Alasan Gol Menit Akhir Kroasia Dianulir, Portugal Lolos 16 Besar

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:16:02 WIB
Kroasia vs Portugal. (Foto: NET)

JAKARTA - Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan tim nasional Portugal melawan Kroasia berakhir dengan penuh drama. Pasukan Portugal berhasil membalikkan keadaan dan menyudahi laga dengan keunggulan 2-1 atas Kroasia.

Pertemuan antara kedua tim di babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini digelar di Toronto Stadium pada Jumat (3/7/2026) pagi. Portugal sempat berada dalam situasi sulit setelah tertinggal 0-1 lebih dulu akibat gol yang dicetak oleh Ivan Perisic pada menit ke-53.

Kendati demikian, Cristiano Ronaldo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui eksekusi titik putih pada menit ke-68. Ketegangan memuncak di masa injury time ketika pemain pengganti, Goncalo Ramos, berhasil memanfaatkan umpan silang Rafael Leao lewat sebuah sundulan. Gol tersebut membawa Portugal berbalik unggul 2-1 pada menit 90+4.

Kroasia sebenarnya sempat menggetarkan jala gawang lawan untuk menyamakan skor pada menit 90+13. Namun, setelah dilakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut akhirnya dibatalkan oleh wasit.

Wasit menilai bahwa Mario Pasalic telah berada dalam posisi offside sebelum bola dilesakkan oleh Josko Gvardiol ke gawang Portugal. Momen tersebut berawal dari operan silang Ivan Perisic yang kemudian diteruskan melalui sundulan Igor Matanovic. 

Bola lalu sempat mengenai kepala pemain bertahan Portugal, Renato Veiga, sebelum akhirnya mengarah ke Pasalic dan diselesaikan menjadi gol oleh Gvardiol.

Skuat Kroasia sempat mengajukan protes keras lantaran mereka sangat yakin gol itu sah dan jalannya laga semestinya dilanjutkan ke babak tambahan waktu. 

Akan tetapi, teknologi canggih sensor IMU berfrekuensi 500Hz yang tertanam pada bola resmi Adidas Trionda menunjukkan bahwa kontak aktif terakhir sebelum bola mengenai Veiga berasal dari sundulan tipis Matanovic.

Melalui sensor tersebut, getaran mikro (snick) ketika terjadi sentuhan dengan bola dapat terekam secara jelas, sehingga sangat membantu petugas VAR dalam memastikan urutan sentuhan secara presisi. Berdasarkan regulasi Laws of the Game, pantulan bola yang tidak disengaja (deflection) dari Renato Veiga tidak membatalkan status offside.

Oleh karena Pasalic sudah berdiri di posisi offside saat Matanovic memberikan sentuhan terakhir, maka gol dari Kroasia tersebut resmi dinyatakan tidak sah.

Berikut bunyi Laws of the Game IFAB Pasal 11.2 tentang Pelanggaran Offside:

Momen Penentuan Offside

"A player in an offside position at the moment the ball is played or touched by a team-mate..." (Artinya, posisi offside dinilai saat bola pertama kali dimainkan atau disentuh oleh rekan setim, bukan setelah mengenai lawan.)

Deflection Tidak Menghapus Offside

"...gaining an advantage by playing the ball... when it has rebounded or been deflected off... an opponent." Ini berarti jika bola hanya memantul (deflection) dari pemain lawan, status offside tetap berlaku.

Kapan Sentuhan Lawan Menghapus offside?

"A player in an offside position receiving the ball from an opponent who deliberately played the ball... is not considered to have gained an advantage..." 

Jadi hanya jika bek benar-benar melakukan deliberate play (menguasai dan sengaja memainkan bola, misalnya mengoper atau menyapu bola dengan kontrol), maka offside "di-reset". Kalau hanya terkena badan atau kepala sebagai deflection, offside tetap dihitung.

Keputusan dari sang pengadil lapangan tersebut langsung disambut dengan sukacita oleh pihak Portugal yang memastikan diri meraih tiket lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meski begitu, Portugal tidak bisa bersantai begitu saja sebab di fase 16 besar nanti mereka sudah ditunggu oleh salah satu tim kandidat juara, Spanyol.

Terkini