JAKARTA - Aktivitas perdagangan aset digital pada awal pekan menunjukkan tekanan yang masih membayangi pasar.
Pelaku pasar cenderung berhati hati merespons dinamika global yang memengaruhi minat terhadap aset berisiko. Pergerakan harga terlihat fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kelompok kripto berkapitalisasi besar.
Harga Bitcoin (BTC) dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Senin pukul 6:45 WIB. Mayoritas harga kripto hari ini terutama jajaran teratas terpantau masih berada di zona merah.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah. Bitcoin terkoreksi 0,87 persen dalam 24 jam, tetapi masih menguat 2,05 persen sepekan.
Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 66.853 per koin atau setara Rp 1,13 miliar (asumsi kurs Rp 16.939 per dolar AS).
Ethereum Dan Altcoin Besar Ikut Tertekan
Tekanan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga merata pada sejumlah aset digital utama lainnya. Kapitalisasi pasar kripto papan atas bergerak searah dengan dominasi pelemahan jangka pendek. Meski demikian, sebagian koin masih mencatatkan penguatan dalam rentang mingguan.
Ethereum (ETH) turut melemah. ETH ambles 1,20 persen sehari terakhir, tetapi masih menguat 2,13 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 32,9 juta per koin.
Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) juga melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB terkoreksi 0,96 persen,tetapi masih menguat 0,99 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 10,4 juta per koin.
Kemudian Cardano (ADA) masih berada di zona merah. ADA melemah 1,51 persen dalam sehari dan 6,61 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 4.260 per koin.
Pergerakan Solana XRP Dan Dogecoin
Sejumlah altcoin populer lainnya turut mengalami koreksi harga pada perdagangan terbaru. Tekanan jual terlihat konsisten meski beberapa aset masih mempertahankan kinerja positif secara mingguan. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih.
Adapun Solana (SOL) kembali terkoreksi. SOL anjlok 1,53 persen dalam sehari, tetapi masih menguat 0,12 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 1,38 juta per koin.
XRP kembali berada di zona merah. XRP terkoreksi 0,86 persen dalam sehari terakhir, tetapi masih menguat 0,65 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 22.807 per koin.
Koin Meme Dogecoin (DOGE) turut melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE merosot 0,95 persen dan 1,95 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 1.511 per token.
Stablecoin Stabil Dan Kapitalisasi Pasar Menyusut
Berbeda dengan mayoritas kripto utama, kelompok stablecoin menunjukkan stabilitas harga. Pergerakan yang cenderung datar mencerminkan fungsinya sebagai aset lindung nilai di tengah volatilitas pasar. Investor memanfaatkan stablecoin untuk menjaga likuiditas portofolio.
Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di kisaran level USD 1,00, keduanya sama-sama menguat masing-masing 0,01 dan 0,02 persen.
Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 2,30 triliun atau setara Rp 38.961 triliun, melemah sekitar 0,38 persen dalam sehari terakhir.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Donasi Politik Dari Investor Tether Di Inggris
Isu kripto juga berkembang di ranah politik internasional. Dukungan finansial terhadap partai yang pro aset digital kembali menjadi sorotan setelah laporan donasi terbaru terungkap. Keterlibatan investor besar menunjukkan meningkatnya irisan antara industri kripto dan kebijakan publik.
Sebelumnya, seorang investor besar di penerbit stablecoin terbesar di dunia tether telah meningkatkan dukungan keuangan kepada sebuah partai politik Inggris yang berkampanye mengenai kebijakan kripto. Hal itu diketahui berdasarkan pengajuan donasi yang baru diungkapkan.
Investor yang berbasis di Thailand dan memegang sekitar 12% saham di Tether, Christopher Harborne telah menyumbangkan jutaan poundsterling kepada Reform UK, berdasarkan pengungkapan dari Komisi Pemilihan Umum Inggris.
Mengutip The Block, kontribusi itu termasuk donasi sebesar 9 juta poundsterling atau Rp 204,61 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 22.730) yang diungkapkan tahun lalu. Kontribusi lebih lanjut sebesar 3 juta poundsterling atau Rp 68,20 miliar yang diberikan pada November yang baru-baru ini diungkapkan dalam pengajuan peraturan, berdasarkan laporan The Guardian.
Reform yang dipimpin oleh Nigel Farage telah memposisikan aset digital sebagai bagian inti dari platform ekonomi-nya.
Perdebatan Regulasi Aset Digital Di Inggris
Partai itu telah berjanji untuk memposisikan Inggris sebagai “pusat utama” untuk aset digital, termasuk proposal untuk mengurangi pajak keuntungan modal atas kripto menjadi 10% dari saat ini 18%. Partai tersebut juga telah berupaya mengintegrasikan mata uang kripto ke dalam penggalangan dana politik.
Reform menjadi partai politik Inggris pertama yang menerima donasi dalam aset digital pada 2025, memungkinkan para pendukungnya untuk berkontribusi menggunakan mata uang kripto seperti bitcoin. Langkah tersebut telah menuai kritik dari beberapa anggota parlemen.
Pada Januari, ketua dari tujuh komite parlemen mendesak pemerintah untuk melarang donasi mata uang kripto kepada partai politik, dengan alasan aset digital dapat mengaburkan asal usul dana dan berpotensi mengekspos sistem pemilihan terhadap campur tangan asing.
Debat ini berlangsung bersamaan dengan upaya Inggris yang lebih luas untuk membangun kerangka peraturan untuk aset digital. Anggota parlemen dan regulator sedang mengerjakan aturan yang mencakup bidang-bidang seperti stablecoin, platform perdagangan, dan layanan penyimpanan.
Perwakilan industri telah memperingatkan detail aturan tersebut akan menentukan apakah Inggris dapat tetap kompetitif di sektor ini. Selama sidang House of Lords baru-baru ini, seorang eksekutif kebijakan dari Coinbase memperingatkan persyaratan yang terlalu ketat, termasuk potensi batasan pada stablecoin yang didenominasikan dalam sterling, dapat menghambat pengembangannya sebagai infrastruktur penyelesaian untuk pasar keuangan yang di tokenisasi.