Rekomendasi Saham Hari Ini Dan Prediksi Pergerakan IHSG Kamis Lima Maret

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:34:10 WIB
Rekomendasi Saham Hari Ini Dan Prediksi Pergerakan IHSG Kamis Lima Maret

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan kembali menjadi perhatian investor pada perdagangan hari ini. 

Setelah mengalami tekanan cukup tajam pada sesi sebelumnya, pasar saham domestik diproyeksikan masih menghadapi potensi koreksi lanjutan.

Pelaku pasar kini mencermati berbagai faktor yang memengaruhi dinamika indeks, mulai dari sentimen global hingga kondisi domestik. Situasi tersebut membuat investor perlu lebih selektif dalam menentukan strategi investasi di pasar saham.

Tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya juga membuat sejumlah analis memberikan pandangan mengenai potensi arah pergerakan IHSG pada sesi perdagangan berikutnya. Berbagai rekomendasi saham pun mulai bermunculan dari sejumlah sekuritas.

Selain itu, sejumlah saham tertentu juga menjadi sorotan karena dinilai memiliki peluang menarik untuk dipantau. Investor biasanya memanfaatkan momentum koreksi untuk mencari peluang masuk pada harga yang lebih rendah.

IHSG ditutup melemah tajam pada perdagangan sebelumnya

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi rentan mengalami koreksi lanjutan pada perdagangan hari ini, Kamis (5/3/2026). Saham apa yang menarik dicermati investor?

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup jeblok sebesar 4,57% atau 362,70 poin menuju 7.577,06 pada Rabu (4/3/2026).

IHSG merosot bersama dengan indeks saham Asia Pasifik, seperti Kospi Index Korea anjlok 12,06%, TSE Weighted Index Taiwan -4,35%, SET Index Thailand -5,58%, Straits Times Index Singapura -2,11%, dan PSEi Index Filipina turun 2,13% pada perdagangan kemarin.

Tim Analis MNC Sekuritas menyampaikan IHSG melanjutkan koreksinya sebesar 4,57% ke 7.577 dan masih didominasi oleh tekanan jual, namun koreksinya tertahan area support krusial di 7.481.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah. Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.140-7.391 sebagai area koreksi berikutnya,” paparnya dalam riset, Kamis (5/3/2026).

Pada hari ini, IHSG diestimasi bergerak pada rentang support 7.311, 7.391 dan resistance 7.934, 8.154.

Rekomendasi saham dari MNC Sekuritas

MNC Sekuritas merekomendasikan speculative buy saham ASII dan BRIS, serta buy on weakness untuk saham EMAS dan TINS.

ASII mengalami koreksi 1,99% ke level 6.150 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Saat ini, posisi ASII diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 2 dari wave (5) pada label hitam.

Spec Buy: 5.900-6.025; Target Price: 6.400, 6.700; Stoploss: below 5.725.

Sementara itu saham BRIS terkoreksi 1,39% ke level 2.130 dan masih berada dalam tekanan jual. Posisi BRIS diperkirakan berada pada bagian dari wave [b] pada label hitam atau wave 2 pada label merah.

Spec Buy: 2.050-2.110; Target Price: 2.220, 2.400; Stoploss: below 1.935.

Untuk saham EMAS, harga terkoreksi 4,14% ke level 8.100 dan disertai peningkatan volume pembelian. Posisi EMAS diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (3).

Buy on Weakness: 7.550-7.875; Target Price: 8.825, 9.200; Stoploss: below 7.350.

Sementara itu saham TINS terkoreksi 8,47% ke level 3.890 dengan tekanan jual yang meningkat.

Buy on Weakness: 3.530-3.760; Target Price: 4.270, 4.720; Stoploss: below 3.400.

IHSG dibuka menguat pada awal perdagangan

Meskipun mengalami tekanan pada sesi sebelumnya, IHSG menunjukkan tanda pemulihan pada awal perdagangan hari ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka menguat pada posisi 7.695,34.

IHSG lalu terus bergerak menguat hingga 2,03% sesaat setelah pembukaan pada level 7.730,54.

Tercatat sebanyak 424 saham menguat, 67 saham melemah, dan 133 saham bergerak di tempat.

Kapitalisasi pasar IHSG terpantau mencapai Rp13.776 triliun pada perdagangan pagi ini.

Sejumlah saham juga terlihat mencatatkan penguatan pada sesi awal perdagangan.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) menguat 0,75% ke level Rp1.345 per saham.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga menjadi salah satu saham yang menguat 3,42% ke level Rp242 per saham.

Selain itu, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) naik 9,23% ke level Rp284 per saham.

Saham lainnya yang turut menguat adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 1,91% ke level Rp5.075.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) juga menguat 4,67% ke level Rp2.240, serta saham PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) naik 4,22% ke level Rp494 per saham.

Proyeksi IHSG dan rekomendasi analis sekuritas

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup turun 4,6%, disertai dengan net sell asing sekitar Rp214 miliar.

Saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain BBCA, BBNI, ANTM, AMMN, dan BBRI.

"IHSG berpotensi menguat ke 7.700, tapi masih rentan kembali koreksi sepanjang belum closing di atas 7.720."

BNI Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 7.400-7.470 dan resistance pada 7.700-7.720.

Trading idea yang direkomendasikan hari ini meliputi saham ARCI, PTBA, NCKL, TINS, INET, dan TPIA.

ARCI Spec Buy dengan area beli di 1755-1770, cutloss di bawah 1750, dengan target dekat di 1815-1875.

PTBA Spec Buy dengan area beli di 2820-2840, cutloss di bawah 2800, dengan target dekat di 2890-2950.

NCKL Spec Buy dengan area beli di 1305-1335, cutloss di bawah 1300, dengan target dekat di 1350-1365.

TINS Spec Buy dengan area beli di 3860-3890, cutloss di bawah 3830, dengan target dekat di 4000-4060.

INET Spec Buy dengan area beli di 290-302, cutloss di bawah 288, dengan target dekat di 312-328.

TPIA Spec Buy dengan area beli di 5100-5350, cutloss di bawah 5075, dengan target dekat di 5550-5800.

Sentimen global dan domestik memengaruhi pergerakan IHSG

Tim analis BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan IHSG sebelumnya ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026), sejalan dengan mayoritas bursa Asia.

Tekanan pasar berasal dari meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah serta sentimen domestik.

Fitch Ratings juga menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat tetap berada di level BBB.

Hal tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian serta kekhawatiran atas konsistensi kebijakan ekonomi.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga tertekan mendekati level Rp17.000 per dolar AS.

Di sisi lain, kebijakan keterbukaan data pemegang saham di atas 1% oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai penyesuaian standar MSCI dinilai positif bagi transparansi pasar.

Namun kebijakan tersebut juga berpotensi memicu kehati-hatian investor dalam jangka pendek.

Secara teknikal, IHSG dinilai memiliki peluang technical rebound dengan support 7.516 dan resistance 7.693, terutama jika didukung oleh penguatan pasar global.

Pada hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham HRTA, AADI, dan ESSA, serta merekomendasikan jual saham SSIA.

Sebagai catatan, rekomendasi saham ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dan investor masing-masing.

Terkini