Bank Mantap Kejar Target CASA 30 Persen demi Tekan Biaya Dana

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:11:34 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) kini tengah memprioritaskan peningkatan porsi dana murah atau current account saving account (CASA) menuju kisaran 30 persen. Langkah ini diambil sekaligus untuk memangkas ketergantungan pada instrumen deposito demi menekan biaya dana (cost of fund/CoF).

"Pada prinsipnya, kalau kita membesarkan tabungan dan giro dengan bunga lebih sedikit saja lebih mahal dibandingkan dengan yang ada di pasar, tapi lebih murah dari kami punya deposito, saya yakin cost of fund-nya akan turun," kata Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan di Ubud, Bali, Sabtu (4/7/2026).

Panji mengungkapkan bahwa sepanjang hampir 11 tahun perjalanannya, Bank Mantap memang lebih bertumpu pada deposito sebagai sumber pendanaan. Sumber tersebut dinilai sudah mencukupi untuk menopang ekspansi kredit pensiunan sekaligus menghasilkan margin yang memadai. 

Faktor inilah yang membuat penghimpunan giro maupun tabungan belum menjadi prioritas utama korporasi. Namun, dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan terakhir, perusahaan mulai serius memperkuat lini dana murah tersebut.

Strategi ini diakselerasi melalui optimalisasi berbagai layanan digital, seperti aplikasi Movin, transaksi QRIS, hingga layanan Mantap Cash Management (MCM) guna menarik volume dana murah yang lebih besar. 

Menurut Panji, taktik tersebut sempat berhasil membawa biaya dana turun hingga menyentuh 4,02 persen, mendekati level di bawah 4 persen yang menjadi rekor paling rendah sepanjang sejarah Bank Mantap. Sayangnya, lonjakan suku bunga pasar sejak Juni 2026 kembali mengerek naik biaya dana tersebut.

"Cost of fund turun nyaris ke 4,02 persen. Tetapi begitu Juni, naik lagi suku bunga di pasar, tidak bisa kami di bawah 4 persen. Sebetulnya kalau kemarin tidak ada likuiditas ketat di market, kami optimis sekali," kata Panji.

Di sisi lain, Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mandiri Taspen Agus Syaiful Anwar memaparkan bahwa posisi rasio CASA perusahaan selama ini tertahan di kisaran 20 persen hingga 23 persen.

"CASA kami itu dalam 11 tahun itu rasionya kurang lebih di kisaran 20 persen sampai 22-23 persen. Jadi, stagnan di angka itu. Nah, ini kami pengin dorong kalau bisa di 30-40 persen," kata Agus.

Demi merealisasikan target lonjakan CASA tersebut, Agus menguraikan bahwa Bank Mantap menawarkan produk giro dengan tingkat suku bunga yang kompetitif, membidik ekosistem korporasi serta instansi lewat metode value chain, sekaligus memperkaya fitur pada aplikasi Movin agar bisa menjaring nasabah dari luar kategori pensiunan. 

Korporasi juga tengah menjajaki kolaborasi bersama Pegadaian untuk produk investasi emas serta dengan penyedia platform crowdfunding untuk memperluas variasi layanan digitalnya.

"Karena kalau mengandalkan pensiunan, memang ceruk market atau ceruk potensi CASA-nya segitu-segitu saja karena income-nya mereka dari gaji yang relatif tidak terlalu signifikan pertumbuhannya," kata Agus.

Mengenai aspek likuiditas, ia mengakui bahwa kompetisi dalam menghimpun dana masyarakat semakin sengit imbas dari kenaikan suku bunga acuan. 

Walau begitu, Agus memastikan bahwa kondisi likuiditas internal perusahaan masih berada dalam posisi yang aman. Korporasi berhasil menjaga loan to funding ratio (LFR) pada rentang 85-90 persen, yang mana angka ini lebih rendah dan aman ketimbang capaian tahun lalu yang berada di level 95-96 persen.

Merujuk pada laporan keuangan Bank Mantap per akhir Mei 2026, perolehan dana murah yang bersumber dari giro dan tabungan melonjak 52,97 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga menyentuh Rp15,67 triliun. Melalui capaian tersebut, rasio CASA perseroan kini bertengger di angka 26,32 persen.

Pada periode yang sama, instrumen deposito tumbuh sebesar 6,38 persen (yoy) menjadi Rp43,87 triliun. Alhasil, total dana pihak ketiga (DPK) terkumpul naik hingga 15,65 persen (yoy) menjadi Rp59,53 triliun. 

Sementara dari fungsi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mantap tumbuh positif 10,21 persen (yoy) menjadi Rp52,52 triliun, didukung oleh pertumbuhan total aset yang melonjak 14,40 persen (yoy) mencapai Rp78,43 triliun per akhir Mei 2026.

Terkini