Bitcoin Bertahan Di 68.600 Dollar AS Pasar Kripto Bergejolak

Rabu, 04 Maret 2026 | 11:54:48 WIB
Bitcoin Bertahan Di 68.600 Dollar AS Pasar Kripto Bergejolak

JAKARTA - Gejolak kembali menyelimuti pasar aset digital dalam sehari terakhir. 

Pergerakan harga yang naik turun membuat pelaku pasar bersikap lebih berhati hati. Mayoritas kripto papan atas masih bergerak di zona merah. Tekanan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Mengutip CoinMarketCap Rabu 4 Februari 2026 pukul 08.30 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level 68.647,33 dollar AS atau turun 0,54 persen. Level tersebut menunjukkan Bitcoin masih tertahan di kisaran 68.600 dollar AS. Penurunan tipis ini mencerminkan pasar yang belum sepenuhnya stabil. Investor tampak menahan diri untuk masuk agresif.

Fluktuasi harga Bitcoin terjadi bersamaan dengan tekanan pada sejumlah aset kripto utama lainnya. Arah pergerakan yang cenderung melemah memperlihatkan sentimen pasar masih rapuh. Kondisi ini membuat volatilitas tetap tinggi dalam jangka pendek.

Tekanan juga terjadi pada aset kripto berkapitalisasi besar lainnya. Ethereum melemah 2,16 persen ke posisi 1.987 dollar AS. Koreksi ini memperlihatkan bahwa tekanan tidak hanya terpusat pada satu aset saja. Ethereum ikut terseret arus pelemahan pasar global.

Sementara itu, BNB turun 0,42 persen ke 634,89 dollar AS, dan XRP terkoreksi 1,64 persen ke level 1,366 dollar AS. TRON juga melemah 1,31 persen ke 0,2794 dollar AS. Deretan penurunan ini menunjukkan tekanan yang merata di kelompok aset besar.

Aset Berisiko Tinggi Tertekan Lebih Dalam

Tekanan lebih dalam terjadi pada aset berisiko tinggi seperti Dogecoin yang turun 3,18 persen ke 0,09036 dollar AS. Penurunan cukup tajam ini menandakan investor mengurangi eksposur pada aset spekulatif. Volatilitas tinggi membuat pelaku pasar lebih selektif.

Selain itu, Cardano merosot 3,76 persen ke 0,2654 dollar AS. Koreksi yang lebih besar dibanding Bitcoin menunjukkan sentimen risk off sedang dominan. Aset dengan kapitalisasi lebih kecil cenderung lebih sensitif terhadap guncangan eksternal.

Pergerakan ini tidak terlepas dari faktor geopolitik global. Eskalasi perang Iran Israel mempengaruhi pasar keuangan global. Ketika investor memburu aset aman seperti emas dan dollar Amerika Serikat AS, pasar kripto ikut terseret volatilitas tajam.

Aset Yang Masih Bertahan Positif

Di sisi lain, beberapa aset masih menunjukkan ketahanan. Solana menguat 1,19 persen ke 87,67 dollar AS. Kenaikan ini menjadi pengecualian di tengah dominasi koreksi. Penguatan Solana menunjukkan minat beli selektif tetap ada.

Stablecoin seperti Tether dan USD Coin relatif stabil di kisaran 1 dollar AS. Stabilitas ini wajar karena keduanya dirancang mengikuti nilai mata uang dolar AS. Investor kerap memindahkan dana ke stablecoin saat pasar bergejolak.

Ketahanan sebagian aset memperlihatkan bahwa pasar tidak sepenuhnya dilanda kepanikan. Meski volatilitas tinggi, likuiditas masih terjaga. Pelaku pasar memanfaatkan momentum untuk melakukan rotasi aset.

Respons Pasar Terhadap Konflik Global

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai reaksi awal pasar menunjukkan bahwa kripto belum sepenuhnya berfungsi sebagai safe haven klasik seperti emas. Di awal serangan Israel dan Amerika Serikat AS kepada Iran, kapitalisasi pasar kripto sempat terkoreksi tajam sebelum akhirnya berbalik arah. Pernyataan ini menegaskan posisi kripto yang masih transisi.

“Reaksi awal pasar menunjukkan bahwa kripto belum sepenuhnya berfungsi sebagai safe haven klasik seperti emas. Saat serangan terjadi, nilai pasar kripto sempat tergerus tajam sebelum akhirnya pulih,” ujar Calvin saat hubungi Kompas.com. Kutipan ini menggambarkan bagaimana respons pasar terjadi secara spontan.

Menurutnya, posisi Bitcoin saat ini berada “di tengah”. Ia belum sepenuhnya menjadi aset lindung nilai utama seperti emas, tetapi juga tidak lagi sekadar aset spekulatif tanpa fondasi permintaan yang kuat. Pandangan ini menyoroti perubahan karakter pasar kripto.

“Jadi, alih alih terpuruk permanen atau langsung menjadi aset pelindung utama. Bitcoin saat ini berada di tengah, masih sensitif terhadap gejolak, tetapi didukung fondasi permintaan yang mulai menguat kembali,” paparnya. Pernyataan tersebut memperlihatkan optimisme hati hati terhadap prospek jangka panjang.

Bitcoin Di Antara Safe Haven Dan Aset Spekulatif

Kondisi terkini menunjukkan Bitcoin belum sepenuhnya bertransformasi menjadi aset lindung nilai. Saat ketegangan geopolitik meningkat, investor tetap mencari emas dan dolar AS sebagai pelindung utama. Namun Bitcoin juga tidak lagi dipandang sekadar instrumen spekulasi murni.

Pergerakan harga yang sempat terkoreksi tajam lalu pulih menggambarkan adanya fondasi permintaan. Investor institusi dan ritel masih mempertahankan minat terhadap aset digital. Hal ini menjadi penopang penting di tengah gejolak global.

Dengan harga bertahan di kisaran 68.600 dollar AS, Bitcoin berada pada fase konsolidasi. Arah pergerakan berikutnya sangat bergantung pada perkembangan konflik global dan arus modal internasional. Selama ketidakpastian belum mereda, volatilitas berpotensi tetap tinggi di pasar kripto.

Terkini