Sambut 1 Muharram, Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:26:02 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah bagi segenap umat Muslim yang merayakan.

"Izinkan kami mewakili Bapak Presiden dan mewakili pemerintah menyampaikan selamat tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 hijriah kepada seluruh umat Islam yang merayakan," ujar Prasetyo saat berada di kediaman Presiden Prabowo, Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo menginformasikan agenda Presiden Prabowo di Hambalang sore ini, yaitu menerima laporan mengenai penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026.

Selain membahas terkait haji, Presiden juga memanggil beberapa menteri, salah satunya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Pemanggilan ini bertujuan untuk meninjau perkembangan persiapan sumber daya manusia melalui sejumlah program pendidikan serta pelatihan yang sedang berlangsung.

"Dan juga update mengenai beberapa kerja sama yang berkaitan dengan tempo hari kami sampaikan berkenaan dengan masalah teknologi dan mineral kritis atau logam tanah jarang," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau umat Islam untuk memanfaatkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai ajang transformasi diri dan sosial.

"Hijrah bukan hanya perpindahan fisik Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Hijrah adalah transformasi sistem kemasyarakatan, dari masyarakat kabilah yang sempit dan primordial menuju masyarakat umat yang global, kosmopolitan, serta diikat oleh kasih sayang," ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (16/6).

Menag memaparkan bahwa hijrah tidak sekadar dimaknai sebagai migrasi fisik Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, melainkan juga pergeseran cara pandang dari mentalitas kesukuan menuju kehidupan masyarakat yang inklusif, beradab, serta mengutamakan kemaslahatan bersama.

Menag menjelaskan terdapat perbedaan mendasar di antara berbagai bentuk komunitas sosial. Kabilah terbentuk atas dasar ikatan darah, sya'abun berlandaskan hubungan keluarga besar, qawmun lahir melalui kesepakatan sosial dan organisasi, sementara hizbun merujuk pada kelompok atau partai politik.

Menag menyebutkan bahwa umat merupakan komunitas yang dipersatukan oleh empat elemen, yaitu kasih sayang, visi masa depan, kepemimpinan yang berwibawa, serta masyarakat yang santun dan taat dalam satu sistem kepemimpinan yang dikenal sebagai imamah.

"Kalau keempat unsur itu ada dalam satu komunitas, barulah layak disebut umat," kata Nasaruddin.

Menag kemudian mengajak seluruh umat Islam untuk merenungi kondisi kehidupan sosial di masa kini.

Terkini