BSI Perluas Bisnis Global, Siapkan Cabang Baru di Jeddah

Senin, 15 Juni 2026 | 22:15:31 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) secara konsisten mengoptimalkan ekspansi bisnis demi menjaga tren pertumbuhan berkelanjutan, termasuk dengan memperluas jangkauan ke pasar internasional. 

Hingga April 2026, bank syariah dengan aset terbesar di Indonesia ini mencatatkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebanyak Rp 382 triliun, yang mencerminkan peningkatan 17,9% secara tahunan (year on year/YoY).

Dari sektor penyaluran dana, pembiayaan BSI turut mengalami pertumbuhan dua digit sebesar 15,59% YoY menjadi Rp 332 triliun. Kenaikan pada penghimpunan dana serta pembiayaan tersebut mendorong total aset perseroan tumbuh 12,17% YoY menjadi Rp 452 triliun.

Direktur Treasury & International Banking BSI, Firman Nugraha, menjelaskan bahwa selain didukung oleh peningkatan dana murah serta kualitas pembiayaan yang terjaga, kinerja perseroan juga terbantu oleh kemajuan bisnis internasional, terutama di wilayah Timur Tengah. 

Saat ini, BSI semakin intensif memperkuat statusnya sebagai bank syariah nasional yang berdaya saing di pasar global. Upaya tersebut dirintis sejak perseroan mendirikan Kantor Cabang Layanan Luar Negeri (KCLLN) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada 2022.

"Melihat potensi bisnis yang masih sangat besar di pasar UEA dan Timur Tengah, kami optimistis pertumbuhan bisnis Kantor Cabang Layanan Luar Negeri BSI Dubai dapat terus tumbuh positif pada tahun ini," ujar Firman dalam keterangan resminya Senin (15/6/2026).

Menurut Firman, saat ini Dubai berperan sebagai salah satu pusat perdagangan dan bisnis internasional yang vital, di mana banyak korporasi Indonesia maupun global memiliki kantor perwakilan di sana. 

Oleh karena itu, keberadaan BSI di Dubai diharapkan mampu menjadi penghubung layanan keuangan syariah serta memperkuat aktivitas perdagangan, termasuk kerja sama ekspor dan impor antara Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah.

Hingga April 2026, kinerja BSI Dubai mencatat hasil signifikan dengan pertumbuhan aset sekitar 80% secara tahunan, yang mayoritas didorong oleh pembiayaan korporasi. 

Selain fasilitas pembiayaan, BSI Dubai turut menyajikan layanan treasury, trade finance, hingga documentary collection bagi pelaku eksportir dan importir yang menjalankan transaksi bisnis antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.

Tidak berhenti di Dubai, BSI kini sedang mematangkan rencana ekspansi berikutnya menuju Arab Saudi. Perseroan berencana mendirikan kantor cabang di Jeddah untuk memperkuat pengembangan ekosistem halal serta menggarap potensi bisnis haji dan umrah. 

Langkah ini dianggap strategis mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia sekaligus penyumbang jamaah haji dan umrah terbesar ke Arab Saudi.

Data BSI menunjukkan rata-rata kuota jamaah haji Indonesia mencapai sekitar 203.000 orang per tahun, dengan sekitar 170.000 jamaah atau 83% di antaranya merupakan nasabah BSI. 

Sementara itu, merujuk data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) tahun 2025, jumlah jamaah umrah Indonesia tercatat sekitar 1,6 juta orang, di mana 84% di antaranya memanfaatkan layanan perbankan BSI.

Firman menegaskan bahwa langkah ekspansi internasional yang dijalankan BSI bertujuan tidak hanya untuk mengembangkan bisnis perseroan, namun juga meningkatkan posisi Indonesia dalam industri keuangan syariah global.

"BSI hadir di pasar internasional untuk menjadi mitra strategis yang membuka jalan bagi penetrasi layanan keuangan syariah Indonesia di Timur Tengah, baik untuk segmen business to business (B2B) maupun business to consumer (B2C), sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan pelaku usaha nasional dengan rantai pasok global," tutup Firman.

Terkini