JAKARTA - Langkah cepat pemerintah merespons dinamika pasar keuangan kembali menjadi sorotan pelaku pasar.
Di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan yang sempat terkoreksi tajam, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai perubahan di jajaran pimpinan otoritas keuangan justru membawa pesan positif. Menurutnya, sikap bertanggung jawab para pimpinan lembaga menjadi sinyal penting bagi investor bahwa tata kelola pasar modal Indonesia dijaga secara serius dan transparan.
Purbaya menegaskan pemerintah tidak ingin membiarkan kekosongan kepemimpinan di sektor strategis berlarut-larut. Oleh karena itu, proses pembentukan Panitia Seleksi pimpinan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan segera dipercepat. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga sekaligus memulihkan kepercayaan investor di tengah sentimen global yang menantang.
Langkah Cepat Pemerintah Menyikapi Dinamika Pasar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah administratif dengan menyurati Bank Indonesia dan pihak-pihak terkait. Surat tersebut berisi permintaan agar masing-masing institusi mengirimkan perwakilan untuk bergabung dalam Panitia Seleksi pimpinan Dewan Komisioner OJK. Proses ini menjadi kewajiban pemerintah setelah tiga posisi pimpinan OJK resmi kosong.
“Ini kami sedang kirim surat ke BI dan pihak-pihak terkait untuk kirim perwakilan sebagai pansel. Untuk yang private dari masyarakatnya kami akan kontak satu-satu untuk menjadi anggota pansel,” kata Purbaya, dikutip Rabu (4/2/2026).
Ia menekankan bahwa pembentukan pansel tidak bisa ditunda terlalu lama. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, pemerintah wajib bergerak cepat agar tidak terjadi kekosongan jabatan yang berpotensi mengganggu pengawasan sektor jasa keuangan. Menurutnya, keberlanjutan kepemimpinan di OJK merupakan faktor krusial dalam menjaga stabilitas pasar.
Urgensi Pembentukan Panitia Seleksi OJK
Sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Purbaya menilai keberadaan pimpinan definitif OJK sangat penting. Ia mengingatkan bahwa aturan hukum telah menggariskan batas waktu yang jelas terkait pembentukan pansel. Penundaan dinilai dapat memunculkan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar.
“Harusnya sebenarnya sekarang sudah paling telat kalau kita ikuti undang-undang yang ada sekarang,” terang Purbaya.
Dengan segera dibentuknya pansel, pemerintah berharap proses seleksi pimpinan OJK dapat berjalan transparan dan kredibel. Panitia seleksi nantinya akan diisi oleh unsur pemerintah, akademisi, profesional sektor keuangan, serta tokoh masyarakat. Komposisi tersebut diharapkan mampu menghadirkan figur-figur yang memiliki integritas dan kompetensi tinggi.
Pengunduran Diri Pimpinan OJK Dinilai Sinyal Positif
Dalam sebuah dialog yang dihadirinya, Purbaya menyampaikan pandangannya terkait pengunduran diri Ketua, Wakil Ketua, dan salah satu Anggota Dewan Komisioner OJK. Ia menilai langkah tersebut sebagai sinyal yang baik bagi investor pasar modal. Menurutnya, tanggung jawab moral para pimpinan menjadi pesan kuat bahwa otoritas pasar tidak menutup mata terhadap dinamika yang terjadi.
Purbaya menyebut, koreksi tajam IHSG yang dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International merupakan peristiwa serius. Dalam kondisi seperti itu, pimpinan lembaga terkait dinilai perlu mengambil sikap tegas dan bertanggung jawab. Langkah pengunduran diri dianggap sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik dan investor.
Tanggung Jawab OJK Dan BEI Terhadap IHSG
Purbaya juga menyinggung peran OJK dan Bursa Efek Indonesia dalam mengelola dan mengendalikan pasar. Menurutnya, ketika pasar mengalami koreksi yang dalam, pimpinan lembaga harus siap bertanggung jawab. Hal tersebut termasuk Direktur Utama BEI yang turut mengundurkan diri lebih dulu.
“Ketika pasar mengalami koreksi mendalam, maka mereka seharusnya bertanggung jawab. Karena kami tahu bahwa mereka tidak merespons apa yang diinginkan MSCI, dan OJK bertanggung jawab mengendalikan pasar. Keduanya [BEI dan OJK] bertanggung jawab atas hal tersebut, termasuk Ketua OJK. Menurut saya itu adalah hal yang bagus, artinya mereka mengerti mereka berbuat salah dan mengambil tanggung jawab,” ujarnya dalam dialog berbahasa Inggris itu.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah memandang akuntabilitas sebagai elemen penting dalam membangun kepercayaan pasar. Investor global, menurut Purbaya, akan melihat keseriusan otoritas dalam menjaga integritas pasar modal.
Kronologi Pengunduran Diri Pejabat Pasar Modal
Pengunduran diri pejabat pasar modal dimulai pada Jumat ketika Direktur Utama BEI Iman Rachman menyatakan mundur dari jabatannya. Langkah tersebut kemudian diikuti oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, serta Anggota OJK Inarno Djajadi pada sore hingga malam hari yang sama.
Rangkaian pengunduran diri ini terjadi di tengah tekanan pasar yang signifikan. IHSG mengalami koreksi tajam setelah muncul ultimatum dari MSCI, yang memicu kekhawatiran investor. Situasi tersebut menjadi ujian bagi otoritas pasar dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik.
Purbaya menilai, meskipun peristiwa ini cukup mengguncang, respons cepat pemerintah dan sikap bertanggung jawab para pimpinan justru dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola pasar. Dengan pembentukan pansel yang segera dilakukan, pemerintah berharap kepercayaan investor dapat pulih secara bertahap.
Melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel, pimpinan OJK yang baru diharapkan mampu memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan. Langkah ini sekaligus menjadi pesan kepada investor bahwa Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan dan iklim investasi yang sehat.