Perkuat Rupiah, Dasco Apresiasi Perluasan Penggunaan Mata Uang Lokal

Senin, 15 Juni 2026 | 18:39:02 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: NET)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi terhadap inisiatif Bank Indonesia (BI) dalam memperluas pemakaian mata uang lokal untuk transaksi internasional, demi mengokohkan posisi rupiah serta meminimalkan ketergantungan pada dolar AS.

Menurut Dasco, langkah tersebut direalisasikan lewat penandatanganan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng.

"Kesepakatan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi penggunaan rupiah dan renminbi dalam transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS," kata Dasco dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Kesepakatan penting itu disahkan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi pada Kamis (11/6) di Shanghai, Tiongkok. 

Di samping itu, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Local Currency Transaction (LCT) juga diperluas hingga mencakup wilayah Hong Kong, di mana Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA) Eddie Yue ikut serta dalam penandatanganan tersebut.

Local Currency Transaction (LCT) sendiri merupakan metode penyelesaian transaksi bilateral antar pelaku bisnis maupun individu dari negara berbeda dengan memanfaatkan mata uang lokal masing-masing negara.

Dasco menjelaskan bahwa MoU tersebut turut mencakup pengembangan sistem pembayaran QRIS lintas negara antara Indonesia dan China, sehingga transaksi pelaku usaha dari kedua negara bisa berlangsung lebih praktis melalui sistem pembayaran digital yang terintegrasi.

"Sistem ini sudah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 di Indonesia yang seluruhnya telah terhubung," ujarnya.

Menurut Dasco, kolaborasi antara Bank Indonesia dan People's Bank of China tersebut akan kian mendorong pemanfaatan skema LCT dalam aktivitas perdagangan kedua negara, sekaligus memangkas kebutuhan penggunaan dolar AS sebagai mata uang perantara. 

Ia menambahkan bahwa volume perdagangan Indonesia dan China pada tahun 2025 tercatat mencapai angka 155,5 miliar dolar AS, sehingga menuntut dukungan sistem transaksi yang efisien serta perluasan penggunaan mata uang lokal.

"Ini merupakan upaya yang sangat serius untuk mengurangi kebutuhan penggunaan dolar Amerika Serikat dalam transaksi perdagangan, termasuk melalui penerapan QRIS lintas batas antara Indonesia dan China. Langkah ini dilakukan BI untuk memperkuat rupiah," kata Dasco.

Terkini