Hashim Optimistis Sektor Perumahan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hingga Delapan Persen

Senin, 09 Maret 2026 | 12:48:55 WIB
Hashim Optimistis Sektor Perumahan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hingga Delapan Persen

JAKARTA - Sektor perumahan kembali menjadi sorotan sebagai salah satu motor penting pertumbuhan ekonomi nasional. 

Pemerintah menilai pembangunan hunian tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat, tetapi juga memberikan dampak luas bagi aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Hal ini terlihat dari besarnya efek berantai yang dihasilkan industri properti terhadap sektor lain yang terlibat dalam rantai pasok pembangunan.

Optimisme tersebut disampaikan dalam agenda peresmian pembangunan hunian subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang Selatan. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan perumahan memiliki potensi besar untuk mendorong perekonomian nasional sekaligus menjawab kebutuhan hunian masyarakat yang masih tinggi.

Program pembangunan perumahan bahkan dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah. Dengan besarnya kebutuhan rumah di Indonesia, sektor ini dipandang sebagai salah satu instrumen strategis untuk mempercepat perputaran ekonomi.

Sektor Perumahan Disebut Berkontribusi Besar Terhadap Ekonomi

Pemerintah meyakini pembangunan kawasan perumahan telah menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 1,5% hingga 2%. Keyakinan tersebut didasarkan pada besarnya peran industri properti dalam menggerakkan berbagai sektor usaha lainnya.

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengungkap industri perumahan memiliki efek pengganda atau multiplier effect yang sangat tinggi. Menurutnya, setiap investasi yang masuk ke sektor properti mampu menciptakan dampak ekonomi yang jauh lebih luas dibandingkan nilai investasinya.

Ia menyebutkan bahwa efek pengganda di sektor properti berkisar antara 1,5 hingga 5 kali lipat. Artinya, setiap rupiah yang diinvestasikan pada sektor tersebut berpotensi menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi negara.

Hal ini terjadi karena pembangunan perumahan melibatkan berbagai sektor yang saling terkait dalam proses pembangunan hingga distribusi material.

Rantai Pasok Properti Libatkan Ratusan Subsektor Ekonomi

Hashim menjelaskan bahwa besarnya dampak ekonomi sektor perumahan terjadi karena industri tersebut berkaitan langsung dengan ratusan subsektor lainnya. Aktivitas pembangunan hunian memerlukan berbagai komponen mulai dari bahan bangunan hingga tenaga kerja dari berbagai bidang.

Menurutnya, terdapat sekitar 185 subsektor ekonomi yang terhubung dengan rantai pasok bisnis properti, konstruksi, dan perumahan. Keterkaitan tersebut membuat sektor properti mampu mendorong aktivitas ekonomi secara luas.

“Setiap rupiah yang diinvestasikan pada sektor properti diklaim mampu memberikan dampak ekonomi yang berlipat ganda bagi negara,” ujarnya.

Dengan keterlibatan berbagai sektor tersebut, pembangunan perumahan tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembang dan pembeli rumah, tetapi juga bagi industri lain yang mendukung proses pembangunan.

Perumahan Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Hashim yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Perumahan menilai sektor ini dapat menjadi salah satu kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyampaikan optimisme bahwa pembangunan perumahan dapat memberikan kontribusi besar terhadap target tersebut.

“Saya amat yakin bahwa kita akan mencapai [pertumbuhan ekonomi] 8%, karena dari perumahan saja kami hitung sudah 1,5% sampai 2%,” ujarnya dalam agenda groundbreaking Rusun Subsidi Meikarta di Cikarang Selatan, Minggu (8/3/2026).

Ia menuturkan bahwa program pembangunan perumahan telah menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini dinilai memiliki potensi besar karena mampu menggerakkan berbagai kegiatan ekonomi secara simultan.

Hashim yang juga adik Presiden Prabowo itu menuturkan proyek perumahan menjadi tumpuan utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi minimal 8%.

“Sebetulnya cita-cita kita 3 juta apartemen rumah tiap tahun. Kenapa? Karena waktu saya ditugaskan untuk ikut menyusun program pemerintah 2 tahun lalu adalah agar bagaimana kita bisa mendorong ekonomi kita? Bagaimana kita bisa mencapai 8% pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Kebutuhan Rumah Layak Huni Masih Sangat Tinggi

Selain berperan dalam mendorong ekonomi, pembangunan perumahan juga dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak. Data pemerintah menunjukkan masih banyak keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah yang memadai.

Hashim merinci, berdasarkan data Satgas Perumahan, saat ini terdapat 9 juta hingga 15 juta keluarga yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan rumah layak huni. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan hunian masih sangat besar.

Selain itu, Hashim menyebut masih terdapat pula sekitar 27 juta keluarga Indonesia yang saat ini masih menempati Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang perlu segera ditangani melalui program pembangunan perumahan.

Dengan jumlah kebutuhan yang begitu besar, sektor perumahan dinilai memiliki potensi ekonomi yang signifikan sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Pembangunan Rusun Subsidi Jadi Prioritas Pemerintah Tahun Ini

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah konkret untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan memprioritaskan pembangunan rumah susun subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa arah pembangunan program tiga juta rumah tahun ini akan difokuskan pada pengembangan hunian vertikal. Langkah ini diambil untuk mempercepat suplai perumahan di tengah keterbatasan lahan di sejumlah wilayah.

"Tahun ini prioritas kami adalah membangun rumah susun subsidi," kata Ara.

Pada tahap awal, pembangunan rusun subsidi tersebut akan dilakukan bersama Lippo Group di kawasan Meikarta. Proyek ini secara resmi dimulai pada Minggu.

Dalam laporannya, rusun subsidi Meikarta akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare. Proyek tersebut ditargetkan mampu menyediakan hingga 140.000 unit rumah susun subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia.

Terkini