Saham

IHSG Ambles Saat Pembukaan, Saham Lapis Tiga Justru Tampil Mengejutkan Pagi Ini

IHSG Ambles Saat Pembukaan, Saham Lapis Tiga Justru Tampil Mengejutkan Pagi Ini
IHSG Ambles Saat Pembukaan, Saham Lapis Tiga Justru Tampil Mengejutkan Pagi Ini

JAKARTA - Tekanan kuat langsung menyelimuti pasar saham domestik sejak awal perdagangan Jumat, 6 Februari 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka dengan koreksi tajam yang membuat pelaku pasar terkejut. Namun di tengah pelemahan luas tersebut, muncul kontras menarik ketika sejumlah saham lapis tiga justru mencatat lonjakan harga signifikan dan mencuri perhatian investor.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG Bursa Efek Indonesia tercatat anjlok lebih dari 210 poin atau sekitar 2,50 persen ke level 7.889. Rentang pergerakan indeks berada di kisaran 7.888 hingga 8.103. Pelemahan ini mencerminkan tekanan besar yang terjadi secara menyeluruh, dengan hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan tajam sejak awal sesi.

Sentimen Global Dan Domestik Tekan Pembukaan IHSG

Penurunan tajam IHSG pada awal perdagangan tidak terlepas dari kombinasi sentimen negatif global dan domestik. Salah satu faktor utama datang dari keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s yang menurunkan outlook Indonesia dari stable menjadi negative. Meski demikian, Moody’s tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2 yang masih berada dalam kategori investment grade.

Perubahan outlook tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap risiko kebijakan dan ketahanan fiskal ke depan. Sentimen ini langsung tercermin pada pembukaan pasar, di mana tekanan jual terjadi hampir di seluruh lini saham. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan makroekonomi dan kebijakan global.

Seluruh Sektor Tertekan Sejak Awal Perdagangan

Pelemahan IHSG pada pembukaan dipicu oleh kejatuhan hampir seluruh sektor saham. Sektor consumer primer dan sektor teknologi mencatat penurunan lebih dari 3 persen, menjadi dua sektor dengan tekanan terdalam pada awal sesi. Koreksi tajam ini menandakan adanya aksi jual agresif dari investor yang memilih mengurangi eksposur risiko.

Selain itu, saham sektor energi, material dasar, dan infrastruktur juga melemah lebih dari 2 persen. Tekanan merata ini menunjukkan bahwa sentimen negatif tidak hanya terfokus pada sektor tertentu, melainkan menyentuh hampir seluruh segmen pasar. Kondisi ini membuat IHSG kehilangan momentum sejak menit awal perdagangan.

Saham Lapis Tiga Melesat Di Tengah Pelemahan

Di tengah pelemahan indeks yang signifikan, sejumlah saham lapis tiga justru tampil perkasa dengan lonjakan harga yang mencolok. Saham KJEN tercatat menguat 27 persen ke level Rp 184. Kenaikan ini menjadi salah satu yang tertinggi pada sesi awal perdagangan, menarik perhatian pelaku pasar yang berburu saham berisiko tinggi.

Selain KJEN, saham LION juga mencatat kenaikan 23 persen ke level Rp 600. Saham NZIA turut menguat 23 persen ke posisi Rp 226. Pergerakan saham-saham lapis tiga ini menunjukkan bahwa minat spekulatif masih cukup tinggi, meski pasar secara umum berada dalam tekanan berat.

Kondisi IHSG Dan Aksi Asing Sehari Sebelumnya

Sehari sebelumnya, IHSG ditutup melemah 42,84 poin atau 0,53 persen ke level 8.103. Pelemahan tersebut sudah memberikan sinyal awal adanya tekanan jual yang berlanjut hingga pembukaan perdagangan hari ini. Pada penutupan Kamis, investor asing tercatat membukukan penjualan bersih atau net sell saham sebesar Rp 469,74 miliar.

Penjualan bersih terbesar tercatat pada saham ANTM senilai Rp 178,51 miliar, disusul MDKA sebesar Rp 114,40 miliar, serta BUMI yang mencapai Rp 108,59 miliar. Aksi jual asing ini memperkuat tekanan terhadap IHSG dan mencerminkan sikap hati-hati investor global terhadap aset berisiko di pasar domestik.

Tekanan Sektoral Dan Pengecualian Consumer Non Primer

Pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh kejatuhan mayoritas sektor saham pada perdagangan sebelumnya. Sektor industri mencatat penurunan 1,35 persen, sektor energi turun 1,20 persen, sektor teknologi melemah 1,19 persen, dan sektor infrastruktur terkoreksi 1,23 persen. Tekanan juga terlihat pada sektor consumer primer yang turun 0,99 persen serta sektor properti yang melemah 0,84 persen.

Di tengah tekanan luas tersebut, sektor consumer non primer justru mencatat kenaikan sebesar 0,79 persen. Penguatan ini menunjukkan adanya rotasi terbatas ke sektor yang dianggap memiliki daya tahan lebih baik di tengah ketidakpastian. Namun, kontribusi sektor ini belum cukup untuk menahan laju pelemahan IHSG secara keseluruhan.

Deretan Saham Dengan Lonjakan Harga Signifikan

Meski IHSG berada dalam tekanan, sejumlah saham berhasil mencatatkan penguatan harga yang sangat pesat. Saham CTTH menguat 34,48 persen ke level Rp 117. Saham NZIA kembali mencatatkan lonjakan signifikan dengan kenaikan 34,31 persen ke Rp 184. KOCI juga melesat 33,77 persen menjadi Rp 206.

Selain itu, saham BUKK naik 25 persen ke level Rp 1.650, LION menguat 24,62 persen menjadi Rp 486, dan FITT melonjak 24,30 persen ke Rp 665. Meski tidak menyentuh batas auto rejection atas, saham PPRE turut melesat 31,33 persen ke level Rp 218. Pergerakan saham-saham ini menegaskan bahwa peluang spekulatif masih terbuka di tengah tekanan pasar yang luas.

Secara keseluruhan, pembukaan perdagangan Jumat ini menggambarkan kontras tajam antara tekanan indeks dan performa saham-saham tertentu. IHSG memang tergerus signifikan akibat sentimen negatif dan aksi jual merata, namun saham lapis tiga justru menunjukkan daya tarik tersendiri bagi investor dengan profil risiko tinggi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index