Uang Beredar M2 Mei 2026 Tumbuh 10,8 Persen Capai Rp10.415,9 T

Selasa, 23 Juni 2026 | 19:38:31 WIB
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. (Foto: NET)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas ekonomi atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 mengalami pertumbuhan lebih tinggi, yakni sebesar 10,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga menembus angka Rp10.415,9 triliun.

“Pada Mei 2026, M2 tumbuh sebesar 10,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 sebesar 9,2 persen (yoy) sehingga mencapai Rp10.415,9 triliun,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa perkembangan tersebut didorong oleh kenaikan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3 persen (yoy) serta uang kuasi sebesar 6,0 persen (yoy).

Tren pertumbuhan M2 pada Mei 2026 terutama dipicu oleh penyaluran kredit serta aktiva luar negeri bersih.

Penyaluran kredit tercatat tumbuh sebesar 10,8 persen (yoy), meningkat dibandingkan capaian pada April 2026 yang sebesar 9,4 persen (yoy).

Perlu dicatat, kredit yang diberikan ini hanya mencakup bentuk pinjaman (loans) dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker's acceptances), serta tagihan repo.

Selain itu, kredit tersebut juga tidak mencakup kredit yang diberikan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, maupun kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih pada Mei 2026 tumbuh sebesar 5,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 3,7 persen (yoy).

Di sisi lain, BI turut melaporkan perkembangan uang primer (M0) adjusted pada Mei 2026 yang tumbuh 14,2 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada April 2026 sebesar 14,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.214,6 triliun.

Kondisi ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,4 persen (yoy) serta uang kartal yang diedarkan sebesar 15,8 persen (yoy).

Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted tersebut telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).

Terkini