JAKARTA - Nissan dilaporkan menggelar kampanye penarikan kembali atau recall terhadap sekitar 1.000 unit mobil mereka. Langkah ini diambil setelah ditemukan dua permasalahan berbeda pada bagian sistem transmisi yang dapat membahayakan keselamatan berkendara.
Berdasarkan laporan dari CarsCoops pada Selasa (7/7) waktu setempat, proses penarikan tersebut mencakup beberapa model kendaraan. Di antaranya adalah sedan Sentra tipe tahun 2025 serta sejumlah komponen rakitan transaxle yang terpasang pada SUV Rogue.
Mayoritas kendaraan yang masuk dalam daftar penarikan ini merupakan tipe Nissan Sentra 2025 dengan jumlah mencapai 946 unit.
Lewat investigasi internal pihak pabrikan, dicurigai bahwa poros penggerak depan bagian kiri pada mobil-mobil tersebut belum terpasang secara sempurna ke dalam sistem transmisi otomatis continuously variable transmission (CVT).
Situasi cacat produksi tersebut berisiko memicu hilangnya daya gerak kendaraan, terjadinya kebocoran pada oli transmisi, hingga risiko mobil meluncur sendiri secara tiba-tiba ketika diparkir dalam situasi tertentu.
Persoalan ini mulanya terendus pada musim gugur tahun kemarin, sesudah ada seorang pengguna yang mendapati notifikasi bertuliskan “CVT reduced power” ketika tengah memacu kendaraannya.
Saat dibawa ke bengkel untuk dicek, mekanik menemukan bunyi yang tidak wajar dari area transmisi serta adanya rembesan cairan pada poros penggerak depan sebelah kiri.
Pemeriksaan lebih mendalam memperlihatkan bahwa akar masalah bersumber dari kekeliruan pada sistem alat produksi milik pihak penyuplai. Kekurangan tersebut membikin dimensi ujung bantalan menjadi agak lebih besar dari standar ukuran asli, sehingga berakibat pada tidak sempurnanya proses perakitan poros penggerak.
Pihak Nissan mengalkulasi bahwa kerusakan nyata ini kemungkinan cuma terjadi pada kisaran 3,8 persen dari total seluruh kendaraan yang terdampak recall. Sampai dengan saat ini, produsen otomotif tersebut sudah mendulang 13 klaim garansi, tiga buah laporan teknis, serta dua keluhan langsung dari konsumennya terkait kendala itu.
Guna melakukan tindakan pembenahan, pihak diler resmi bakal mengecek kembali instalasi poros penggerak depan sisi kiri. Apabila didapati tidak cocok dengan regulasi spesifikasi, mekanik siap mengganti komponen poros penggerak sekaligus rangkaian utuh transmisi CVT-nya.
Agenda perbaikan tersebut diprediksi memakan durasi hingga di atas 10 jam, lalu surat edaran pemberitahuan kepada para pemilik mobil dipersiapkan untuk meluncur pada awal bulan mendatang.
Di samping model Sentra, Nissan turut menarik sebanyak 42 unit rakitan transmisi yang diaplikasikan pada model Rogue dari tahun produksi 2022 sampai 2026.
Komponen-komponen itu sebagian besar adalah suku cadang hasil rekondisi yang disinyalir mengalami malafungsi pada perangkat keras internalnya, yang menyebabkan kegagalan memunculkan indikator posisi gigi transmisi di layar instrumen—sebuah kondisi yang menyalahi standar keselamatan kendaraan bermotor federal.
Problem sekunder ini awalnya dijumpai pada Januari lalu, ketika berlangsung peninjauan mutu berkala pada unit Rogue 2026 di fasilitas pabrik perakitan Nissan yang terletak di Smyrna, Tennessee.
Hasil penelusuran memperlihatkan adanya kerusakan pada bagian internal sakelar penghambat di area rakitan katup kontrol transmisi, yang memicu hilangnya pasokan sinyal posisi gigi. Efeknya, penunjuk posisi transmisi tidak bakal muncul pada area dasbor dan sistem transmisi rawan macet pada posisi gigi netral.
Sejauh ini, Nissan sudah menghimpun 48 laporan teknis dan juga 106 klaim jaminan garansi berkaitan dengan kendala sistem tersebut.
Pihak diler nantinya akan memeriksa nomor kode produksi dari rakitan katup kontrol transmisi, dan seluruh komponen yang terbukti berasal dari nomor produksi bermasalah akan langsung diganti secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun dari pemilik kendaraan.