Jaga Harga Pangan, Mendag Gandeng Sektor Horeka dan Ritel

Senin, 22 Juni 2026 | 23:11:01 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso.

JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Kemendag resmi menggandeng pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (horeka) serta anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk meningkatkan penyerapan produk telur dan daging ayam dalam negeri.

Budi menjelaskan bahwa keterlibatan sektor horeka dan ritel modern sangat krusial sebagai saluran distribusi guna memastikan produk peternak terserap secara optimal. 

"Kami sudah menyampaikan surat ke horeka untuk menyerap telur, ayam, kemudian juga ke Aprindo, ke ritel. Karena memang kita butuh pasar dan channel distribusinya," ujar Budi di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Peningkatan permintaan oleh sektor horeka diharapkan mampu menjaga kestabilan harga di tingkat peternak sekaligus memperkuat rantai distribusi pangan nasional. 

Selain langkah tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai stimulus ekonomi untuk semester II 2026 yang mencakup sektor fiskal, pangan, dan transportasi guna menekan laju inflasi.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah juga menggalakkan program promosi belanja, seperti "BINA (Belanja di Indonesia Aja) Back to School" yang melibatkan ribuan gerai ritel dengan target transaksi Rp30 triliun, serta Jakarta Great Sale yang menargetkan transaksi Rp16 triliun. 

Upaya-upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga perputaran ekonomi nasional agar tetap tangguh di tengah tantangan global dan tekanan harga energi.

Terkini