JAKARTA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN saat ini tengah menyusun konsep Kartu Lansia. Langkah ini diambil sebagai upaya meringankan beban penduduk lanjut usia di tengah fenomena aging population.
"Kartu Lansia kami lagi dirumuskan, memang agak rumit. Walaupun sudah ada yang jalan, seperti DKI Jakarta, kan saya kira sudah jalan. Ada kabupaten/kota yang jalan karena mereka mengintegrasikan dengan program pemerintah daerah, sehingga langsung dikasih kartu lansia, cuma modelnya macam-macam," ujar Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menteri Wihaji menekankan bahwa pihaknya terus berupaya memperjuangkan program tersebut agar akses penduduk usia tua terhadap berbagai layanan, seperti diskon transportasi umum, menjadi lebih mudah.
"Minimal dengan Menteri Perhubungan sudah jalan, karena ada diskon 20 persen dari Kementerian Perhubungan. Itu bagian dari program bersama yang saya kira untuk meringankan beban, khususnya lansia, tapi kami sementara menginisiasi, kalau memang ada kemampuan keuangan daerah, silakan. Kalau enggak, tentu kami carikan jalan," jelasnya.
Ia mengakui bahwa program ini masih dalam tahap penyempurnaan. Kemendukbangga/BKKBN kini aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak terkait agar penduduk tua bisa hidup lebih terjamin dan sejahtera.
"Jadi, untuk beberapa kabupaten/kota sudah ada, tetapi menggunakan pembiayaan dari pemerintah daerah masing-masing. Karena memang secara nasional masih dirumuskan dengan berbagai pemangku kepentingan, tetapi belum final," tutur Wihaji.
Dalam rangkaian peringatan HLUN ke-30 serta menyongsong Hari Keluarga Nasional ke-33, Kemendukbangga/BKKBN juga mewisuda 387 mahasiswa Sekolah Lansia dari berbagai daerah di Indonesia.
"Kebetulan kami mewisuda 387 S1, S2, S3 untuk Sekolah Lansia, bagian dari program kementerian kami, ini salah satu program prioritas karena lumayan di Indonesia sudah ada 11 persen lebih, hampir 12 persen aging population kami. Negara butuh hadir, pemerintah butuh hadir karena rata-rata kesepian. Oleh karena itu kami bikin aktivitas, salah satunya melalui Program Sekolah Lansia," pungkasnya.