4 Bus DAMRI Siaga Layani Warga Pulau Lepar Jelang Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 09:50:13 WIB
4 Bus DAMRI Siaga Layani Warga Pulau Lepar Jelang Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran tahun ini, pemerintah daerah mulai memperkuat layanan transportasi di wilayah kepulauan agar mobilitas masyarakat tetap lancar. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyiagakan armada bus untuk melayani perjalanan warga di kawasan pulau yang selama ini memiliki akses transportasi terbatas.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengoptimalkan layanan angkutan jalan perintis di wilayah Pulau Lepar menjelang momentum mudik Lebaran 2026. Empat unit bus milik Perum DAMRI disiagakan untuk membantu mobilitas masyarakat di kawasan kepulauan tersebut.

Keberadaan angkutan jalan perintis ini diharapkan dapat mempermudah perjalanan masyarakat antar desa. Selain memberikan akses transportasi yang lebih baik, layanan ini juga menawarkan tarif yang relatif terjangkau bagi warga setempat.

Wilayah Kepulauan Dengan Akses Transportasi Terbatas

Kecamatan Lepar merupakan salah satu wilayah kepulauan yang berada di Kabupaten Bangka Selatan. Daerah ini memiliki karakter geografis yang berbeda dengan wilayah daratan utama karena terdiri dari beberapa desa yang terpisah oleh kondisi alam dan jarak.

Di wilayah ini terdapat empat desa utama, yakni Desa Penutuk, Desa Kumbung, Desa Tanjung Labu, serta Desa Tanjung Sangkar. Keempat desa tersebut selama ini memiliki akses transportasi darat yang masih terbatas.

Kondisi tersebut membuat kehadiran layanan angkutan jalan perintis menjadi sangat penting bagi masyarakat setempat. Transportasi umum yang tersedia dapat membantu warga melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja, berdagang, hingga mengurus kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Benny Supratama, mengatakan bahwa penyediaan armada bus ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan transportasi masyarakat.

"Pada momentum mudik Lebaran tahun 2026 ini Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengoptimalkan angkutan jalan perintis di Pulau Lepar," kata Benny Supratama, Rabu (11/3).

Hasil Koordinasi Dengan Kementerian Perhubungan

Penyediaan armada bus di Pulau Lepar bukanlah program yang muncul secara tiba-tiba. Layanan ini merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Menurut Benny, usulan pengadaan transportasi pedesaan tersebut telah diajukan sejak tahun sebelumnya. Pemerintah daerah mengusulkan program tersebut melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas III Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2025.

Melalui skema tersebut, Perum DAMRI kemudian ditunjuk sebagai operator yang menjalankan layanan angkutan jalan perintis di wilayah Pulau Lepar. Setelah proses koordinasi dan persiapan dilakukan, akhirnya empat unit armada bus disiapkan untuk beroperasi di Kecamatan Lepar sejak Januari 2026.

Kehadiran bus tersebut diharapkan mampu memberikan solusi transportasi yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Apalagi mobilitas warga biasanya meningkat menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran.

Jadwal Perjalanan Bus Antar Desa

Untuk mendukung operasional layanan tersebut, DAMRI telah menyiapkan delapan jadwal keberangkatan setiap hari. Jadwal ini dirancang untuk menghubungkan beberapa titik penting yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Pulau Lepar.

Rute pertama melayani perjalanan dari Pelabuhan Penutuk menuju Desa Tanjung Labu. Keberangkatan pertama dijadwalkan pada pukul 06.30 WIB dan keberangkatan kedua pada pukul 14.30 WIB.

Sementara dari Desa Tanjung Labu menuju Pelabuhan Penutuk tersedia dua jadwal perjalanan, yakni pukul 08.00 WIB dan pukul 16.00 WIB. Jadwal ini disusun agar masyarakat memiliki pilihan waktu perjalanan yang lebih fleksibel.

Selain itu, layanan bus juga melayani rute Pelabuhan Penutuk menuju Desa Tanjung Sangkar. Untuk rute ini, keberangkatan pertama dimulai pukul 07.00 WIB dan keberangkatan kedua pukul 15.30 WIB.

Sedangkan dari Desa Tanjung Sangkar menuju Pelabuhan Penutuk tersedia dua jadwal perjalanan lainnya, yakni pukul 06.30 WIB dan pukul 14.00 WIB. Seluruh jadwal tersebut disiapkan untuk memastikan mobilitas warga tetap lancar sepanjang hari.

Tarif Transportasi Terjangkau Bagi Warga

Selain menambah akses transportasi, pemerintah daerah juga memastikan bahwa tarif layanan bus tersebut tetap ramah bagi masyarakat. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan utama agar layanan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga.

Untuk menggunakan layanan angkutan perintis tersebut, penumpang hanya dikenakan tarif sebesar Rp7.000 per orang. Tarif ini dinilai cukup terjangkau bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memanfaatkan transportasi tersebut setiap hari.

Benny menilai kebijakan tarif tersebut telah disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Dengan biaya yang relatif murah, warga dapat menggunakan transportasi umum untuk berbagai keperluan.

"Tarifnya Rp7.000 per orang sehingga cukup terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Ia juga berharap layanan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Pulau Lepar selama periode mudik Lebaran. Kehadiran transportasi ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar desa sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

"Harapan kami layanan ini bisa membantu mobilitas masyarakat serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Pulau Lepar," pungkas Benny Supratama.

Pemerintah Sediakan Kapal Motor Gratis

Selain menyiapkan layanan bus, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga memaksimalkan operasional transportasi laut untuk wilayah kepulauan. Salah satunya melalui pengoperasian kapal motor yang melayani rute antar pulau.

Kapal motor KM Gandha Nusantara 09 akan melayani enam kali pelayaran gratis selama periode mudik Lebaran. Kapal ini menghubungkan beberapa wilayah kepulauan seperti Pulau Pongok, Pulau Celagen, hingga Pelabuhan Sadai.

Menurut Benny, kapal tersebut menjadi sarana transportasi penting untuk meningkatkan konektivitas masyarakat di wilayah kepulauan terluar. Layanan kapal ini juga membantu warga yang ingin melakukan perjalanan antar pulau selama momentum mudik dan arus balik Lebaran.

KM Gandha Nusantara 09 sendiri telah beroperasi sejak 12 Maret 2025 dan melayani berbagai rute penyeberangan di kawasan kepulauan. Oleh karena itu, pada momentum Lebaran tahun ini pemerintah daerah berupaya memaksimalkan operasional kapal tersebut.

Dengan kombinasi layanan transportasi darat dan laut, pemerintah berharap mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan Bangka Selatan dapat berjalan lebih lancar selama musim mudik Lebaran. Program ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Terkini