JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membukukan total transaksi digital sebanyak kurang lebih 191 juta transaksi sampai dengan Juni 2026. Capaian ini sudah memenuhi sekitar 63% dari target transaksi digital di sepanjang tahun ini yang ditetapkan pada angka 300 juta transaksi.
SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menjelaskan, perolehan ini dipicu oleh kenaikan pemakaian aplikasi Balé by BTN. Sampai paruh pertama tahun 2026, Balé by BTN mencatatkan kisaran 63,1 juta transaksi atau melesat sekitar 88% secara tahunan (year on year/yoy), sehingga menjadi penyumbang paling besar untuk transaksi digital perusahaan.
"Balé by BTN menjadi super app yang menyediakan berbagai layanan mulai dari transfer dana, pembayaran, pembelian, transaksi QRIS hingga fitur lifestyle. Kelengkapan layanan ini mendorong peningkatan frekuensi transaksi sekaligus memperkuat keterikatan nasabah dengan ekosistem digital BTN," ujar Thomas, Kamis (2/7/2026).
Aktivitas digital yang paling sering digunakan oleh nasabah meliputi transfer via BI-FAST, pengiriman dana antar rekening BTN maupun bank lain, transaksi QRIS, pembelian token listrik, pembayaran tagihan air seperti PDAM, hingga pengisian saldo dompet digital.
Thomas mengatakan bahwa kenaikan transaksi digital ini juga ikut menyumbang dampak positif bagi peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income) serta pengumpulan dana murah.
Demi mengejar sasaran 300 juta transaksi pada akhir tahun nanti, perusahaan akan bertumpu pada beberapa faktor pendorong, baik yang berasal dari eksternal maupun internal.
Dari aspek luar, kenaikan diproyeksikan akan dipicu oleh kian masifnya pemanfaatan QRIS, perputaran ekonomi yang meningkat, serta pergeseran kebiasaan publik yang makin bergantung pada kemudahan digital.
Di sisi lain, dari aspek dalam, BTN bakal konsisten mendongkrak total pengguna aktif aplikasi Balé by BTN, menambah variasi fitur layanan, serta memperlebar ekosistem merchant dan kolaborasi strategis.
Bukan cuma fokus memacu kenaikan transaksi, BTN pun sedang merancang rentetan terobosan digital teranyar. Thomas mengungkapkan bahwa perusahaan berniat menyajikan instrumen investasi digital seperti reksadana dan Surat Berharga Negara (SBN), penerapan QRIS Tap dan QRIS Transfer, serta fasilitas Tabungan Emas dan paylater.
Langkah inovasi yang beragam ini dinilai mampu memperluas jangkauan publik terhadap fasilitas keuangan digital, menaikkan kepuasan nasabah, sekaligus memperkokoh kemajuan lini bisnis digital BTN secara jangka panjang.