Kurs Dolar AS di BCA BRI Mandiri dan BNI Hari Ini

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:33:57 WIB
Kurs Dolar AS di BCA BRI Mandiri dan BNI Hari Ini

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan Kamis pagi. 

Perubahan kecil pada nilai tukar sering kali menjadi indikator penting kondisi ekonomi global maupun domestik. Investor, pelaku usaha, hingga masyarakat yang memiliki transaksi internasional terus memantau pergerakan kurs setiap harinya.

Pada pembukaan perdagangan Kamis rupiah tercatat bergerak menguat tipis terhadap dolar AS. Meski penguatannya tidak terlalu besar, kondisi ini tetap memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan domestik. Stabilitas rupiah juga menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi di Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, rupiah menghijau sebesar 7 basis point atau 0,04% menuju level Rp16.916 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah sempat berada di posisi Rp16.885 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan bahwa mata uang Garuda masih mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi global.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS justru mengalami penguatan tipis. Indeks dolar tercatat naik sebesar 0,05% ke posisi 98,82. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun dolar AS menguat, rupiah masih mampu menjaga stabilitasnya pada awal perdagangan hari ini.

Pergerakan Mata Uang Asia Ikut Menguat

Tidak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia lainnya juga tercatat bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini menggambarkan bahwa pasar regional masih menunjukkan sentimen yang relatif positif meskipun terdapat berbagai tekanan global.

Yen Jepang terhadap dolar AS terapresiasi sebesar 0,18%. Penguatan mata uang Jepang tersebut menjadi salah satu yang paling menonjol di kawasan Asia pada perdagangan pagi hari ini. Yen sering kali dianggap sebagai aset aman oleh investor global.

Sementara itu, dolar Singapura juga ikut menguat meski hanya sebesar 0,01%. Pergerakan yang relatif kecil ini tetap menunjukkan adanya stabilitas pada mata uang negara tersebut. Stabilitas mata uang regional sering kali berpengaruh terhadap sentimen pasar di kawasan Asia Tenggara.

Won Korea terhadap dolar AS juga terpantau menguat tipis sebesar 0,03%. Selain itu, mata uang Peso Filipina mengalami apresiasi yang cukup kuat sebesar 0,25% terhadap dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sebagian besar mata uang Asia berada dalam tren penguatan.

Yuan China dan ringgit Malaysia juga tidak ketinggalan mencatat penguatan masing-masing sebesar 0,14%. Sementara itu, baht Thailand turut menguat sebesar 0,05%. Di sisi lain, dolar Hong Kong dan rupee India justru mengalami pelemahan masing-masing sebesar 0,01% dan 0,73%.

Faktor Geopolitik Berpotensi Tekan Rupiah

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dan cenderung melemah terbatas dalam rentang Rp16.890—Rp16.940 per dolar AS pada Kamis.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap militer Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran.

Situasi memburuk karena serangan lanjutan masih terjadi, sementara Iran merespons dengan meningkatkan kekuatan militer di kawasan Teluk serta mengancam jalur pelayaran global.

Menurutnya, kenaikan harga minyak akibat risiko geopolitik tersebut berpotensi mendorong inflasi global. Bagi Indonesia, kondisi ini dapat memberi tekanan tambahan pada nilai tukar rupiah karena meningkatnya kebutuhan impor energi serta sentimen pasar yang cenderung menghindari aset berisiko (risk-off).

Meski Presiden AS menyatakan akan menjamin keamanan jalur pelayaran, premi risiko geopolitik masih cukup tinggi dan membuat pasar tetap waspada dalam jangka pendek.

Sentimen Domestik Ikut Mempengaruhi Rupiah

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri. Salah satu pemicunya adalah perubahan outlook peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.

Fitch Ratings diketahui merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, lembaga tersebut tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB.

Perubahan outlook tersebut berpotensi memengaruhi sentimen investor asing. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan terhadap pasar keuangan domestik, termasuk nilai tukar rupiah.

Investor global biasanya sangat memperhatikan perubahan outlook peringkat utang suatu negara. Perubahan kecil sekalipun dapat memicu reaksi pasar karena dianggap sebagai indikator risiko investasi di negara tersebut.

Kurs Dolar AS di BCA BRI Mandiri dan BNI Hari Ini

Berikut kurs dolar Amerika Serikat di sejumlah bank besar Indonesia pada Kamis.

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 09.53 WIB mematok harga beli dolar AS sebesar Rp16.863 dan harga jual sebesar Rp16.883 berdasarkan e-rate.

Berdasarkan TT counter, bank swasta terbesar di Indonesia itu menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.710 dan harga jual Rp17.010. Lalu berdasarkan bank notes, harga beli dan harga jual dolar AS masing-masing ditetapkan sebesar Rp16.710 dan Rp17.010.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS pada pukul 09.52 WIB masing-masing sebesar Rp16.858 dan Rp16.885 untuk e-rate.

Lalu untuk TT counter, bank pelat merah itu mematok harga beli sebesar Rp16.785 per dolar AS dan harga jual Rp16.985 per dolar AS.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 09.21 WIB menetapkan harga beli dan harga jual untuk special rate masing-masing sebesar Rp16.875 dan Rp16.905 per dolar AS.

Kemudian, bank dengan logo pita emas itu mematok harga beli dolar AS sebesar Rp16.680 dan harga jual Rp16.980 untuk TT counter.

Lalu untuk bank notes, Bank Mandiri menetapkan harga beli sebesar Rp16.680 per dolar AS, sedangkan harga jual sebesar Rp16.980 per dolar AS.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk special rates pada pukul 09.50 WIB masing-masing sebesar Rp16.864 dan Rp16.884.

Berdasarkan TT counter, BNI pada pukul 09.50 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.770 dan harga jual Rp17.040. Untuk bank notes, BNI menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.770 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp17.040 per dolar AS.

Terkini