JAKARTA - Tim nasional Spanyol menatap babak perempat final Piala Dunia 2026 dengan rasa percaya diri yang tinggi usai mendepak Portugal. Kendati demikian, skuad La Furia Roja menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak akan menganggap remeh Belgia yang menjadi penantang berikutnya.
Gol tunggal dari Mikel Merino ke gawang Portugal berhasil membawa Spanyol kembali ke Los Angeles untuk melakoni partai delapan besar melawan sesama wakil UEFA.
Bentrok antara Spanyol dan Belgia ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Los Angeles pada Sabtu (11/7/2026) mulai pukul 02.00 WIB.
Hasil positif tersebut turut melecut optimisme para pendukung Spanyol yang kini mulai berani memimpikan trofi juara dunia kedua setelah pencapaian manis pada tahun 2010 silam.
Apabila berhasil mendepak Belgia, Spanyol akan menapakkan kaki di semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya sepanjang sejarah, menyamai catatan pada edisi 1950 dan 2010.
Walaupun atmosfer luar biasa tengah menyelimuti para penggemar, kondisi di dalam ruang ganti Spanyol justru berbanding terbalik. Luis de la Fuente selaku juru taktik dilaporkan terus mengingatkan anak asuhnya untuk selalu menaruh rasa hormat kepada setiap tim lawan.
Strategi pendekatan tersebut terbukti menjadi pilar utama dari performa memukau Spanyol yang saat ini memegang rekor 35 laga resmi tanpa terkalahkan, atau 34 pertandingan jika turut menghitung laga uji coba.
Arahan yang diberikan kepada skuad Spanyol pun tidak mengalami perubahan seperti kala mereka bersiap meladeni Portugal.
"Tidak takut kepada siapa pun, tetapi menghormati semua lawan," tulis harian Marca menggambarkan perjuangan dan juga kerendahan hati tim peringkat kedua dunia tersebut.
Tim Matador menganggap Belgia memiliki kapasitas untuk membalikkan keadaan sewaktu-waktu, terlebih dengan keberadaan amunisi berkualitas di bangku cadangan seperti Romelu Lukaku.
Salah satu poin yang menjadi perhatian ekstra bagi Spanyol ialah performa apik Thibaut Courtois di bawah mistar gawang Belgia. Kiper kepunyaan Real Madrid itu diakui sebagai salah satu penjaga gawang terbaik yang ada di dunia saat ini.
Momen ini sekaligus menjadi kali kedua bagi para juru gedor Spanyol untuk berhadapan dengan sang kiper raksasa.
Pertemuan perdana mereka sudah terjadi satu dekade lalu, tepatnya pada September 2016. Kala itu, Spanyol sukses memetik kemenangan 2-0 di Brussels lewat dwigol David Silva, di mana performa Courtois belum se-ikonik sekarang.
Di samping Courtois, Setan Merah juga dipersenjatai oleh deretan pemain penuh pengalaman di segala lini.
Pada lini tengah, Youri Tielemans berperan sebagai dinamo permainan, sedangkan Charles De Ketelaere siap memberikan tusukan berbahaya dari lini kedua.
Untuk area sayap, kecepatan serta kemampuan individu Jeremy Doku dan Dodi Lukebakio dipastikan akan merepotkan, sementara Leandro Trossard tetap menjadi pilar yang krusial.
Timnas Belgia pun masih mengandalkan sentuhan dua penggawa kawakan mereka, Kevin De Bruyne dan Lukaku. Walau masing-masing telah menginjak usia 35 dan 33 tahun, keduanya terbukti masih sanggup meloloskan Belgia hingga ke fase gugur Piala Dunia.
Langkah Belgia untuk sampai ke perempat final ini pun dilalui dengan penuh liku. Mereka sempat berada di ujung tanduk ketika bersua Senegal pada babak 16 besar karena tertinggal dua gol tanpa balas hingga menit ke-86.
Namun, Belgia menunjukkan mentalitas luar biasa dengan membalikkan kedudukan lewat tiga gol, termasuk eksekusi penalti dramatis Youri Tielemans di masa injury time babak perpanjangan waktu yang menyegel kemenangan 3-2.
Pertandingan menghadapi Belgia ini juga mengembalikan memori kelam perempat final Piala Dunia 1986, saat Spanyol harus angkat koper akibat kalah adu penalti dari Belgia.
Meski begitu, armada Spanyol yang ada saat ini menilai catatan masa lalu tersebut sudah tidak berpengaruh lagi. Terlebih, sebagian besar pemain di skuad sekarang bahkan belum lahir saat laga itu dimainkan.
Berdasarkan statistik, Spanyol memang belum pernah lagi menumbangkan Belgia dalam waktu normal 90 menit sejak ajang Piala Eropa 1980.
Kendati Spanyol sukses mengemas kemenangan dalam beberapa bentrokan paling baru, tim besutan De la Fuente enggan berpaku pada angka-angka statistik tersebut.
Bagi skuad Spanyol, target utama saat ini adalah mempertahankan stabilitas performa serta menjauhkan diri dari sikap takabur demi memuluskan langkah menuju semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas.