Kemendikdasmen-TNI Percepat Rehabilitasi Sekolah Terdampak di Aceh

Rabu, 24 Juni 2026 | 17:19:02 WIB
Mendikdasmen Mu’ti. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah serta TNI AD guna mengakselerasi pemulihan layanan pendidikan pasca terjadinya bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.

Dalam kunjungan untuk meninjau perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah di Aceh, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pemerintah menargetkan mayoritas sekolah yang terdampak sudah dapat kembali difungsikan pada tahun ajaran 2026/2027.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran TNI AD yang telah bermitra dengan kami dalam proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Terkait sekolah yang masih dalam tahapan menunggu pembangunan atau relokasi, pihak Kemendikdasmen telah menyiapkan ruang kelas darurat yang lebih memadai agar proses belajar mengajar tetap dapat berjalan.

“Mudah-mudahan proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi dapat diselesaikan secepatnya, sehingga anak-anak Aceh dapat kembali belajar secara optimal di sekolahnya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa salah satu lokasi yang tengah diperbaiki adalah SD Negeri Utue. Sekolah yang berdiri sejak 1984 tersebut mengalami kerusakan pada sejumlah ruang kelas, plafon, toilet, hingga sistem drainase yang memicu genangan air saat hujan turun.

Pada tahun ini, Mu'ti menjelaskan bahwa SD Negeri Utue menerima alokasi anggaran senilai Rp1,83 miliar. 

Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi lima ruang kelas, tiga paket toilet, satu ruang administrasi, pembangunan ruang UKS, delapan paket perabot ruang kelas, satu paket perabot perpustakaan, dua paket perabot ruang UKS, serta tiga paket penataan lingkungan.

Dalam kesempatan serupa, Komandan Pelaksana Rehabilitasi, Letkol Inf Arino Vranta Sinurat, menyebutkan bahwa SD Negeri Utue adalah bagian dari program rehabilitasi untuk 190 sekolah terdampak bencana di wilayah Aceh.

“Di Provinsi Aceh terdapat 190 sekolah yang direhabilitasi oleh TNI AD akibat dampak bencana hidrometeorologi. Khusus di SD Negeri Utue, kami mengerjakan tujuh ruang kelas, dua ruang administrasi, kamar mandi, pengadaan mebel, serta penataan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Arino memaparkan bahwa pengerjaan dilakukan melalui pola swakelola tipe II yang mengintegrasikan tenaga profesional sipil dengan personel TNI.

“Kami melibatkan delapan tenaga tukang sipil dan tiga personel TNI yang bekerja bersama agar pembangunan berjalan efektif dan selesai sesuai target,” katanya.

Kepala SD Negeri Utue, Suwarni, menyambut positif pola pembangunan yang dilakukan karena tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar.

“Alhamdulillah, kami tidak perlu merelokasi siswa ke tempat lain. Pekerjaan dilakukan bertahap, sehingga ruang yang masih layak dapat digunakan untuk belajar. Guru dan TNI juga bersama-sama memastikan keamanan siswa selama proses pembangunan,” ujarnya.

Melalui sinergi antara Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan TNI AD, rehabilitasi sekolah di Aceh diharapkan tidak sekadar memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga mampu menghadirkan kembali ruang belajar yang aman dan nyaman bagi ribuan siswa pascabencana.

Terkini