Bahlil: Harga Pertamax Bisa Turun Jika Tren Minyak Dunia Melemah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:06:32 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

PURWOREJO — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal positif bagi pengguna BBM nonsubsidi. 

Pemerintah membuka peluang untuk melakukan penyesuaian harga ke arah yang lebih rendah, termasuk untuk jenis Pertamax, jika tren harga minyak dunia terus melandai.

Bahlil menjelaskan bahwa berbeda dengan BBM bersubsidi yang harganya dipatok oleh pemerintah, harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar. 

Artinya, harga tersebut akan menyesuaikan dengan fluktuasi harga minyak mentah global serta faktor keekonomian lainnya. 

"Jika memang ada potensi penurunan harga, kami pasti akan melakukan penyesuaian," ujar Bahlil saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026).

Pernyataan ini mencuat di tengah ketidakpastian pasar energi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sempat memicu kekhawatiran terhadap pasokan dan distribusi energi dunia.

Jaminan Harga BBM Subsidi Di sisi lain, Bahlil memberikan jaminan agar masyarakat tidak perlu cemas terkait harga BBM subsidi. 

Pemerintah memastikan harga Pertalite dan LPG bersubsidi akan tetap stabil selama harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) belum menembus angka US$ 100 per barel.

"Meskipun ada dinamika geopolitik yang berdampak pada harga minyak dunia, harga BBM subsidi tidak akan naik selama ICP masih di bawah US$ 100 per barel," tegasnya.

Untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, evaluasi berkala akan terus dilakukan. 

Bahlil menekankan bahwa jika kondisi pasar global berbalik arah, maka ruang bagi penurunan harga menjadi sangat terbuka. 

Pemerintah berkomitmen terus memantau perkembangan harga minyak mentah, nilai tukar rupiah, dan biaya distribusi secara cermat agar kebijakan harga energi tetap mencerminkan kondisi pasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi melalui mekanisme pasar merupakan upaya pemerintah menjaga kesehatan fiskal negara. 

Keputusan menyesuaikan harga nonsubsidi secara periodik bertujuan menciptakan ekosistem pasar yang sehat, di mana harga yang dibayar konsumen mencerminkan biaya perolehan energi yang sesungguhnya di pasar internasional.

Terkini