerja sama internasional.

“Pembentukan Danantara sebagai lembaga investasi pemerintah serta kerja sama dengan Dubai Fund diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar dia. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kerja sama investasi menjadi prioritas utama. Pemerintah berharap investasi tersebut dapat mendorong proyek strategis nasional.

Peluang Perluasan Ke Pendidikan Dan Kesehatan

Yusril menegaskan bahwa kerja sama Indonesia dan UEA tidak berhenti pada sektor ekonomi dan energi. Menurutnya, potensi kerja sama masih sangat terbuka di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi menjadi kebutuhan strategis.

Ia turut mengapresiasi dukungan UEA dalam pembangunan masjid dan fasilitas kesehatan di Indonesia. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata persahabatan kedua negara. Selain itu, Yusril berharap kerja sama di bidang kedokteran dapat terus ditingkatkan. Hal ini penting untuk mengatasi keterbatasan jumlah dokter dan rumah sakit berteknologi tinggi di Indonesia.

Kerja sama kesehatan dinilai dapat mencakup pelatihan tenaga medis hingga pengembangan fasilitas modern. Dengan dukungan teknologi dan investasi, kualitas layanan kesehatan di Indonesia diharapkan meningkat. Pemerintah melihat UEA sebagai mitra strategis dalam mewujudkan hal tersebut. Kolaborasi ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Rencana Penerbangan Langsung Indonesia UEA

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Aldhahheri, menyampaikan rencana penguatan konektivitas udara. Ia mengungkapkan bahwa Etihad Airways tengah merencanakan pembukaan penerbangan langsung Abu Dhabi–Medan dan Abu Dhabi–Surabaya. Rencana ini diharapkan dapat memperluas akses perjalanan antara kedua negara. Konektivitas udara menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan bisnis.

Sementara itu, Emirates Airlines juga tengah mengurus perizinan pengoperasian pesawat berbadan lebar. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas penerbangan Indonesia–UEA. Dengan pesawat berbadan lebar, jumlah penumpang dan kargo dapat ditingkatkan. Hal ini dinilai sejalan dengan pertumbuhan hubungan ekonomi kedua negara.

Penguatan konektivitas udara juga diharapkan berdampak pada sektor pariwisata. Wisatawan dari UEA maupun Indonesia akan memiliki lebih banyak pilihan penerbangan langsung. Selain itu, perjalanan bisnis dan logistik juga dapat berjalan lebih efisien. Pemerintah menyambut baik rencana tersebut sebagai bagian dari kerja sama strategis.

Hubungan Bilateral Kian Berkembang Strategis

Abdulla Salem Aldhahheri menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia–UEA terus berkembang secara signifikan. Ia menyebutkan bahwa Presiden RI telah tiga kali berkunjung ke UEA. Selain itu, kedua negara juga telah memperingati 50 tahun hubungan bilateral. Dalam waktu mendatang, presiden UEA juga direncanakan berkunjung ke Indonesia.

“Hubungan bilateral yang sebelumnya berfokus pada sektor tradisional seperti pelabuhan dan minyak kini telah berkembang ke sektor strategis, antara lain energi terbarukan, pertahanan, kesehatan, dan pendidikan,” ungkap dia. Pernyataan ini menggambarkan transformasi kerja sama kedua negara. Fokus tidak lagi terbatas pada sektor konvensional.

Ia juga mencontohkan sejumlah kerja sama konkret yang telah berjalan. Di antaranya pendirian rumah sakit jantung di Solo dan pengembangan pusat studi bakau di Bali. Selain itu, terdapat kerja sama pendidikan antara Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan Universitas Zayed. Kerja sama tersebut diharapkan membuka lapangan kerja dan mendorong alih pengetahuan.

Dubes UEA turut mengapresiasi kemudahan layanan keimigrasian bagi warga negara UEA. Jumlah warga UEA yang datang ke Indonesia terus meningkat seiring membaiknya hubungan bilateral. Meski demikian, ia mencatat masih terdapat potensi kerja sama yang perlu diperkuat. Salah satunya di sektor panas bumi bersama PT Pertamina Persero Tbk yang belum sepenuhnya bersifat bilateral.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index