JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto hadir dalam peringatan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu.
Kehadirannya menunjukkan penghargaan atas kontribusi NU dalam membangun bangsa. Prabowo menilai perayaan ini tidak hanya bersifat religius, tetapi juga mencerminkan kekuatan kebangsaan.
Ia menyebut Mujahadah Kubro sebagai acara istimewa yang memadukan spiritualitas dan nasionalisme. “Setiap berada di tengah warga NU, saya merasakan kebahagiaan dan semangat yang luar biasa,” ujarnya. Prabowo menekankan NU sebagai simbol persatuan, kekompakan, dan tekad menjaga kedamaian negara.
Selain itu, Presiden ke-8 RI ini menyoroti kiprah perempuan NU. Ia mengaku kagum pada semangat Ibu-Ibu NU yang menjadi energi bagi soliditas organisasi. Menurutnya, mereka memainkan peran penting dalam menjaga konsistensi dan ketahanan bangsa melalui pengabdian nyata.
Prabowo menegaskan, selama satu abad, NU selalu menjadi pilar penting dalam perjalanan Indonesia. Organisasi ini tampil ketika negara membutuhkan pengabdian, terutama di masa-masa kritis dalam menjaga persatuan dan stabilitas nasional.
NU sebagai Pilar Kebesaran Bangsa
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan peran NU sebagai pilar kebesaran bangsa Indonesia. Ia menilai NU tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga berkontribusi besar pada pembangunan moral dan sosial masyarakat.
“NU telah membuktikan diri selama 100 tahun sebagai organisasi yang setia menjaga nilai-nilai persatuan,” ujarnya. Prabowo menilai kiprah NU menjadi contoh bagaimana organisasi masyarakat sipil dapat mendukung negara di berbagai sektor.
Ia menekankan, NU selalu tampil di saat bangsa menghadapi situasi genting. Dari masa penjajahan hingga tantangan modern, NU menunjukkan kepedulian dan pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa.
Peran historis NU juga menjadi inspirasi bagi generasi muda. Prabowo berharap masyarakat Indonesia meneladani semangat kebersamaan dan pengabdian NU dalam menjaga persatuan bangsa.
Pentingnya Peran Perempuan NU
Prabowo memberikan apresiasi khusus kepada perempuan NU yang dinilai menjadi penggerak dan energi organisasi. Ia menyoroti bagaimana Ibu-Ibu NU menjaga soliditas internal dan mendukung program sosial kemasyarakatan.
“Perempuan NU memiliki kekuatan tersendiri yang menjadi energi bagi persatuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Prabowo. Kehadiran mereka menurut Presiden, memperkuat fondasi moral dan sosial dalam kehidupan berbangsa.
Peran ini terlihat dalam berbagai program NU, mulai dari pendidikan, sosial, hingga kegiatan keagamaan. Kontribusi perempuan NU menjadi simbol keberlanjutan organisasi sekaligus penopang kesolidan komunitas.
Selain itu, keterlibatan perempuan NU juga meningkatkan efektivitas kegiatan keagamaan dan sosial. Prabowo menilai hal ini menjadi kunci bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Sejarah Perjuangan Jawa Timur dan Surabaya
Dalam sambutannya, Prabowo mengingatkan peran historis Jawa Timur dan Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meski proklamasi dilakukan di Jakarta, ujian nyata kemerdekaan terjadi di Surabaya melalui pertempuran melawan penjajah.
Menurut Prabowo, rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak lagi mau tunduk pada kekuatan asing. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan nasional.
Ia menekankan bahwa keberanian dan pengorbanan masyarakat lokal di Surabaya memberi pelajaran penting tentang kesatuan dan pengabdian pada negara. NU hadir sebagai bagian dari perjuangan tersebut, menjaga semangat persatuan di tengah konflik.
Pesan ini relevan bagi generasi saat ini agar selalu menghargai sejarah dan mempertahankan persatuan bangsa. Prabowo menekankan pentingnya meneladani keteguhan kiai dan ulama dalam membela kemerdekaan.
Persatuan sebagai Kunci Kemajuan Bangsa
Presiden menegaskan, tidak ada bangsa yang maju jika pemimpinnya tidak rukun dan bersatu. Ia mengajak semua unsur bangsa untuk menjaga persatuan meski berbeda pendapat atau bersaing secara sehat.
“Oleh karena itu, kita boleh berdebat dan berbeda pendapat, tetapi pada akhirnya semua pemimpin harus menjaga kesatuan,” kata Prabowo. Pesan ini menekankan pentingnya harmoni antar-pemimpin dan masyarakat.
Prabowo menilai persatuan adalah fondasi bagi kekuatan bangsa. Tanpa kesepakatan dan kerjasama, pembangunan dan stabilitas negara akan terhambat. NU selama satu abad telah menjadi contoh nyata penerapan nilai ini dalam kehidupan sosial dan politik.
Acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU menjadi momentum refleksi atas peran organisasi dalam sejarah dan masa depan bangsa. Kehadiran tokoh nasional seperti Prabowo semakin menegaskan pengaruh NU dalam menjaga moral, spiritual, dan persatuan Indonesia.
NU dan Semangat Kebangsaan Masa Kini
Mujahadah Kubro tidak hanya bersifat ritual keagamaan, tetapi juga simbol kebersamaan dan patriotisme. Prabowo menilai semangat ini perlu dijaga agar generasi muda memahami nilai persatuan dan pengabdian.
NU diharapkan terus menjadi pendorong keharmonisan sosial dan politik, serta menanamkan nilai moral dalam masyarakat. Organisasi ini menjadi teladan bagaimana kekuatan spiritual dapat berpadu dengan semangat kebangsaan.
Prabowo menutup pidatonya dengan harapan agar NU tetap menjadi penjaga perdamaian dan simbol persatuan bangsa. Kiprah NU selama 100 tahun membuktikan bahwa pengabdian, kesolidan, dan kepedulian sosial menjadi kunci kekuatan Indonesia.