Penjualan Pupuk NPGF Melonjak 109% di Kuartal I/2026

Senin, 15 Juni 2026 | 00:07:31 WIB
PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF). (Foto: NET)

JAKARTA — Emiten produsen pupuk, PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF), melaporkan lonjakan pertumbuhan penjualan sebesar 109,8% secara tahunan menjadi Rp85,26 miliar pada kuartal I/2026.

Direktur Operasional NPGF, Prim Galawira Atmaja, menuturkan bahwa seiring dengan peningkatan pendapatan tersebut, laba bersih NPGF ikut terangkat 78,8% menjadi Rp1,6 miliar dari Rp896,56 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Adapun perolehan penjualan pada kuartal I/2025 tercatat sebesar Rp40,63 miliar.

"Peningkatan kinerja didukung oleh permintaan pupuk dari sektor pertanian dan perkebunan serta penguatan jaringan distribusi yang dilakukan perseroan," ujar Prim dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Dia menambahkan, NPGF juga telah mengunci kontrak penjualan pupuk dengan nilai sekitar Rp217 miliar yang realisasinya akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026. 

Menurutnya, kontrak tersebut menjadi fondasi yang cukup kokoh untuk menopang laju pertumbuhan penjualan perusahaan di tahun berjalan.

Dari sisi neraca, lanjutnya, total aset NPGF meningkat menjadi Rp438 miliar per 31 Maret 2026 dari Rp366,58 miliar pada akhir tahun lalu. Sementara itu, total ekuitas tercatat di angka Rp240,63 miliar.

Manajemen memandang prospek industri pupuk masih menjanjikan, selaras dengan beragam program pemerintah untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Ke depannya, perseroan akan terus berfokus pada upaya efisiensi operasional, ekspansi pasar, dan memperkuat jaringan distribusi demi menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Kamis (11/6/2026), NPGF sebelumnya mencatatkan penjualan sebesar Rp225,8 miliar atau naik 34,4% sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pertumbuhan ini mengindikasikan peningkatan aktivitas usaha perseroan sekaligus perluasan jangkauan pasar, baik di sektor pertanian maupun perkebunan.

Seiring dengan kenaikan penjualan, laba bruto perusahaan meningkat 32,1% menjadi Rp55,08 miliar. Capaian ini menunjukkan kapasitas Perseroan dalam mempertahankan kualitas pendapatan serta mengelola operasional bisnis secara efektif di tengah berbagai tantangan industri. 

Selain itu, perseroan juga sukses membukukan laba bersih sebesar Rp4,34 miliar atau naik 45,4% dibandingkan tahun 2024.

Terkini