Harga Kripto Melemah Hari Ini Bitcoin Ethereum Dan Altcoin Kompak Tertekan

Senin, 30 Maret 2026 | 14:47:08 WIB
Harga Kripto Melemah Hari Ini Bitcoin Ethereum Dan Altcoin Kompak Tertekan

JAKARTA - Pasar aset digital kembali menghadapi tekanan dalam 24 jam terakhir dengan pergerakan harga yang cenderung melemah. 

Sentimen global dan aksi ambil untung membuat mayoritas kripto papan atas berada di zona merah, meskipun beberapa aset masih menunjukkan ketahanan terbatas.

Harga kripto selama 24 jam terakhir bergerak variatif dengan mayoritas aset digital papan atas berada di zona merah. Tekanan jual masih mendominasi pasar meski harga kripto hari ini, Senin, yakni beberapa stablecoin dan altcoin tertentu mencatatkan penguatan tipis.

Di tengah kondisi tersebut, kapitalisasi pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan dengan aset-aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum masih mendominasi. Hal ini menandakan bahwa minat investor terhadap aset utama masih cukup kuat.

Pergerakan Bitcoin Dan Ethereum Masih Tertekan

Bitcoin tercatat berada di level USD 66.265,40 atau turun 0,59% dalam 24 jam terakhir. Meski melemah, kapitalisasi pasarnya masih sangat dominan di kisaran USD 1,33 triliun, menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar kripto global.

Ethereum ikut terkoreksi 0,90% ke level USD 1.990,94. Dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 241,95 miliar, ETH tetap menjadi aset kripto terbesar kedua di dunia.

Penurunan pada dua aset utama ini sering kali menjadi indikator arah pasar secara keseluruhan. Ketika Bitcoin dan Ethereum melemah, altcoin biasanya ikut terdampak.

Stablecoin Tunjukkan Ketahanan Di Tengah Volatilitas

Tether justru mencatat kenaikan tipis 0,02% ke USD 0,9994. Stablecoin ini mempertahankan kapitalisasi pasar sebesar USD 184,08 miliar, mencerminkan perannya sebagai aset lindung nilai di tengah volatilitas.

Sementara itu, USD Coin menguat tipis 0,02% ke USD 1,00 dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 77,71 miliar. Kedua stablecoin ini tetap menjadi pilihan investor saat pasar bergejolak.

Keberadaan stablecoin memberikan alternatif bagi investor untuk menjaga nilai aset tanpa harus keluar dari ekosistem kripto. Hal ini membuat perannya semakin penting saat pasar tidak stabil.

Altcoin Besar Bergerak Variatif

BNB turun 1,15% ke posisi USD 608,40 dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 83,22 miliar. Sementara XRP mengalami penurunan lebih dalam sebesar 1,84% ke level USD 1,31.

Untuk Solana melemah 1,53% ke level USD 81,38, sedangkan TRON justru menguat 2,01% ke USD 0,3231. Kenaikan TRX menunjukkan masih adanya minat pada aset tertentu.

Di sisi lain, Dogecoin turun 1,09% ke USD 0,09070, sementara Hyperliquid mencatat penurunan cukup tajam sebesar 3,52% ke USD 38,32. Variasi ini mencerminkan selektivitas pasar terhadap aset kripto.

Tekanan Lebih Dalam Pada Sejumlah Aset Kripto

Untuk aset kripto Bitcoin Cash menjadi salah satu yang paling tertekan dengan penurunan 6,11% ke level USD 452,67. Kapitalisasi pasarnya kini sekitar USD 9,09 miliar.

Sementara UNUS SED LEO justru menguat 0,74% ke USD 9,65, menunjukkan ketahanan di tengah pasar lesu. Cardano turun 3,57% ke USD 0,2399.

Selain itu, Monero melemah 2,77% ke USD 327,55 dan Chainlink turun 1,60% ke USD 8,42. Tekanan ini memperlihatkan bahwa altcoin lapis menengah juga tidak luput dari pelemahan.

Ekspansi Platform X Ke Dunia Kripto

Sementara itu, langkah Elon Musk melalui platform media sosial X menarik perhatian pasar. X terus memperkuat ekspansi ke sektor keuangan dengan merekrut kepala desain baru yang memiliki pengalaman di industri kripto.

Mengutip laman Coindesk.com, Benji Taylor, sosok yang kini memimpin desain di X, mengumumkan penunjukannya dalam sebuah unggahan. Ia akan mengawasi pengembangan desain produk, termasuk integrasi X dengan xAI dan SpaceX.

Taylor sebelumnya dikenal sebagai pendiri Los Feliz Engineering yang mengembangkan dompet kripto Family, sebelum diakuisisi oleh Aave Labs. Ia juga sempat berperan dalam pengembangan jaringan berbasis Ethereum di Coinbase.

Masuknya Taylor terjadi di saat X tengah bersiap meluncurkan layanan pembayaran bertajuk X Money. Layanan ini disebut akan hadir pada April dengan fitur transaksi antar pengguna, setoran bank, kartu debit, hingga cashback di lebih dari 40 negara bagian Amerika Serikat.

Selain itu, X Money juga sempat dikaitkan dengan rencana pemberian imbal hasil hingga 6% bagi pengguna. Meski belum ada kepastian terkait penggunaan teknologi blockchain, langkah ini memperkuat sinyal bahwa X serius masuk ke sektor keuangan digital.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, investor diharapkan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan. Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Terkini