Puan Minta Pelatihan SPPI KDKMP Fokus pada Bidang Manajerial Saja

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:10:32 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: NET)

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan arahan agar diklat yang diberikan kepada para peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) demi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) dititikberatkan pada ranah pendidikan manajerial saja.

Pernyataan tersebut dia utarakan demi menanggapi adanya langkah peninjauan ulang terhadap latihan dasar militer (latsarmil) pada program itu. Puan menilai, peninjauan pasca jatuhnya korban jiwa dari sejumlah peserta tersebut wajib dijalankan secara total.

"Sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan," kata Puan saat konferensi pers usai rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Mengenai wafatnya beberapa peserta SPPI KDKMP dan KNMP tersebut, dia juga mengutarakan rasa duka cita yang amat mendalam. Puan menegaskan, insiden fatal yang sampai merenggut nyawa seperti ini tidak boleh terjadi lagi di masa depan.

Dia menambahkan, pihak DPR RI bakal mengawasi sekaligus mengawal jalannya proses peninjauan kembali atas sistem pelatihan program tersebut untuk kemudian ditindaklanjuti.

"Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh," katanya.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan sebelumnya telah menyetop agenda latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diproyeksikan sebagai calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (29/6/2026)

Langkah perombakan ini diambil sesudah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kembali mekanisme pembelajaran yang berjalan, buntut dari tewasnya lima orang peserta latsarmil. Melalui kebijakan evaluasi ini, Rico menjamin bahwa seluruh aktivitas fisik maupun materi yang bersinggungan dengan latihan tempur militer akan dipangkas.

Terkini