AtlasGo Jalin Kemitraan Strategis dengan Sun Motor di Sektor Otomotif

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:17:31 WIB
Ilustrasi - Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI). (Foto: NET)

JAKARTA — Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI), AtlasGo, resmi melebarkan sayap bisnisnya ke industri otomotif melalui kolaborasi strategis bersama Sun Motor Mitsubishi. 

Langkah ini dilakukan setelah sebelumnya perusahaan sukses mengembangkan bisnis di sektor properti melalui platform ProperView. AtlasGo kini menangkap potensi besar di industri otomotif yang sedang menghadapi pergeseran perilaku konsumen serta persaingan merek yang semakin sengit.

Co-Founder & CTO AtlasGo, David Kusnadi, menjelaskan bahwa AtlasGo memosisikan diri sebagai penyedia platform AI-powered sales intelligence dan customer behavior analytics. Platform ini diciptakan untuk membantu perusahaan mengenali karakter calon pembeli sebelum mereka melakukan interaksi langsung dengan tim penjualan.

Melalui produk bernama DealerView, AtlasGo menyediakan virtual showroom interaktif agar calon pembeli dapat mengeksplorasi kendaraan secara digital. Selain itu, sistem ini dibekali fitur buyer intent tracking, dasbor manajemen prospek, atribusi penjualan, hingga asisten AI untuk mendukung produktivitas tim.

“Saat ini kami bekerja sama dengan Sun Motor sebagai grup dealer pertama. Namun memang, tentunya kami meminta izin untuk bisa bertemu dengan grup dealer lain dan juga mungkin melakukan ekspansi ke luar Jabodetabek. Karena produk ini merupakan solusi yang bisa menjawab dan mengisi gap yang terjadi dalam proses sales dan marketing,” ungkap David dalam acara Konferensi Pers, Rabu (17/6).

Menurut David, kemitraan ini menjadi bukti bahwa pendekatan AI sales intelligence dapat diimplementasikan di lintas industri. Di sisi lain, Sun Motor memandang teknologi tersebut sebagai solusi krusial untuk meningkatkan kualitas prospek pelanggan di tengah ketatnya kompetisi.

General Manager Operational Sun Motor Mitsubishi, Rudi Rimawan, memaparkan bahwa persaingan saat ini tidak hanya terjadi antar merek, namun juga antar dealer dalam satu merek yang sama. 

"Di Jakarta itu ada total 56 dealer Mitsubishi. Dengan supervisor dan sales force yang sedemikian banyak, kompetisinya pasti sangat ketat. Jadi dengan adanya tools ini, dengan adanya DealerView ini, kami berharap kami bisa berkompetisi lebih baik, lebih cepat dan tentunya lebih profesional," kata Rudi.

Pada tahap awal, teknologi ini diterapkan di jaringan Sun Motor Mitsubishi wilayah Jakarta dan terbuka kemungkinan untuk diperluas ke jaringan lain. 

Saat ini, Sun Motor mengoperasikan sekitar 45 cabang yang mayoritas tersebar di Jawa dan Bali, dengan 12 cabang di antaranya berada di Jakarta. Rudi menyebut adopsi digital sangat vital karena pelanggan kini lebih aktif mencari informasi melalui kanal daring sebelum berkunjung ke dealer.

Sun Motor memproyeksikan implementasi sistem AI ini dapat meningkatkan kualitas prospek sebesar 20% hingga 30%. 

"Saya berharap dengan adanya AI system ini setidaknya bisa meningkatkan sekitar 20%-30%, bukan penjualan langsung ya, tapi dari kualitas leads yang kami dapatkan," tambahnya.

Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah proses adaptasi tim penjualan yang masih terbiasa mengandalkan kanal pribadi seperti WhatsApp. Oleh karena itu, fokus utama DealerView adalah mengarahkan pelanggan ke platform digital agar perilaku dan minat konsumen dapat terekam lebih akurat.

Ke depan, AtlasGo berkomitmen memperluas ekosistem ke berbagai sektor dengan siklus penjualan yang kompleks. Perusahaan tengah menyiapkan roadmap ekspansi untuk memperdalam kapabilitas teknologi, mulai dari prediksi minat pembeli hingga pelatihan penjualan otomatis.

“Pengembangan produk akan terus berfokus pada pendalaman kapabilitas AI, dari buyer intent prediction hingga automated sales coaching. AtlasGo percaya bahwa masa depan penjualan di Indonesia adalah masa depan yang berbasis data, diperkuat oleh AI, dan digerakkan oleh manusia yang lebih produktif,” tutup David.

Terkini