Strategi Kelola Uang THR Lebaran Agar Keuangan Tetap Aman Dan Bijak

Jumat, 13 Maret 2026 | 15:47:05 WIB
Strategi Kelola Uang THR Lebaran Agar Keuangan Tetap Aman Dan Bijak

JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idulfitri, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat cukup signifikan. 

Mulai dari kebutuhan mudik, belanja makanan khas Lebaran, hingga berbagi tunjangan hari raya kepada keluarga sering kali membuat pengeluaran menjadi lebih besar dibanding hari biasa.

Kondisi tersebut membuat banyak orang perlu mengatur keuangan dengan lebih bijak. Tanpa perencanaan yang matang, dana yang tersedia bisa habis dalam waktu singkat, bahkan berpotensi menimbulkan masalah finansial setelah Lebaran berlalu.

Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memiliki strategi pengelolaan keuangan yang tepat. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah membuat perencanaan anggaran dan mengatur penggunaan dana secara disiplin.

Sejumlah pakar juga mengingatkan pentingnya mengelola tunjangan hari raya dengan bijak agar pengeluaran tetap terkendali selama periode Ramadan dan Lebaran.

Perencanaan anggaran sebelum Lebaran

Menjelang Lebaran 2026, peningkatan pengeluaran kerap tidak terhindarkan. Supaya tetap bijak dalam mengatur finansial, Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Istiqlaliyah Muflikhati membagikan sejumlah strategi pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan menjelang Lebaran terutama untuk mengelola tunjangan hari raya (THR).

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana anggaran berdasarkan skala prioritas. Penyusunan anggaran dimulai dengan mengidentifikasi seluruh kebutuhan, kemudian mengurutkannya dari yang paling utama hingga yang kurang mendesak.

"Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat anggaran dengan cara mengidentifikasi kebutuhan. Lalu diurutkan mulai dari yang utama (primer) sampai yang kurang penting. Contohnya, zakat fitrah, zakat mal, transportasi dan kebutuhan mudik atau silaturahim, sampai tunjangan hari raya (THR) untuk keluarga dan kue lebaran,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi, Kamis (11/3/2026).

Dengan membuat daftar kebutuhan secara jelas, masyarakat dapat menghindari pengeluaran yang tidak perlu. Cara ini juga membantu memastikan bahwa kebutuhan utama tetap menjadi prioritas dalam penggunaan dana.

Memisahkan kebutuhan primer dan sekunder

Setelah kebutuhan utama tercatat dalam rencana anggaran, langkah berikutnya adalah membedakan antara kebutuhan primer dan sekunder. Hal ini penting agar dana yang tersedia tidak habis untuk hal-hal yang kurang mendesak.

Kebutuhan primer biasanya berkaitan dengan hal-hal penting seperti zakat, kebutuhan perjalanan mudik, hingga kebutuhan pokok selama Hari Raya. Sementara itu, kebutuhan sekunder lebih berkaitan dengan keinginan tambahan.

Setelah kebutuhan primer terpenuhi, barulah menyusun daftar kebutuhan sekunder, seperti baju lebaran, dekorasi rumah, atau kegiatan rekreasi bersama keluarga. Namun demikian, ia menekankan agar seluruh perencanaan tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

“Anggaran tentunya harus mempertimbangkan kondisi keuangan. Sebisa mungkin hindari utang,” ujar dia.

Dengan cara tersebut, masyarakat tetap dapat merayakan Lebaran dengan nyaman tanpa harus terbebani masalah finansial setelah hari raya selesai.

Menerapkan prinsip tiga S dalam mengelola THR

Terkait pengelolaan tunjangan hari raya (THR), Istiqlaliyah menyarankan agar dana tersebut tidak langsung dihabiskan untuk belanja. Ia memperkenalkan prinsip 3S dalam mengalokasikan pendapatan, termasuk THR.

“Setiap menerima uang masuk, termasuk THR, sebaiknya dialokasikan untuk 3S, yaitu spending (konsumsi atau belanja), saving (menabung), dan sharing (infaq atau berbagi),” tutur dia.

Melalui prinsip tersebut, setiap pemasukan dapat dikelola secara lebih seimbang. Sebagian dana digunakan untuk kebutuhan, sebagian disimpan sebagai tabungan, dan sebagian lainnya dialokasikan untuk berbagi kepada sesama.

Ia juga mengingatkan agar THR dimanfaatkan untuk menambah anggaran belanja yang sudah direncanakan, bukan dibelanjakan seluruhnya secara spontan.

Jika ingin membawa oleh-oleh saat mudik, sebaiknya tetap dalam batas yang wajar dan tidak berlebihan. Dengan cara tersebut, pengeluaran tetap terkendali tanpa mengurangi makna kebersamaan saat Lebaran.

Bijak memanfaatkan promo dan diskon

Dalam memenuhi kebutuhan Lebaran, banyak masyarakat memanfaatkan berbagai promo atau diskon yang biasanya ditawarkan oleh toko maupun platform belanja daring. Cara ini memang dapat membantu menghemat pengeluaran.

Untuk berhemat, masyarakat dapat memanfaatkan promo atau diskon. Namun, ia mengingatkan agar tidak mudah tergoda oleh potongan harga untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

“Perlu diingat, dahulukan memenuhi kebutuhan, bukan keinginan,” ujar dia.

Menurutnya, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menghindari pengeluaran impulsif saat berbelanja kebutuhan Lebaran. Salah satunya adalah membuat dan mematuhi anggaran yang telah disusun sejak awal.

Selain itu, penggunaan metode pembayaran nontunai dengan batas tertentu juga dapat membantu mengontrol pengeluaran. Dengan menentukan batas belanja, seseorang dapat lebih disiplin dalam mengelola keuangan.

Ia juga menyarankan untuk membatasi kebiasaan scrolling saat belanja daring karena hal tersebut dapat memicu pembelian impulsif yang tidak direncanakan.

Menjaga disiplin keuangan dan menghindari utang

Selain merencanakan anggaran dengan baik, disiplin dalam menjalankan rencana tersebut juga menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas keuangan selama periode Lebaran.

Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah window shopping atau melihat-lihat barang tanpa rencana. Aktivitas tersebut sering kali menimbulkan dorongan untuk membeli barang secara spontan.

Jika muncul keinginan membeli barang di luar daftar kebutuhan, sebaiknya tidak langsung melakukan pembayaran. Menunda keputusan hingga keesokan hari dapat membantu seseorang berpikir lebih rasional sebelum mengeluarkan uang.

Setiap kali menemukan promo atau diskon, pastikan kembali bahwa barang tersebut memang termasuk dalam daftar kebutuhan yang telah disusun sebelumnya.

Ia juga mengingatkan agar menghindari belanja dalam kondisi emosional, seperti saat lapar atau stres, karena kondisi tersebut dapat memengaruhi pengambilan keputusan saat berbelanja.

Ia kembali menekankan pentingnya disiplin finansial dalam mengelola pengeluaran menjelang Lebaran.

"Hindari utang dan sisihkan dana untuk pasca-Lebaran. Jangan sampai setelah Lebaran bingung karena tidak ada simpanan,” ujar dia.

Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan dana yang bijak, masyarakat dapat menikmati suasana Lebaran dengan lebih tenang tanpa harus khawatir terhadap kondisi keuangan setelah hari raya berakhir.

Terkini