KEUANGANDIGITAL.COM — Komite Disiplin PSSI menjatuhkan denda total Rp180 juta kepada Persija Jakarta buntut pelanggaran suporter saat menjamu Persib Bandung. Sanksi itu juga mencakup larangan menggelar dua laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, yang langsung dibalas manajemen dengan rencana banding.
Denda itu tertuang dalam Surat Keputusan Komdis PSSI yang diterbitkan Kamis (17/9). Keputusan ini merujuk pada laga Persija melawan Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (12/9), yang berakhir 2-1 untuk tuan rumah.
Ketua panitia pelaksana Persija, Albinus Laurent, merinci asal muasal angka Rp180 juta tersebut. Menurutnya, ada empat komponen pelanggaran yang dihitung terpisah oleh Komdis.
Pelemparan Botol hingga Suporter Tanpa Akreditasi
Komponen pertama adalah pelemparan botol air minum ke arah tim Persib dengan denda Rp30 juta. Komponen kedua, pembakaran flare di tribune, dikenai sanksi Rp60 juta.
Pelanggaran ketiga berbobot paling besar setelah flare, yakni masuknya orang tak terakreditasi ke lapangan usai pertandingan berakhir. "Rp50 juta itu karena ada orang-orang yang tidak terakreditasi dengan ID card masuk ke lapangan saat pertandingan berakhir," kata Laurent kepada CNN Indonesia, Jumat (18/9).
Tiga komponen itu saja sudah menembus Rp140 juta. Sisanya, Rp40 juta, menyusul sebagai bagian dari hukuman tambahan berupa larangan menggelar laga kandang di tiga wilayah.
Diusir ke Gianyar, Persija Tetap Jamu Java United
Sanksi larangan kandang berlaku mulai laga melawan Java United. Alih-alih bermain di Jakarta, Persija akan menjamu Java United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (19/9) malam.
Larangan itu mencakup seluruh wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Artinya, markas besar Persija di ibu kota tak bisa dipakai selama sanksi masih berjalan.
Banding Difokuskan pada Sanksi Usiran
Manajemen Persija memastikan tidak menerima putusan tersebut begitu saja. Laurent menyebut pihaknya sedang mengumpulkan berkas memori banding untuk mengajukan perlawanan resmi.
Yang dibanding bukan seluruh isi keputusan, melainkan khusus sanksi dua laga kandang di luar Jakarta, Jawa Barat, dan Banten beserta denda tambahan Rp40 juta. "Pihak kami memang akan mengajukan banding resmi untuk membatalkan sanksi pertandingan usiran dan denda tambahan tersebut," ujarnya menegaskan.
Persija berharap proses banding rampung sebelum laga kandang berikutnya kontra Arema FC. Jika banding ditolak, The Jakmania harus menempuh perjalanan jauh lagi untuk mendukung tim kesayangan mereka di luar wilayah Jabodetabek.
Kasus ini menambah daftar panjang sanksi disiplin yang menjerat klub-klub Super League musim ini. Komdis PSSI terlihat konsisten menerapkan hukuman progresif, terutama untuk pelanggaran yang melibatkan keselamatan pemain dan ketertiban stadion.