BMKG

Peringatan Dini BMKG Februari 2026 Waspada Hujan Lebat Angin Kencang Nasional

Peringatan Dini BMKG Februari 2026 Waspada Hujan Lebat Angin Kencang Nasional
Peringatan Dini BMKG Februari 2026 Waspada Hujan Lebat Angin Kencang Nasional

JAKARTA - BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca pada awal Februari 2026. 

Pada periode 4 hingga 5 Februari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diperkirakan meluas di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini dipicu oleh aktifnya beberapa sistem atmosfer yang memengaruhi pola hujan secara signifikan.

Dalam rilis resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan bahwa peningkatan curah hujan berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi. Risiko yang menyertai antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor di wilayah rawan. Selain hujan, angin kencang juga berpotensi terjadi dan dapat memperburuk dampak cuaca ekstrem.

BMKG menegaskan bahwa peringatan dini ini disampaikan sebagai langkah mitigasi awal. Informasi tersebut diharapkan menjadi acuan penting bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait dalam mengambil langkah antisipatif. Kesiapsiagaan dinilai krusial agar dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin selama periode cuaca ekstrem berlangsung.

Kondisi atmosfer yang tidak stabil pada awal Februari ini juga dipengaruhi oleh anomali suhu permukaan laut dan aktivitas angin regional. Kombinasi faktor tersebut membuat potensi hujan lebat tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan tersebar dari barat hingga timur Indonesia. Oleh karena itu, BMKG mengimbau seluruh pihak untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca.

Gambaran Umum Potensi Cuaca Ekstrem Awal Februari

BMKG menjelaskan bahwa awal Februari 2026 masih berada dalam fase musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Pada fase ini, pertumbuhan awan hujan relatif masif dan dapat berkembang cepat. Kondisi tersebut meningkatkan peluang hujan dengan durasi panjang serta intensitas tinggi.

Wilayah dengan topografi berbukit dan daerah aliran sungai menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus. Curah hujan tinggi dalam waktu singkat berpotensi memicu longsor dan banjir bandang. BMKG mengingatkan agar masyarakat yang tinggal di wilayah rawan meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

Selain itu, angin kencang yang menyertai hujan lebat juga berpotensi menimbulkan kerusakan. Pohon tumbang, atap rumah rusak, serta gangguan transportasi bisa terjadi jika tidak diantisipasi. Oleh sebab itu, BMKG menyarankan masyarakat mengamankan barang di luar rumah dan menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca memburuk.

Informasi peringatan dini ini akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer. BMKG meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak bersumber resmi. Pemantauan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG dinilai penting untuk memperoleh informasi yang akurat.

Peringatan Dini Hujan Tanggal 4 Februari 2026

Pada 4 Februari 2026, BMKG memetakan sejumlah wilayah yang masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, dan Banten. Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, serta Nusa Tenggara Barat juga masuk dalam kategori ini.

Di kawasan Kalimantan, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Sementara di Sulawesi, wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara turut masuk dalam daftar waspada.

Untuk kawasan timur Indonesia, BMKG mencatat potensi hujan di Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan. Kondisi ini menunjukkan sebaran hujan yang cukup merata di berbagai pulau besar Indonesia.

Sementara itu, kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada 4 Februari 2026 ditetapkan untuk DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Wilayah-wilayah ini diminta meningkatkan kesiapsiagaan karena potensi dampak yang lebih besar.

Potensi Angin Kencang Menyertai Hujan Lebat

Selain hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait angin kencang pada 4 Februari 2026. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Angin kencang berpotensi terjadi secara tiba-tiba dan dapat memperparah kondisi saat hujan turun. Kecepatan angin yang meningkat dapat menyebabkan gelombang tinggi di perairan sekitar wilayah tersebut. Nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau lebih berhati-hati.

BMKG juga mengingatkan potensi gangguan pada penerbangan dan transportasi darat akibat cuaca buruk. Jarak pandang yang menurun serta kondisi jalan licin dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, masyarakat diminta menunda perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Peringatan angin kencang ini bersifat antisipatif dan dapat berubah sesuai dinamika atmosfer. Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi terbaru dari BMKG.

Peringatan Dini Hujan Tanggal 5 Februari 2026

Memasuki 5 Februari 2026, BMKG memprediksi potensi hujan masih cukup signifikan. Kategori waspada hujan sedang hingga lebat mencakup Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung.

Di Pulau Jawa, wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga berpotensi mengalami hujan. Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur turut masuk dalam daftar wilayah waspada.

Untuk Kalimantan, hujan diperkirakan terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Sementara di Sulawesi, wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara berpotensi terdampak.

Kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada 5 Februari 2026 ditetapkan untuk Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Wilayah ini diimbau meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir dan longsor.

Imbauan BMKG dan Langkah Antisipasi Masyarakat

BMKG menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Membersihkan saluran air, memantau kondisi lingkungan sekitar, serta menghindari wilayah rawan longsor menjadi langkah sederhana namun krusial.

Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait. Kesiapan infrastruktur, sistem peringatan dini lokal, serta kesiapan tim tanggap darurat menjadi faktor penting dalam menghadapi cuaca ekstrem.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Informasi cuaca yang akurat dapat membantu pengambilan keputusan yang tepat. Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan dampak cuaca ekstrem pada 4 dan 5 Februari 2026 dapat diminimalkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index