HSBC

Reksa Dana Syariah HSBC Buka Akses Saham Global bagi Nasabah Affluent

Reksa Dana Syariah HSBC Buka Akses Saham Global bagi Nasabah Affluent
Reksa Dana Syariah HSBC Buka Akses Saham Global bagi Nasabah Affluent

JAKARTA - Minat investor kelas atas Indonesia untuk memperluas portofolio ke luar negeri terus menunjukkan tren peningkatan. 

Di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian pasar domestik, diversifikasi geografis menjadi strategi yang semakin dipertimbangkan.

Merespons kebutuhan tersebut, PT Bank HSBC Indonesia menghadirkan solusi investasi yang memberikan akses pada saham perusahaan Amerika Serikat berkapitalisasi besar. Produk yang ditawarkan berbasis reksa dana saham syariah, sehingga tetap selaras dengan prinsip investasi syariah.

PT Bank HSBC Indonesia menghadirkan akses investasi pada saham perusahaan Amerika Serikat (AS) berkapitalisasi besar melalui produk reksa dana saham berbasis syariah.

Menurut perseroan, langkah ini diambil untuk merespon meningkatnya minat nasabah kelas atas (affluent) Indonesia untuk melakukan diversifikasi portofolio ke pasar saham global di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Dorongan Diversifikasi Portofolio Global

“Kami melihat adanya urgensi di kalangan investor untuk memperluas eksposur portofolio secara geografis,” kata International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebutuhan diversifikasi bukan sekadar tren, melainkan strategi mitigasi risiko. Dengan memperluas cakupan investasi ke pasar global, investor dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan di luar negeri sekaligus menyeimbangkan potensi fluktuasi pasar domestik.

Melalui reksa dana saham syariah ini, Lanny mengatakan bahwa nasabah tidak perlu mengalami kerumitan untuk membuka rekening di luar negeri. Kini nasabah bisa mengakses saham perusahaan AS yang mendominasi pasar global dengan lebih mudah melalui ekosistem perbankan HSBC Indonesia.

Kemudahan akses ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi nasabah affluent yang menginginkan efisiensi dan kepraktisan dalam pengelolaan aset lintas negara.

Produk Reksa Dana Saham Syariah Global

Adapun reksa dana saham syariah “Batavia US Franchise Sharia Equity USD” ini dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) sebagai manajer investasi.

Produk ini bertujuan memberikan pertumbuhan modal jangka panjang dengan memanfaatkan momentum inovasi teknologi dan ketahanan ekonomi AS sebagai pusat finansial dunia.

Fokus pada saham berkapitalisasi besar di AS dinilai relevan mengingat dominasi perusahaan-perusahaan Negeri Paman Sam dalam berbagai sektor strategis global. Dari teknologi hingga sektor konsumsi, banyak emiten AS memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan pasar internasional.

Dengan pendekatan syariah, produk ini juga menyaring saham sesuai prinsip-prinsip tertentu, sehingga tetap memberikan kenyamanan bagi investor yang memperhatikan aspek kepatuhan syariah dalam investasi.

Strategi Investasi dan Sektor Unggulan

Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Lilis Setiadi mengatakan bahwa pihaknya membidik perusahaan yang memiliki kekuatan penetapan harga (pricing power) yang relatif tinggi dan neraca keuangan yang relatif kokoh.

Pendekatan tersebut bertujuan memilih emiten yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga memiliki fundamental kuat. Perusahaan dengan pricing power umumnya mampu mempertahankan margin keuntungan meski menghadapi tekanan biaya atau perlambatan ekonomi.

Pada tahun ini, fokus utama BPAM yakni sektor yang memimpin revolusi kecerdasan buatan (AI), serta perusahaan yang diuntungkan oleh tren reshoring atau kembalinya bisnis manufaktur ke AS.

“Kami percaya kombinasi dari inovasi teknologi dan penguatan infrastruktur domestik AS akan menjadi motor utama return jangka panjang bagi investor,” kata Lilis.

Sektor teknologi berbasis AI menjadi salah satu penggerak utama pasar saham global dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, tren reshoring dinilai memperkuat basis industri domestik AS dan membuka peluang pertumbuhan baru bagi sejumlah perusahaan.

Kemudahan Akses dan Minimum Investasi

Nasabah HSBC Indonesia dapat mulai membangun portofolio global dengan minimum penempatan awal sebesar 10.000 dolar AS. Transaksi dapat dilakukan melalui jaringan kantor cabang dengan panduan relationship manager atau secara instan melalui aplikasi HSBC Indonesia Mobile Banking.

Skema ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam menentukan cara bertransaksi sesuai preferensi masing-masing. Pendampingan relationship manager tetap tersedia bagi investor yang membutuhkan konsultasi mendalam sebelum mengambil keputusan.

Dengan minimum investasi yang telah ditentukan, produk ini memang menyasar segmen affluent yang memiliki kapasitas dana lebih besar serta kebutuhan pengelolaan kekayaan yang lebih kompleks.

Langkah HSBC Indonesia menghadirkan akses saham global berbasis syariah mencerminkan adaptasi industri perbankan terhadap kebutuhan investor modern. Diversifikasi lintas negara, pemanfaatan sektor inovatif seperti AI, serta kemudahan transaksi digital menjadi kombinasi yang dirancang untuk menjawab tantangan investasi di era ekonomi global yang terus berubah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index