Menteri PPN Minta Mahasiswa Aktif Organisasi dan Beri Teladan

Senin, 29 Juni 2026 | 19:38:01 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy menyatakan bahwa kaum mahasiswa wajib mengasah kapasitas kepemimpinan serta pengabdian mereka kepada masyarakat luas.

“Yang kami harapkan dari kalian adalah meneruskan cita-cita para pendiri bangsa. Kalau semangat itu tidak ada, selesai. Mahasiswa tidak selamanya belajar dari buku. Mahasiswa juga harus aktif dalam organisasi, menjadi pemimpin bagi sesama mahasiswa, dan menunjukkan keteladanan. Pemimpin adalah mereka yang memimpin dengan memberi contoh. Kalau tidak bisa memberikan keteladanan, dia bukan pemimpin,” tuturnya ketika menyambut audiensi Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang dikomandoi oleh Ketua Umum KMHDI Wayan Ardhi Adyana dalam rilis resmi di Jakarta, Senin (29/6/2029).

Ia menekankan bahwa jiwa kepemimpinan yang punya integritas, daya juang terhadap cita-cita tanah air, serta kepekaan pada masalah sosial warga merupakan pilar krusial bagi kaum muda untuk menyokong jalannya pembangunan nasional.

Bukan hanya itu, Menteri Rachmat Pambudy menggarisbawahi bahwa program pembangunan wajib berkonsentrasi pada pengentasan bermacam problem fundamental yang masih melanda negara, di antaranya kemiskinan, disparitas, ketidakadilan, hingga minimnya lapangan pekerjaan. 

Langkah ini dijalankan lewat pemerintah selaku motor penggerak utama dengan ditopang oleh publik sekaligus generasi muda.

“Pembangunan harus inklusif. Tidak boleh ada satu pun yang tertinggal atau no one left behind. Kelompok-kelompok kecil juga harus mendapat perhatian yang sama. Prinsip ini tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata dan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Dalam pertemuan itu, Wayan menjabarkan beragam agenda organisasi yang bertumpu pada proses kaderisasi, peningkatan potensi mahasiswa Hindu, pengasahan talenta, sektor pendidikan, aksi sosial, hingga pemberdayaan warga lokal.

Wayan turut mengutarakan beberapa agenda strategis yang kini sedang berjalan, seperti pembangunan pusat aktivitas KMHDI, program edukasi dan beasiswa, perluasan kemitraan dengan kampus keagamaan Hindu, hingga pembentukan desa binaan sebagai wadah penerapan pengabdian masyarakat bagi seluruh kader.

Pertemuan tersebut dijadikan momentum buat memperkokoh sinergi antara pihak birokrasi dan wadah kemahasiswaan demi memacu pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, berkarakter, serta kompetitif, sekaligus menyokong terciptanya pembangunan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Terkini