Rekomendasi Saham Hari Ini Potensi Rebound IHSG MEDC BUMI TINS ELSA ARCI

Senin, 09 Maret 2026 | 10:48:48 WIB
Rekomendasi Saham Hari Ini Potensi Rebound IHSG MEDC BUMI TINS ELSA ARCI

JAKARTA - Peluang penguatan pasar saham domestik kembali terbuka pada awal pekan. 

Pelaku pasar mencermati potensi teknikal setelah tekanan signifikan sebelumnya. Sejumlah analis menilai momentum rebound masih mungkin terjadi. Investor pun mulai berburu referensi saham pilihan.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin. Optimisme ini muncul setelah indeks terkoreksi cukup dalam pada sesi terakhir pekan lalu. Pelaku pasar menanti katalis positif jangka pendek. Rekomendasi saham pun menjadi perhatian utama investor.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG anjlok 1,62% dan disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 308 miliar pada perdagangan saham Jumat, 6 Maret 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual investor asing antara lain saham BBRI, BMRI, BBCA, BBNI dan ESSA. Tekanan jual tersebut membayangi sentimen pasar.

Rekomendasi teknikal analis

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi rebound ke 7.650, tapi jika tidak berhasil break di atas 7.700 akan kembali koreksi ke 7.400-an. Proyeksi ini menjadi acuan pelaku pasar jangka pendek. Level psikologis indeks menjadi penentu arah selanjutnya.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 7.400-7.480 dan level resistance 7.650-7.700. Rentang ini dipandang krusial dalam menentukan kekuatan tren. Investor disarankan mencermati pergerakan indeks di area tersebut. Strategi trading jangka pendek menjadi pilihan.

Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia mengingatkan investor dan pelaku pasar kalau volatilitas masih akan tinggi pekan ini. IHSG berpeluang konsolidasi lanjutan kea rah 7.335. “Perbanyak sikap wait and see sambil perhatikan sentimen global,” demikian seperti dikutip. Pesan kehati hatian kembali ditekankan.

Pilihan saham unggulan analis

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Timah Tbk (TINS). Deretan saham ini dinilai menarik secara teknikal. Momentum jangka pendek menjadi pertimbangan utama.

Trading Idea hari ini: BUMI, MEDC, ELSA, INCO, ARCI, dan TINS. Rekomendasi disusun berdasarkan pergerakan harga dan indikator teknikal. Investor aktif dapat memanfaatkan peluang trading. Manajemen risiko tetap menjadi prioritas.

Strategi area beli dan target harga

BUMI Spec Buy dengan area beli di 226-230, cutloss di bawah 220. Target dekat di 234-240. MEDC Spec Buy dengan area beli di 1740-1765, cutloss di bawah 1735. Target dekat di 1815-1860. ELSA Spec Buy dengan area beli di 835-850, cutloss di bawah 820. Target dekat di 875-900.

INCO Spec Buy dengan area beli di 6100-6200, cutloss di bawah 5950. Target dekat di 6300-6500. ARCI Spec Buy dengan area beli di 1620-1680, cutloss di bawah 1600. Target dekat di 1710-1760. TINS Spec Buy dengan area beli di 3700-3760, cutloss di bawah 3640. Target dekat di 3800-3870.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Tekanan pasar akibat sentimen geopolitik

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Jumat sore di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. IHSG tercatat turun 124,85 poin atau 1,62 persen ke posisi 7.585,68. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami pelemahan sebesar 11,77 poin atau 1,49 persen ke posisi 776,04.

Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi seiring meningkatnya sikap risk-off investor akibat konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah. Ketidakpastian geopolitik memicu kehati hatian investor global.

Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menjelaskan investor saat ini cenderung menghindari aset berisiko tinggi. "Investor cenderung risk-off dan defensif. Investor menghindari instrumen berisiko tinggi dengan melikuidasi saham big caps dan merotasi ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS," ujar Wafi dikutip dari Antara, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, sentimen global masih didominasi oleh ketidakpastian geopolitik serta kondisi pasar keuangan Amerika Serikat. Selain konflik Timur Tengah, kenaikan yield US Treasury juga memicu kekhawatiran investor. Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama menekan pasar.

Investor menanti data ekonomi penting

Pelaku pasar global saat ini juga menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Data yang dinanti antara lain inflasi konsumen dan data tenaga kerja non-farm payroll. Rilis data tersebut akan mempengaruhi arah kebijakan moneter.

Data tersebut akan memberikan gambaran apakah bank sentral AS akan mulai melonggarkan kebijakan suku bunga atau tetap mempertahankan kebijakan ketat. Arah kebijakan Federal Reserve menjadi perhatian utama investor global. Dampaknya terasa hingga pasar domestik.

Selain faktor global, tekanan terhadap pasar saham Indonesia juga datang dari sentimen domestik. Wafi menjelaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan prospek kredit Indonesia menjadi negatif. Kondisi ini memicu pelemahan rupiah.

Kondisi tersebut meningkatkan capital outflow dari pasar keuangan domestik. Pelaku pasar kini juga menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia. Langkah kebijakan Bank Indonesia turut menjadi perhatian investor.

Kinerja sektoral dan perdagangan saham

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga akhir sesi perdagangan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor saham mengalami pelemahan. Tekanan terjadi merata di berbagai lini.

Sektor industri mencatat penurunan paling dalam sebesar 3,67 persen. Disusul sektor barang konsumen non primer sebesar 3,54 persen. Sektor energi juga turun 2,80 persen seiring tekanan harga komoditas.

Meski mayoritas saham melemah, beberapa emiten masih mencatat kenaikan harga. Saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain SKBM, ALKA, TPIA, ICON, dan EURO. Pergerakan selektif masih terjadi.

Sebaliknya, saham dengan penurunan terdalam antara lain KOTA, RODA, LAND, ENRG, dan ENZO. Total frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 1,94 juta transaksi. Volume perdagangan mencapai 34,18 miliar saham senilai Rp17,77 triliun.

Sebanyak 168 saham menguat, 555 saham melemah, dan 94 saham tidak berubah. Dinamika ini mencerminkan tekanan jual yang dominan. Investor tetap diminta cermat membaca arah pasar.

Terkini