Menlu Sugiono

Menlu Sugiono Ungkap Peran Palestina Dorong Indonesia Gabung Dewan Perdamaian

Menlu Sugiono Ungkap Peran Palestina Dorong Indonesia Gabung Dewan Perdamaian
Menlu Sugiono Ungkap Peran Palestina Dorong Indonesia Gabung Dewan Perdamaian

JAKARTA - Keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace tidak muncul secara tiba-tiba. 

Di balik langkah diplomatik tersebut, terdapat dinamika diskusi panjang yang melibatkan banyak pihak serta dorongan kuat dari negara-negara yang terdampak konflik. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keterlibatan ini sejalan dengan komitmen lama Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia, khususnya terkait isu Palestina yang hingga kini masih bergejolak.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa masuknya Indonesia ke dalam Board of Peace merupakan hasil dari proses dialog multilateral. 

Ia menyebutkan, Palestina memiliki peran penting dalam mendorong Indonesia untuk terlibat aktif dalam forum perdamaian internasional tersebut. Dorongan itu juga mendapat dukungan dari negara-negara anggota Developing Eight atau D-8 yang selama ini intens membahas stabilitas kawasan.

Latar Belakang Keterlibatan Indonesia

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan para mantan Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu 4 Februari 2026. Dalam kesempatan itu, berbagai isu strategis luar negeri dibahas, termasuk posisi Indonesia dalam dinamika perdamaian global.

Menjawab pertanyaan terkait apakah masuknya Indonesia ke Board of Peace merupakan permintaan langsung dari Palestina, Sugiono menjelaskan bahwa prosesnya berawal dari forum diskusi negara-negara D-8. Menurutnya, pembahasan tersebut berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan upaya kolektif untuk menghentikan konflik yang berdampak luas di kawasan Timur Tengah.

Dorongan Dari Negara Garis Depan Konflik

Sugiono menegaskan bahwa negara-negara yang berada di garis depan konflik merasakan langsung dampak instabilitas. Negara-negara tersebut berbatasan langsung dengan wilayah konflik dan mengalami tekanan keamanan serta kemanusiaan yang berkelanjutan. Kondisi inilah yang mendorong lahirnya diskusi intensif mengenai langkah konkret untuk menghentikan kekerasan.

Ia menjelaskan bahwa dampak konflik tidak hanya dirasakan oleh wilayah Gaza dan Palestina, tetapi juga meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah. Ketidakstabilan tersebut menimbulkan efek domino terhadap keamanan regional dan global. Oleh karena itu, negara-negara terkait merasa perlu mengajak Indonesia untuk berperan dalam upaya perdamaian yang lebih terstruktur.

Penegasan Peran Palestina Dalam Proses

Ketika ditegaskan kembali apakah permintaan tersebut memang datang dari Palestina, Sugiono membenarkan hal itu. Ia menyatakan bahwa Palestina secara langsung menyampaikan harapan agar Indonesia terlibat dalam forum yang membahas masa depan perdamaian kawasan. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kepercayaan Palestina terhadap peran dan konsistensi Indonesia di panggung internasional.

Sugiono juga menekankan bahwa keterlibatan Indonesia bukan sekadar formalitas diplomatik. Indonesia diharapkan dapat menjadi suara yang menyeimbangkan kepentingan global dengan aspirasi rakyat Palestina. Dengan pengalaman panjang dalam diplomasi damai, Indonesia dinilai mampu berkontribusi secara konstruktif dalam Board of Peace.

Pandangan Akademisi Hubungan Internasional

Pernyataan Menteri Luar Negeri tersebut diperkuat oleh pandangan pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah. Ia menilai keseriusan Presiden Prabowo dalam mengurus isu Palestina tidak terlepas dari harapan langsung masyarakat Palestina terhadap Indonesia. Menurutnya, Indonesia dipandang sebagai negara yang konsisten membela perjuangan Palestina sejak lama.

Rezasyah menjelaskan bahwa masyarakat Palestina berharap Indonesia selalu hadir dalam setiap forum internasional yang membahas masa depan mereka. Kehadiran Indonesia dianggap penting agar keputusan global tidak mengabaikan kepentingan rakyat Palestina. Hal inilah yang mendorong permintaan agar Indonesia bergabung dalam Board of Peace.

Meluruskan Persepsi Publik

Rezasyah juga menyoroti adanya persepsi keliru di masyarakat yang menganggap Indonesia seolah-olah ditarik masuk ke Board of Peace oleh kekuatan besar. Menurutnya, anggapan tersebut tidak tepat. Ia menegaskan bahwa permintaan justru datang dari Palestina sendiri yang menginginkan Indonesia berada di dalam forum tersebut.

Ia menyatakan bahwa selama ini masyarakat Palestina selalu meminta agar Indonesia terlibat dalam setiap keputusan penting terkait Palestina. Hal itu dilakukan agar ada negara yang dipercaya mampu menyuarakan kepentingan mereka secara adil. Rezasyah menilai, fakta ini belum banyak diketahui publik sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Harapan Terhadap Peran Indonesia

Lebih lanjut, Rezasyah menambahkan bahwa kehadiran Indonesia di Board of Peace diharapkan mampu memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia sekaligus memperkuat dukungan internasional bagi Palestina. Menurutnya, kedua tujuan tersebut dapat berjalan seiring tanpa saling bertentangan. Indonesia dapat tetap menjaga prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Ia juga membenarkan bahwa alasan Indonesia bergabung dalam Board of Peace, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo, memang merupakan bagian dari permintaan Palestina. Rezasyah menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan kepercayaan dan harapan besar terhadap peran Indonesia. Dengan posisi tersebut, Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan dialog dan perdamaian yang kredibel di tingkat global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index