Opel Pastikan Astra Generasi Terbaru Tetap Hadir dalam Versi Wagon

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:44:03 WIB
CEO Opel, Florian Huettl. (Foto: NET)

JAKARTA - Industri otomotif di Eropa saat ini sedang menumpahkan fokusnya pada kendaraan jenis SUV dan jarang ada yang melirik model station wagon. Meski demikian, Opel mengambil keputusan yang berbeda.

CarsCoops pada Jumat (3/7) waktu setempat, mengabarkan jika produsen asal Jerman tersebut memastikan generasi teranyar Astra bakal tetap tersedia dalam varian wagon, walaupun besar kemungkinan format hatchback yang menjadi ciri khas model ini selama puluhan tahun akan ditinggalkan.

Pernyataan tersebut diutarakan langsung oleh CEO Opel, Florian Huettl. Dirinya menjelaskan bahwa Astra generasi teranyar tidak mesti mempertahankan wujud hatchback konvensional, tetapi varian station wagon dipastikan bertahan guna mencukupi keperluan pasar domestik di Jerman.

“Yang bisa saya katakan adalah akan ada station wagon, karena itulah yang dibutuhkan pasar kami di Jerman dan itulah yang akan kami hadirkan,” ujar Huettl.

Kebijakan ini tergolong mencengangkan, sebab banyak pabrikan otomotif yang mulai menjauhi segmen wagon agar bisa berkonsentrasi pada SUV yang menjanjikan margin profit lebih tinggi. Malahan, Hyundai Motor Company baru-baru ini memberi sinyal bakal menyudahi model i30 Wagon demi mengalihkan investasinya pada pembuatan SUV.

Astra sendiri sebetulnya sudah tersedia dalam wujud hatchback serta wagon semenjak pertama kali diluncurkan 35 tahun silam. Generasi teranyar yang mengaspal pada 2021 merupakan kerabat dekat Peugeot 308, dan memperoleh pembaruan pada akhir 2025 demi menjaga daya saing terhadap kompetitor layaknya Volkswagen Golf serta Toyota Corolla.

Suksesor dari Astra ini dijadwalkan meluncur sebelum akhir dekade ini dan bakal dirakit memanfaatkan platform anyar STLA One kepunyaan grup Stellantis. Platform itu kompatibel untuk bermacam tipe penggerak, mulai dari mesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik murni.

Huettl menegaskan bahwa Astra generasi baru “pasti akan menjadi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV)”, walaupun Opel masih menimbang bauran sistem penggerak yang paling pas dengan keperluan pasar.

Di samping itu, Opel pun menganggap teknologi range extender dapat menjadi opsi menarik untuk masa peralihan menuju elektrifikasi, walau teknologi itu masih menemui kendala sewaktu dipacu dalam kecepatan tinggi di jalan raya Jerman.

Dari aspek manufaktur, Opel menjamin Astra generasi teranyar akan tetap diproduksi di pabrik mereka yang berlokasi di Rüsselsheim, Jerman, yang bakal memperoleh kucuran investasi baru. 

Langkah untuk mempertahankan Astra Wagon ini membuktikan bahwa di tengah tren SUV yang dominan, Opel tetap melihat potensi besar pada kendaraan keluarga yang mementingkan kelapangan kabin serta fungsionalitas.

Terkini