Ciri Orang Mendapatkan Lailatul Qadar Dan Tanda Malam Kemuliaan Dalam Islam

Jumat, 13 Maret 2026 | 15:17:12 WIB
Ciri Orang Mendapatkan Lailatul Qadar Dan Tanda Malam Kemuliaan Dalam Islam

JAKARTA - Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, umat Islam biasanya semakin meningkatkan ibadahnya. 

Pada periode ini terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar, malam yang diyakini memiliki keutamaan lebih baik dibandingkan seribu bulan.

Malam tersebut diyakini turun pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Karena kemuliaannya yang sangat besar, banyak umat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah agar mendapatkan keberkahan dari malam yang penuh rahmat tersebut.

Dalam ajaran Islam, Lailatul Qadar merupakan momentum penting karena pada malam itulah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Kitab suci umat Islam tersebut diturunkan dari Lauhul Mahfudz menuju Baitul Izzah di langit dunia.

Selain itu, malam tersebut juga diyakini sebagai waktu ketika malaikat turun ke bumi membawa keberkahan, rahmat, serta kedamaian hingga menjelang terbitnya fajar.

Makna malam Lailatul Qadar dalam Al Quran

Allah SWT menjelaskan mengenai kemuliaan Lailatul Qadar dalam firman-Nya yang terdapat dalam Surah Al-Qadr. Ayat tersebut menjelaskan bahwa malam tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat manusia.

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Quran) pada malam lailatul qadar. Dan tahukah engkau apakah malam lailatul qadar itu? Malam lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh kesejahteraan dan keberkahan. Pada malam itu pula para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi membawa berbagai kebaikan bagi manusia.

Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan amalan kebaikan selama sepuluh malam terakhir Ramadan.

Ciri orang yang mendapatkan Lailatul Qadar

Sebagian ulama menyebut bahwa seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadar biasanya menunjukkan perubahan dalam sikap maupun perilaku. Perubahan tersebut berkaitan dengan meningkatnya kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dilansir dari KompasTV pada 27 April 2022, terdapat beberapa ciri yang diyakini menjadi tanda seseorang mendapatkan kemuliaan malam tersebut.

Salah satu cirinya adalah meningkatnya ketakwaan kepada Allah SWT. Orang yang mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar biasanya menjadi lebih taat dalam menjalankan perintah agama serta lebih berhati-hati dalam menjauhi larangan-Nya.

Ciri lainnya adalah munculnya rasa nikmat dalam beribadah. Orang yang memperoleh Lailatul Qadar sering merasakan ketenangan batin ketika menjalankan shalat, membaca Al-Qur’an, maupun melakukan ibadah lainnya.

Perubahan sikap setelah mendapatkan kemuliaan malam

Ciri berikutnya adalah adanya dorongan kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Seseorang yang mendapatkan keberkahan malam tersebut biasanya berusaha memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

Perubahan tersebut bisa terlihat dari perilaku yang lebih sabar, lebih peduli terhadap orang lain, serta lebih menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar juga cenderung gemar melakukan tadabbur Al-Qur’an. Tadabbur berarti berusaha memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan.

Dengan memahami isi Al-Qur’an secara lebih mendalam, seseorang diharapkan mampu menjadikan kitab suci tersebut sebagai pedoman hidup yang membawa kebaikan bagi dirinya maupun orang lain.

Tanda malam Lailatul Qadar yang diyakini umat Islam

Selain ciri pada orang yang mendapatkannya, terdapat pula sejumlah tanda yang diyakini menunjukkan hadirnya malam Lailatul Qadar. Beberapa tanda tersebut sering disebut dalam berbagai kajian keislaman.

Salah satu tanda yang sering disebut adalah suasana malam yang terasa sangat tenang dan damai. Keheningan yang dirasakan pada malam tersebut diyakini berbeda dengan malam-malam biasa.

Suara alam seperti hembusan angin atau suara binatang malam biasanya terasa lebih lembut. Kondisi ini sering dianggap sebagai gambaran ketenangan dari malam yang penuh keberkahan tersebut.

Tanda lain yang sering disebut adalah cahaya malam yang tampak lebih lembut. Meskipun malam tetap gelap, langit pada malam tersebut diyakini terlihat lebih bersih dan memberikan suasana yang berbeda dibandingkan malam lainnya.

Ketenangan batin dan semangat ibadah meningkat

Banyak orang juga merasakan ketenangan batin yang luar biasa ketika menjalankan ibadah pada malam tersebut. Hati terasa lebih damai dan ibadah menjadi lebih khusyuk dibandingkan biasanya.

Selain itu, suhu udara pada malam Lailatul Qadar sering diyakini terasa sejuk dan nyaman. Udara yang tidak terlalu panas maupun terlalu dingin membuat suasana malam terasa lebih menenangkan.

Semangat beribadah juga menjadi salah satu tanda yang sering dirasakan. Pada malam tersebut, seseorang biasanya merasa memiliki dorongan kuat untuk berdoa, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak amalan kebaikan.

Tanda lain yang sering disebut adalah kondisi matahari pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar. Banyak riwayat menyebutkan bahwa matahari terbit dengan cahaya putih yang lembut dan tidak terlalu menyilaukan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dengan meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, diharapkan seseorang dapat meraih keberkahan dari malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan tersebut.

Terkini