Jembatan Enang-Enang Diperkuat, Kendaraan Besar Dilarang Lewat

Rabu, 08 Juli 2026 | 20:07:31 WIB
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian. (Foto: NET)

JAKARTA - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menetapkan bahwa Jembatan Enang-Enang yang berlokasi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, bakal terus dioperasikan melalui metode penguatan struktur demi merespons keinginan warga setempat.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menyampaikan di Jakarta pada Rabu, jika ketetapan ini diperoleh usai melakukan peninjauan secara langsung ke wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Selasa (7/7).

Tito menyebutkan ada tiga poin penanganan di area itu yang telah disetujui pemerintah, antara lain pelebaran serta perbaikan jalur alternatif Simpang Werlah, pendirian jembatan permanen oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sekaligus mempertahankan operasional Jembatan Enang-Enang lewat penguatan struktur.

"Kami sudah sepakat. Pertama, jalan alternatif Werlah akan diperlebar dan diperbaiki oleh Balai PU. Kedua, jembatan permanen akan tetap dibangun oleh Kementerian PU karena memang penting untuk masyarakat Tanah Gayo. Ketiga, Jembatan Enang-Enang tetap difungsikan, tetapi akan diperkuat dan dipelajari lagi struktur teknisnya oleh Balai PU. Saya akan terus memonitor perkembangannya," kata Tito.

Tito memaparkan bahwa langkah untuk mempertahankan operasional Jembatan Enang-Enang ini bertumpu pada keperluan warga, mengingat rute tersebut menjadi akses paling kilat menuju pusat kegiatan ekonomi, sekolah, serta fasilitas pelayanan publik.

Kendati begitu, angkutan dengan muatan berat dilarang melintas untuk sementara waktu sampai proses analisis teknis mengenai kondisi jembatan rampung dikerjakan.

"Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah. Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan. Tapi untuk kendaraan bertonase besar belum bisa dilewati karena kami tidak ingin terjadi kecelakaan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini mengonfirmasi bahwa proyek penguatan Jembatan Enang-Enang bakal selekasnya berjalan memakai konstruksi beton siklop pada bagian fondasi serta abutment yang terdampak kerusakan akibat bencana.

"Material sebagian sudah sampai di lokasi dan dalam minggu ini pekerjaan perkuatan akan kami mulai," katanya.

Bukan cuma penanganan jangka pendek, BPJN Aceh pun tengah mengagendakan pembangunan jembatan permanen anyar dengan bentang berkisar 300 meter di area dekat Jembatan Enang-Enang. 

Finalisasi desain diproyeksikan selesai pada tahun 2026, sedangkan pengerjaan fisik dijadwalkan bergulir pada 2027 mendatang usai telaah teknis selesai.

Pihak pemerintah juga bakal memperlebar jalur alternatif Simpang Werlah dari ukuran empat meter menjadi enam meter, sekaligus mendirikan jembatan permanen di rute itu supaya angkutan bermuatan berat tetap memperoleh akses jalan selama masa pembangunan berjalan.

Terkini